Bual-bual Wak Doel
Oleh: Abdul Wahid
Hewan Kurban
Episode 002
ALLAHU AKBAR, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillah Hilham, takbir bergema dari corong toa mesjid dan mushallah, anak-anak riang gembira menyambut Hari Raya Idul Adha, berlari kesana kemari sembari meneriakkan Takbir.
Sambil menunggu datangnya Hewan Kurban yang biasanya datang pukul sepuluh malam , tiga sahabat Wak Doel , Ajo Manih dan Pakde Tarno berbual-bual di teras masjid. Sedangkan Tulang Tagor pemeluk Agama Katolik, sehingga tidak bisa ikut nimbrung di masjid.
“Alhamdulillah, sampai juo umur kito dapek berhari rayo kurban tahun ko yo Wak Doel, “ ujar Ajo Manih yang tahun ini diperrcaya sebagai Ketua Panita Kurban
“Iya Jo, walau jumlah hewan kurban tahun ini agak menurun dari tahun lalu, kite patut bersyukur, ada mushallah di kampung sebelah tu tak ada hewan kurbannya tahun ni,” imbuh Wak Doel
“Waduh kasihan yo konco-konco kita neng kono kalau ga enek hewan kurbannya, semoga adalah bantuan dari berbagai lembaga sosial agama yang menggalang program kurban untuk semua tu yo, “ timpal Pakde Tarno yang baru selesai mengumandangkan takbir
“Asyik betul nampaknya, Wak Dul, Ajo Manih, dan Pakde Tarno, “ tegur Pak Imam Ahmad, mengejutkan tiga sahabat tesebut.
“Iya Pak Imam, waduh tak tau kami Pak Imam sudah datang,” ujar Wak Dul sambil menyalami Pak Imam Ahmad yang merupakan imam besar masjid kampung mereka.
“Pak Imam, kami tadi berbual tentang menurunnya jumlah hewan kurban tahun ini, apo sababnyo kalau ditinjau dari ajaran agamo kito,” Tanya Ajo Manih
“Begini tuan-tuan semue, umat Islam rela berkorban (berkurban) di hari raya Idul Adha sebagai bentuk ketaatan tertinggi kepada Allah SWT, meneladani kisah keikhlasan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Ibadah ini juga menjadi wujud rasa syukur, sarana membersihkan harta, serta bentuk kepedulian sosial untuk berbagi kebahagiaan dengan sesama. Jadi memang tidak semua orang bisa melakukannya, bukan karena kemampuan materi saja, tapi kekuatan iman dan ketakwaan menjadi kuncinya,” teramg Imam Ahmad
“Ooo, patutlah dari tahun ke tahun yang berkurban pesertanye tetap saja, jarang ada name-name baru,’ imbuh Wak Doel.
‘Enek satu lagi ni Pak Imam, baru tak boco di grup WA, tentang hewan kurban bantuan presiden, apa betul itu dari presiden, karena lagi berseleweran informasi pembelian hewan kurban iku dari dana APBN, piye iku yo, “ Pakde Tarno penasaran
Imam Ahmad tersenyum mendengar pertanyaan Pakde Tarno, sembari mrenjawab, “Yo piye Pakde, itu sudah menjadi kebijakan pemerintah sebagai tali kasih bagi rakyat yang merayakan idul adha, Presiden Hadir ikut bersama-sama berkurban disetiap masjid yang terpilih. Ya dari rakyat untuk rakyat, Presiden sebagai pemimpin menyalurkannya. Kalau tentang pahalanya siapa yang dapat nantinya , belum bisa kita jawab sekarang, karena pahala dan dosa itu baru diperhitungkan di yaumil mahsyar nanti, “ tegasnya.
Lha iya betul itu Pak Imam, sambut Wak Dul, Ajo Manih,’ sambil menahan tawa
“Yo wes ngerti aku, Ayo itu tukang antar hewan kurban sudah datang” ujar Pakde Tarno sambil menunjuk sebuah truk yang masuk kehalaman mesjid.
"Jalan menuju ketakwaan dimulai dari keikhlasan berbagi. Terima kasih telah menjadi jembatan kebahagiaan bagi sesama melalui ibadah kurban yang mulia ini."















































