Rabu, 03 April 2024 - 07:15:06 WIB

Oleh : H. Suryandi Temala Lc MA

Ramadhan Menumbuhkan Sikap Zuhud

H. Suryandi Temala Lc MA

https://riaupunya.com/gambar/foto/6064718598.png

SEORANGmukmin pasti sangat menginginkan agar dicintai oleh Rabb nya, karena pencapaian tertinggi seorang hamba di hadapan Tuhan nya adalah ketika ia mendapatkan kecintaan milik Sang Maha Cinta. Di sisi lain, sebagai makhluk sosial kita tentu menginginkan pula agar disenangi dan dicintai oleh sesama manusia karena setiap hari kita bergaul dengan mereka.

Akan tetapi sering kali kita dihadapkan pada dua pilihan yang tak dapat menyatu antara dicintai Tuhan dan dicintai manusia.

Ketika kita berusaha mencari kecintaan Tuhan dengan memperbanyak puasa misalnya, maka teman-teman kita kurang menyukainya, karena kita dianggap tidak mau makan dan minum bersama mereka. Ketika kita memperbanyak membaca Alquran, otomatis waktu kita untuk berkumpul dan bergaul dengan teman-teman akan berkurang, kita dianggap kurang gaul, introvert, menutup diri.

Sebaliknya jika kita terlalu banyak bergaul, berbicara dan bercanda maka menyebabkan Tuhan tidak menyukai sikap kita.

Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan di dalam hati kita, apakah ada amalan yang jika kita amalkan dapat membuat Allah senang dan manusia pun senang.

Pertanyaan tersebut pun telah ditanyakan kepada Rasulullah ﷺ, dan Beliau pun telah menjawabnya dalam sebuah hadits :
ازْهد في الدُّنيا يحبَّكَ اللَّهُ وازْهد فيما عندَ النَّاسِ يحبَّكَ النَّاسُ

Artinya : Zuhud lah engkau di dunia ini maka engkau akan dicintai Allah, dan zuhud lah engkau terhadap apa yang ada pada manusia engkau akan dicintai manusia.(HR. Ibnu Majah no. 4102, Imam Tabrani (6/193).

Zuhud tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
Pertama, secara sederhana zuhud terhadap dunia adalah tidak tamak akan kenikmatan dunia yang serba sementara, tidak memaksakan diri untuk meraih segala kepuasan duniawi, tidak bernafsu untuk meraih jabatan dan posisi, tidak serakah terhadap harta, tidak berkeinginan mengambil sesuatu yang tak pantas dimiliki, tidak menghabiskan seluruh waktunya untuk mengejar harta dan jabatan, dan tidak menghalalkan segala cara untuk meraih kepentingan.

Hal tersebut akan mendatangkan ridhoa dan cinta nya Allah karena sungguh dunia ini di hadapan Allah tidak lebih berharga dari sebelah sayap nyamuk. Dengan zuhud dunia seseorang menjadi lebih mampu fokus dalam mempersiapkan dirinya untuk bekal akhirat.

Adapun zuhud terhadap apa yang dimiliki manusia adalah sikap yang menjadikan kita menghargai orang lain bukan karena materi. Kita berteman bukan berdasarkan kepentingan yang semu seperti kepentingan harta, menjaga jabatan, bahkan lebih buruk lagi seperti menjilat dan mencari muka di hadapan seseorang.

Kita berteman bukan karena menginginkan harta teman kita, bukan ingin mencari posisi atau jabatan yang bisa diberikan oleh kenalan kita, bukan mencari ketenaran dari tenar nya teman kita.

Karena siapa pun yang berteman karena menginginkan harta, pangkat atau jabatan, ingin ikutan terkenal dan yang semacamnya, akan hilang pertemanan nya di kala teman nya tidak lagi berharta, tidak memberikan jabatan yang dimintanya dan sungguh hal ini sangat dibenci oleh siapa pun karena pertemanan dan persahabatan lebih agung nilai nya dari sekedar rupiah dan jabatan semata.

Kedua, seseorang yang mendekati orang lain karena menginginkan harta yang dimiliki orang tersebut akan memunculkan rasa hina di hati pemilik harta.
Muncul rasa was-was dan ketidakpercayaan karena setiap perkataan juga sikap orang itu akan dinilai sebagai "mengincar uang saya". Sungguh tidak ada kehinaan yang lebih besar daripada dinilai oleh orang lain dengan penilaian "sekian rupiah".

Nah Ramadhan merupakan latihan yang sangat tepat untuk memunculkan sikap zuhud ini, karena dengan berpuasa hal-hal yang halal saja dapat kita tahan sepenuh hati. Ketahanan atas yang halal ini merupakan benih-benih Ketahanan terhadap keinginan memanfaatkan orang lain yang berujung pada sikap zuhud.

Oleh karena itu mari memanfaatkan waktu selama bulan ramadhan ini dengan Sebaik-baik nya agar Allah melindungi kita dari sikap tamak dan menganugerahkan kita dengan sikap zuhud.

Berita terkini

Oleh : Hj. Saptunis, S.Ag.

Zakat Fitrah

Selasa, 02 April 2024 - 07:05:58 WIB
Oleh: Harmudianto, S.Ag

Menjemput kemenangan

Kamis, 21 Maret 2024 - 07:35:59 WIB
Oleh : Nia Dahlia, S.Ag

10 Hikmah Puasa Ramadhan

Minggu, 17 Maret 2024 - 06:50:45 WIB
Oleh : H. Suryandi Temala Lc MA

Puasa Berkah Tanpa Masalah

Rabu, 13 Maret 2024 - 07:05:13 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+