Oleh: Abdul Wahid*
Integritas Bukan Sekedar Kata
JIKA mendengar kata integritas, hal yang pertama kali terngiang di benak kita adalah permasalahan kepemimpinan. Masalah kepemimpinan memang sering kali dikait-kaitkan dengan istilah yang satu ini. Ada banyak ahli manajemen yang mengatakan bahwa setiap pemimpin yang berhasil selalu dilandasi dengan integritas yang tinggi. Menurut mereka, tanpa integritas yang tinggi kepemimpinan yang dilaksanakannya tidak akan sukses dan berhasil
lantas, apa sebenarnya arti kata integritas ? Kata integritas pada dasarnya berasal dari bahasa latin yaitu dari Kata Integer yang artinya lengkap atau pun utuh. Jika diartikan dari asal katanya, maka kata integritas dapat diartikan sebagai sebuah usaha yang utuh dan lengkap yang didasari dengan kualitas. Kejujuran, serta konsistensi karater seseorang.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia integritas itu berarati “mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan; kejujuran” . Sementara itu Menurut Ippho Santoso, integritas sering diartikan menyatukan pikiran, perkataan dan perbuatan untuk melahirkan reputasi dan kepercayaan.
Kalau menilik dari pengertian diatas jelas sudah, makna dari integritas itu menyangkut kata dan perbuatan seorang pimpinan atau pejabat. Seseorang yang akan diamanahkan sebagai perjabat hendaklah orang yang mempunyai satu kesatuan Pikiran, Perkataan dan Perbuatan.
Hal ini termaktup dalam Sumpah/janji Jabatan administrator dan Jabatan pengawas yang diatur dalam Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 7 Tahun 2017 Tanggal 15 Juni 2017. Dan itu wajib diucapkan oleh semua pejabat yang dilantik, dengan dipimpin pejabat yang melantiknya.
"Demi Allah, saya bersumpah:
bahwa saya, akan setia dan taat kepada Undang-Undang DasarNegara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankansegala peraturan perundang-undangan dengan seluruslurusnya, demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara;
bahwa saya dalam menjalankan tugas Jabatan, akanmenjunjung etika Jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dandengan penuh rasa tanggung jawab;
bahwa saya, akan menjaga integritas, tidak menyalahgunakankewenangan, serta menghindarkan diri dari perbuatan tercela;"
Secara aturan dan konsep. Sumpah Janji Jabatan yang diucapakan oleh pejabat yang dilantik maupun pejabat tinggi yang melantik sudah sangat luar biasa isi dan maknanya. Sumpah yang dengan menyebut nama Allah begitu mudah untuk diucapakan dan kata Integritas menjadi primadona dalam setiap pidato pelantikan.
Namun tidaklah demikian pada penerapannya, integritas walau hanya sebuah kata, akan tetapi untuk melaksanakannya sesuatu yang sulit diwujudkan. Bukan karena berat memikulnya, akan tetapi terkadang integritas yang dilakukan secara utuh oleh pejabat justru membuatnya tidak disenangi oleh banyak pihak. Akhirnya banyak yang memilih integritas hanya diucapkan saat pelantikan saja, setelah itu pejabat yang dilantik maupun yang melantik menjadikan integritas sekedar pemanis pidato saja.
Integritas harus menjadi perhatian semua pihak, tidak bisa hanya dibebankan pada pejabat semata. Karena seorang pejabat dalam melaksanakan tugas dan fungsinya mesti berhadapan dengan banyak kepentingan, baik dari dalam maupun dari luar. Kekacauan dalam integritas seorang pejabat ini akibat masuknya tekanan dari orang perorang, ormas atau partai politik yang bernafsu ikut mengatur kebijakan yang dibuat pejabat agar berpihak pada kepentinggannya.
Inilah yang merusak tatanan dalam pemerintahan, disaat pejabat hanya menjadi perpanjangan tangan dari pihak tertentu, sehingga kebijakan yang dibuat terlihat bukanlah kebijakan yang ber integritas. Selagi dominasi pihak luar dalam menentukan kebijakan, maka tidak bisa berharap banyak untuk mendapatkan pejabat yang dilantik akan berintegritas. Padahal kalau saja semua pejabat mampu mempertahankan integritasnya, maka pihak lain tidak akan bisa berbuat apa-apa.
Akhirnya kembali kepada para pejabat yang telah meng ikrarkan sumpah, apakah menjadikan integritas sekedar kata biasa sebagai persyaratan pelantikan saja. Atau menjadikan integritas sebagai sebuah kata yang Sakral karena diucapkan dengan kata sumpah Demi Allah. Ingatlah bahwa seluruh perkataan pasti akan dicatat dan tidak akan dilupakan!
Sebagaimana Firman Allah dalam al Qur’an Surat Qaf:(17-18). Yang artinya;
“(yaitu) ketika dua malaikat mencatat amal perbuatannya, satu duduk disebelah kanan, dan yang lain duduk disebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkan, melainkan ada malaikat pengawas yang selalu hadir”
*Penulis : Dewan Pembina SMSI Riau































































