Oleh: Andul Wahid*
ICMI Orwil Riau 2024-2029 : Menyelaraskan Langkah Mencerdaskan Umat
"SEBAIK-BAIKNYA manusia adalah yang bermanfaat bagi orang banyak, dan akan lebih luar biasa lagi jika manfaat itu dapat berdampak luas dan berkelanjutan" Ketua Umum MPP ICMI, Prof. Dr. Arif Satria
Sejarah ICMI
Dikutip dari icmi.or.id, lahirnya ICMI erat kaitannya dengan perkembangan global dan regional di luar dan di dalam negeri. Menjelang akhir dekade 1980-an dan awal dekade 1990-an, dunia ditandai dengan berakhirnya perang dingin dan konflik ideologi. Beriringan dengan itu semangat kebangkitan Islam di belahan dunia timur ditandai dengan tampilnya Islam sebagai ideologi peradaban dunia dan kekuatan altenatif bagi perkembangan perabadan dunia.
Kelahiran ICMI berawal dari diskusi kecil di bulan Februari 1990 di masjid kampus Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang. Sekelompok mahasiswa merasa prihatin dengan kondiri umat Islam, terutama kadernya "berserakannya" keadaan cendekiawan muslim.
Program dan kebijakan Orde Baru secara langsung maupun tidak langsung telah melahirkan generasi baru kaum santri yang terpelajar, modern, berwawasan kosmopolitan, berbudaya kelas menengah, serta mendapat tempat pada institusi-institusi modern. Pada akhirnya kaum santri dapat masuk ke jajaran birokrasi pemerintahan yang mulanya didominasi oleh 'kaum abangan' dan di beberapa tempat oleh non muslim. Posisi demikian jelas berpengaruh terhadap produk-produk kebijakan pemerintah.
Dengan kondisi yang membaik ini, maka pada dasa warsa 80-an mitos bahwa umat Islam Indonesia merupakan "mayoritas tetapi secara teknikal minoritas" runtuh dengan sendirinya. Sementara itu, pendidikan berbangsa dan bernegara yang diterima kaum santri di luar dan di dalam kampus telah mematangkan mereka buka saja secara mental, tapi juga secara intelektual.
Tanggal 7 Desember 1990 merupakan lembaran baru dalam sejarah umat Islam Indonesia di era Orde Baru, secara resmi Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) dibentuk di Malang. Saat itu juga secara aklamasi disetujui kepemimpinan tunggal dan terpilih Habibie sebagai ketua umum ICMI yang pertama.
Dalam sambutannya, dia mengatakan bahwa dengan berdirinya ICMI tidak berarti kita hanya memperhatikan umat Islam, tetapi mempunyai komitmen memperbaiki nasib seluruh bangsa Indonesia, karena itu juga merupakan tugas utama. Habibie menjadi ketua umum ICMI dua kali. Setelah itu dilanjutkan oleh Adi Sasono, dan kemudian ICMI dipimpin sebuah presidium. Pada 2015, ICMI kembali dipimpin seorang ketua umum, yaitu Prof Dr Jimly Asshiddiqie, dan sekarang dipimpin oleh Prof. Dr. Arif Satria
Kepemimpinan ICMI Orwil Riau
Perjalanan ICMI Orwil Riau dimulai dengan Ketua pertama oleh Prof. Dr. Dadang Iskandar, M.Sc, yang mengemban amanah sampai tahun 2006. Estapet perjuangan berikutnya dipercayakan kepada Prof. Dr. Ir. H. T. Dahril, M.Sc yang menahkhodai ICMI Orwil Riau selama rentang waktu dari tahun 2006 hingga tahun 2019. Amanah kepemimpinan Ketua Ketiga dipercayakan pada Prof. Dr. Alaiddin Koto, MA , untuk priode 2019 – 2024. (Sumber M.Sahal Sekretaris ICMI Orwil Riau pada masanya)
Era drg. H. Burhanuddin Agung, MM (2024 - 2029)
Pengurus Majelis Pengurus Wilayah (MPW) ICMI Orwil Riau periode 2024-2029 resmi dilantik pada Ahad 2 Februari 2025. Adapun kepengurusan baru ini dipimpin oleh Ketua drg. H. Burhanuddin Agung, MM, Sekretaris Prof. Dr. Iwantono, M.Phil, dan Bendahara Ir. H. Mansyur HS, MM, yang akan bekerja bersama dengan berbagai departemen di dalam organisasi.
Pelantikan ini berdasarkan hasil Musyawarah Wilayah (Muswil) VII ICMI Orwil Riau yang diselenggarakan pada 28 Desember 2024, serta Surat dari Tim Formatur Muswil ICMI Orwil Riau, yang memohon penerbitan Surat Keputusan Kepengurusan ICMI Orwil Riau periode 2024-2029. Kepengurusan ICMI Orwil Riau yang baru dilantik terdiri dari lebih 70 orang, mencakup Dewan Penasehat, Dewan Pakar, serta Majelis Pengurus Wilayah ICMI.
Ketua ICMI Orwil Riau, Burhanudin Agung, mengatakan ICMI adalah lembaga yang berperan sebagai inspirator bagi berbagai pihak, termasuk penentu kebijakan, masyarakat, dan tokoh masyarakat. Ia menegaskan bahwa pengurus ICMI harus menjadi agen perubahan di era perkembangan teknologi.
Pengurus ICMI harus memiliki tiga ciri utama agar bisa menjalankan perannya sebagai inspirator dan transformator. Pertama, takut hanya kepada Allah, karena jika takut kepada selain-Nya, kita tidak akan independen. Kedua, harus menjadi manusia yang baik dan bermanfaat bagi orang lain. Ketiga, menjadi kader pejuang, karena banyak di antara kita yang mengetahui masalah tetapi hanya membahasnya tanpa mencari solusi.
Dalam amanat pelantikan Ketua Umum MPP ICMI, Prof. Dr. Arif Satria, menympaikan, pentingnya peran ICMI sebagai agen transformasi. Ia berharap ICMI tidak hanya menjadi inspirasi, tetapi juga bisa memimpin gerakan perubahan dengan inovasi yang berdampak dalam jangka panjang. Dan ICMI harus dapat merancang kajian desain demokrasi ke depan untuk mewujudkan cita-cita masyarakat yang berkeadilan.
Wakil Menteri Agama RI, Dr. Romo HR Muhammad Syafii SH, M.Hum dalam serasehan kebangsaan menekankan ICMI menjadi penggerak melestarikan kearifan lokal sekaligus dapat menjalankan amanah yang diberikan dengan baik, karena kearifan lokal adalah pandangan hidup masyarakat disuatu wilayah mengenai lingkungan alam dan tempat mereka tinggal, mencerminkan cara hidup, budaya, kebiasaan dan tradisi mereka. Pandangan hidup ini menjadi kepercayaan berurat berakar menjadi kepercayaan mereka selama puluhan hingga ratusan tahun.
Era baru ICMI Orwil Riau sudah dimulai, ibarat perang genderang sudah ditabuh, bekal, pesan dan amanat juga sudah diberikan. Saatnya membuktikan pengabdian, kerja nyata dan karya kepada umat Islam khususnya dan seluruh anak negeri Bumi Lancing Kuning.
Guru besar, pakar dan praktisi sudah berkumpul dalam satu wadah Pengurus ICMI Orwil Riau, rapatkan barisan untuk Menyelaraskan langkah Mencerdaskan umat. Agar tidak lagi hanya menjadi obyek pembodohan, dan korban kerakusan, terusir dari kampung halamannya. Dan Jangan sampai anak negeri Bumi Lancang Kuning menjadi Pengemis di Negeri Sendiri.
*Pengurus ICMI Orwil Riau Departemen Kaderisasi, Pembinaan Organisasi dan Anggota































































