Oleh : Jumiati, S.Pdi*
Tingekatkan Integrasi Siswa Dengan UNBK
UJIAN nasional tahun 2018 untuk tingkat SMA/SMK akan dilaksakan secara keseluruhan dengan sistem UNBK. Sedangkan untuk tingkat SD/SMP akan dilaksanakan secara bertahap kearah UNBK dengan alasan karena penyebaran masih tersebar didaerah terpencil dari sebuah kecamatan bahkan ada didesa-desa terpelosok.
Pelaksanan UNBK tahun 2018 SMP dan SD hanya 5% untuk itu pelaksanaan UNBK pemerintah harus memperhatikan ketersediaan unik komputer, jaringan internet, listril dan persiapan teknisi sekolah. Tujuannya untuk mencegah terjadinya potensi masalah saat ujian berlangsung.
Mendikbud menyampaikan bahwa ujian yang berbasis komputer akan mengurangi kebocoran soal, kecurangan, akses soal kedaerah. Selain itu pengunaan komputer dalam ujian nasional bisa menekan ketidak jujuran dikalangan siswa sebagai ujung tombak pembangunan bangsa. Sebab soal ujian bisa berbeda dengan satu siswa dengan yang lain.
Dengan pengunaan komputer juga bisa dilaksanakan pergelombang dan tidak masalah karena soal berbeda tapi bobotnya sama serta memungkinkan ujian tidak perlu dipaksakan serentak. Disisi lain dengan dilaksanakannya UNBK tidak adalagi tender pengandaan naskah ujian seperti sebelumnya yang menghabiskan anggaran negara cukup besar.
Untuk tahun 2017 teknis numpang sekolah melaksanakan UNBK sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Menurut statistik jumlah SD / SMP jauh lebih banyak dibandingkan dengan SMA /SMK. Bakal ada fenomena numpang ujian yang cukup besar dari SMP / SMAatau SMK yang sudah melaksanakan ujian UN artinya pihak sekolah yang numpang akan mengatur waktu keberangkatannya dan sekolah tujuaan akan mengatur waktu agar migrasi pendidikan dan proses ujian UN tidak menggangu kegiatan belajar (KBM) sekolahnyya.
Mudah – mudahan tujuan dan niat baik pemerintah untuk menciptakan generas jujur dan disiplin bisa terlaksanakan ditahun - tahun berikutnya, Semoga tercapai.***
*Jumiati, S.Pdi (Guru SD Negeri 020 Rambah)































































