Rabu, 04 Maret 2026 - 22:00:36 WIB

Cerpen: Abdul Wahid

Macam Manalah…

Ilustrasi senja di tepian sungai indragiri

MATAHARI baru saja naik setinggi galah di dusun Sialang tepian Sungai Indragiri. Mak Cik Nur, dengan kain sarung yang diikat di kepala untuk menghalau panas, melangkah gontai menuju dermaga kecil. Tangannya menjinjing sebuah tudung saji berisi pulut kuning dan kue baulu, peninggalan hajatan semalam.

Macam manalah nasib si Pudin di rantau orang itu ye Bang,” keluh Mak Cik Nur pada suaminya, Pak Cik Samsu, yang sedang sibuk menambal jaring di beranda rumah panggung mereka.

Pudin anak jantan satu-satunya pergi merantau selepas tamat SMA empat tahun lalu, karena tak tahan hidup di kampung hanya jadi petani berkebun bercocok tanam sayur-sayuran. Sedangkan kawan-kawannya banyak yang kuliah di kota. Jadilah Pudin tak ada kawan tempat bernain, macam manalah hidup susah, taka ada kawan yang dekat, macam manalah akhirnya merantau ke Batam jadi pilihannya.

Pak Cik Samsu hanya diam, matanya tetap tertuju pada tali nilon. Orang Melayu Riau, kalau tak sedih kali, tak akan banyak cakap. Tapi kali ini, hati Mak Cik Nur benar-benar dirundung mendung. Sejak pergi merantau, anak mereka, tidak memberi kabar dari Kota Batam .

Kau janganlah risau kali, Nur. Anak kita tu jantan, pandai dia membawa diri. Selagi dia pegang adat dan agama takkan hanyut dia,” jawab Pak Cik Samsu akhirnya, demgan suara parau.

Tapi, Bang... mimpi semalam tak sedap. Macam manalah kalau dia lupa jalan pulang? Macam manalah kalau rumah yang kita buat ni tak berpenghuni lagi?” air mata Mak Cik Nur menetes, jatuh di atas pulut kuning yang dibawanya.

Di Indragiri Riau, ikatan antara anak dan tanah kelahiran itu sangat kuat. Rumah panggung tempat mereka tinggal dibangun bersama dengan gotong royong orang sekampung. Kalau anak tak balik, rumah panggung itu ibarat dayung tak berkayuh.

“Sudahlah, nanti habis pulut tu kau tangisi. Biar kupanggil Imam Dollah, kita kenduri kecil malam besok, minta doa selamat,” ujar Pak Cik Samsu.

Di kampung itu, kalau ada masalah berat, “macam manalah” diatasi dengan doa, zikir, dan makan bersama. Orang Melayu percaya pada takdir, tapi tetap ikhtiar meminta yang terbaik.

Seminggu telah berlalu, sore itu, saat Mak Cik Nur sedang mencuci kaki di tepi sungai, sebuah perahu motor kecil menepi. Seorang pemuda berpakaian rapi melompat ke dermaga.
“Mak! Ayah!”

Mak Cik Nur terkesiap. Tudung saji yang dipegangnya hampir jatuh. Itu Pudin…
“Ya Allah, Pudin! Macam manalah engkau ni? Tak berkabar, bikin jantung Mak nak tanggal!” seru Mak Cik Nur sambil memeluk anaknya itu.

Pudin tersenyum, lalu mencium tangan Mak dan Ayahnya. “Maafkan Pudin, Mak. Kerja di sana susah, tapi Pudin ada bawa rezeki sedikit untuk perbaiki rumah panggung kita ni.”

Pak Cik Samsu tersenyum tipis, lalu menepuk bahu anaknya. “Alhamdulillah. Orang Melayu Riau, kalau merantau, ingat pulang. Kalau susah, ingat Allah.”
Malam itu, di rumah panggung tersebut, tudung saji tidak lagi berisi kecemasan, melainkan kebahagiaan. "Macam manalah" akhirnya terjawab dengan kepulangan si Pudin dengan selamat.

Berita terkini

Oleh :Ahsan D Utama*

Bersahabat Karena Al Quran

Sabtu, 28 Februari 2026 - 11:23:25 WIB
Cerpen Abdul Wahid

Aroma Teh Ibu dan Panggilan Ayah

Sabtu, 27 Desember 2025 - 22:33:22 WIB
Cerpen: Abdul Wahid

Kekuatan Cinta Ditengah Musibah

Senin, 01 Desember 2025 - 17:10:45 WIB

Di Jell Belanda, Tim Kreatif BPK IV Hadirkan 3 Zapin

Jumat, 21 November 2025 - 09:30:54 WIB
Cerpen Abdul Wahid

Setetes Air Hujan Diujung Kemarau

Senin, 03 November 2025 - 21:48:17 WIB
Cerpen Abdul Wahid

Puisi yang Tak Pernah Sampai

Kamis, 30 Oktober 2025 - 03:40:13 WIB
Cerpen Abdul Wahid

Senja di Tepian Narosa

Minggu, 24 Agustus 2025 - 06:36:19 WIB
CERPEN Abdul Wahid

ME TIME

Minggu, 13 Juli 2025 - 21:27:25 WIB
Cerpen Abdul Wahid

Surat buat Ayah… Umi…

Sabtu, 05 Juli 2025 - 07:45:17 WIB
Cerpen Abdul Wahid

AKHIR PEKAN

Sabtu, 21 Juni 2025 - 03:25:44 WIB
Cerpen… Abdul Wahid

MIMPI yang NYATA

Senin, 02 Juni 2025 - 03:00:53 WIB
Cerpen Abdul Wahid

Seratus Hari

Minggu, 26 Januari 2025 - 05:36:25 WIB

Awal Kiprah Morrissey: Dari The Smiths ke Karier Solo

Jumat, 17 Januari 2025 - 15:42:29 WIB
Cerpen Abdul Wahid

TILOK

Rabu, 01 Januari 2025 - 15:31:19 WIB
Cerpen Abdul Wahid

Malam Pertama dan Terakhir

Selasa, 26 November 2024 - 05:46:27 WIB

Eksistensi Forum Pemred SMSI dan Program Menjelang HPN

Kamis, 24 Oktober 2024 - 18:45:29 WIB
Cerpen

LEMBAYUNG SENJA

Sabtu, 07 September 2024 - 21:59:59 WIB
Cerpen

Merajuk

Minggu, 01 September 2024 - 05:38:09 WIB

Bupati Rohil Resmi Buka Festival Ekraf Kemilau Bagan

Jumat, 21 Juni 2024 - 10:40:34 WIB

Festival Siak Bermadah Masuk 110 Event Terbaik se-Indonesia

Senin, 29 Januari 2024 - 08:35:32 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+