Taman Burung di Siak Kini Disulap Jadi Taman Bunga
Riaupunya.com -- Bangunan Taman Burung aset Dinas Pariwisata, Pemerintah Kabupaten Siak sampai saat ini belum berfungsi sebagaimana renacana awal pembangunan.
Proyek yang dibangun pada tahun 2015 ini awalnya dirancang untuk memikat burung lokal yang sudah langka, yang tidak lain niatan pemerintah guna menambah objek kunjungan wisata di Kota Siak.
Sayang, rencana itu tidak berjalan mulus, bangunan ini sempat terabaikan sampai tahun 2017. Untuk memfungsikan bangunan yang menelan anggaran Rp 1,79 miliar di tahun 2015 ini, pada tahun 2018 Dinas Pariwisata kembali mengadakan kegiatan fisik, dengan menambah dinding tembok serta sarang burung di dalam bangunan yang diberi kelambu jaring itu.
Bangunan ini terletak di Kecamatan Mempura, tepatnya di tepi Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah, atau di samping markas tim siaga pemadam kebakaran.
Pantauan media, akses masuk ke lokasi sudah diaspal, namun terdapat lubang yang mengganggu kelancaran kendaraan roda empat untuk masuk. Setiba di halaman depan, kendaraan bisa masuk dan parkir. Setiba di dalam, bertemu dengan seorang penjaga, yang mengaku sebagai petugas shif pagi.
"Kami di sini dua orang, saya masuk pagi, nanti siang ada kawan yang jaga. Malam kami berdua tidur di sini. Harus tidur sini bang, kontraknya begitu," ujar penjaga shif pagi, seperti dilansir dari halloriaucom.
Pria yang terlihat ramah ini menceritakan tugas yang ia kerjakan, meski bangunan ini namanya taman burung, namun sementara ini hanya merawat bunga yang ada di dalamnya. "Burungnya belum ada bang, katanya tahun kemaren belum ada anggaran, dan tahun ini baru diisi," ujarnya.
Penjaga taman ini mempersilahkan media untuk masuk ke dalam, guna menyaksikan keindahan taman bunga yang warna warni menjadi penghias di antara sangkar-sangkar burung yang tampak masih kosong itu.
"Awalnya keliling ini semak, sekarang sudah bersih. Waktu Kami ditempatkan di sini bunga ini sudah ditanam, kami tinggal merawat, sekaligus menjaga aset di bangunan ini," terangnya.
Peria ini juga berharap kehadiran burung untuk mengisi sangkar-sangkar yang kosong itu, sehingga ada pengunjung yang mau singgah, menyaksikan aneka burung, burung langka atau burung yang bisa diajak bermain. "Tujuannya kan untuk wisata, harapannya bisa ramai," harap dia.
Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Siak Dr Fauzi Asni, beberapa waktu lalu di Gedung panglima Gimbam, Kantor DPRD Siak mengakui belum ada burung yang dimasukkan untuk mengisi taman itu, ia berkilah anggaran belum ada. Namun saat ditanya isu kendala perizinan penangkaran burung langka dalam kegiatan pengadaan burung yang seharusnya sudah terealisasi, mantan Asisten I ini mengakui, dan sedang berupaya menyiapkan lembaga berbadan hukum untuk memperoleh izin penangkaran.
"Sementara ini kita sudah membentuk Koperasi Pegawai Dinas Pariwisata, dengan koperasi ini, kita memiliki badan hukum. Sehingga bisa mendapat izin penangkaran, dan bisa melakukan pengadaan burung," kata Fauzi Asni.
Sementara mengisi kekosongan ini, selaku Kepala Dinas Pariwisata, ia melakukan upaya lain, yakni dengan memohon hibah kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Kabupaten Siak.
"Kita meminta hibah dari OPD dan Ormas, surat permohonannya sudah ditandatangani Bupati. Kalau minta uang kan tidak boleh, bahaya, bisa bermasalah dengan hukum nanti, jadi kita minta hibah burung saja, nama-nama burung dihibahkan sudah kami tetapkan," ujarnya.
Ia berharap uluran tangan dari OPD dan Ormas bisa menghidupkan taman burung yang telah menelan anggaran miliaran rupiah itu. "Kalau burungnya sudah ada, kami siap merawat," katanya.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa Koperasi yang disiapkan akan diberi kepercayaan mengelola bersifat sementara, namun kelanjutan pengelolaan taman burung ini ke depannya akan dipercayakan kepada salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Siak, salah satu BUMD yang memiliki garapan pengembangan kepariwisataan.
Sumber: halloriau.com

























































