Rabu, 07 Juni 2017 - 00:00:00 WIB

Museum ini Miliki Sejarah Jurnalistik Tanah Air

Maket perjalanan dunia pers di Indonesia (Wahyu/detikTravel) Foto: Wahyu Setyo Widodo

Riaupunya.com - Dunia jurnalistik di Indonesia sudah berkembang teramat cepat. Dari cetak ke digital, perkembangan dan sejarahnya bisa traveler lihat di Monumen Pers Nasional.

Sebagaimana dikutip dari detikTravel.com, monumen Pers Nasional adalah destinasi yang bisa traveler kunjungi kalau liburan ke Solo. Di sini, traveler bisa melihat perkembangan dan sejarah jurnalistik Tanah Air, hingga bisa seperti sekarang.

Saat berkunjung ke Monumen Pers Nasional beberapa waktu yang lalu sewaktu ada kesempatan ke Solo. Monumen ini beralamat di Jl Gajah Mada No 76, Banjarsari, Solo.

Saat berkunjung, suasana saat itu masih sepi, karena masih sangat pagi sekitar pukul 09.00. Begitu masuk ke dalam bangunan museum, traveler bisa langsung melihat beberapa koleksi yang ada di sana.

Yang paling mencolok adalah keberadaan patung-patung tokoh pers Nasional, seperti Djamaluddin Adinegoro, Douwes Dekker, sampai Sam Ratulangi. Patung-patung ini dilengkapi juga dengan sejarah serta peranan dari tokoh-tokoh tersebut dalam dunia pers nasional.

Lanjut ke koleksi berikutnya, ada rangkaian maket yang memperlihatkan perjalanan dunia pers di Indonesia dari sejak zaman kolonial. Diorama dalam kotak kaca ini menggambarkan peranan duni pers dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia

Monumen Pers ini juga punya perpustakaan dengan lebih dari 13.000 buku, naskah, dan dokumen. Perpustakaan ini juga dibuka untuk umum pada hari kerja, Senin hingga Jumat pada jam kerja.

Selain berbagai dokumen, ada juga mesin tik kuno dan baju-baju para insan pers yang meninggal di medan perang ketika peliputan. Lebih kerennya lagi, traveler bisa melihat aneka koran tua yang terbit sejak era zaman penjajahan Belanda dan juga Jepang.

Beberapa di antaranya harian Fikiran Ra'jat terbitan tahun 1933, tabloid mingguan Hoakiao dan Sinpo terbitan tahun 1929, dan masih banyak lagi yang lainnya. Meskipun usianya sudah sangat tua, tetapi kondisinya masih cukup baik.

Meski beberapa koleksi koran sudah lapuk termakan usia, tetapi tulisannya masih bisa dibaca. Koleksi koran kuno ini disimpan dalam kotak kaca agar awet dan terlindung dari tangan-tangan jahil traveler.

Monumen Pers Nasional buka setiap hari dari pukul 08.00 pagi hingga 16.00. Tidak diperlukan biaya untuk masuk ke dalam, alias gratis.***

Berita terkini

Begini Serunya Festival Hammock di Buluh Cina

Minggu, 14 Mei 2017 - 00:00:00 WIB

Peserta LKTJ PWI Diminta Kirimkan Naskah Lomba

Rabu, 26 April 2017 - 00:00:00 WIB

Seperti ini Romantis nya Sunset dari Embung Nglanggeran

Minggu, 09 April 2017 - 00:00:00 WIB

Bangun Pariwisata Rohil, Sekda Tawarkan ini

Selasa, 04 April 2017 - 00:00:00 WIB

Indahnya Air Terjun Curug 7 Cilember

Rabu, 29 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Indahnya Taman Sakura di Puncak

Sabtu, 25 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Ketika Rombongan Raja Salman Beli Jus untuk Anak-anak

Selasa, 07 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Menpar Janji Jadikan Wisata Bono Jadi Daerah Ekonomi Khusus

Senin, 27 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Melepas Lelah, Saatnya Santai Sejenak di Sari Ater Subang

Minggu, 26 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Berkunjung ke Pekanbaru, ini Tujuan Wisman Asal Malaysia

Minggu, 26 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Pemprov Riau Komitmen Kembangkan Destinasi Candi Muara Takus

Selasa, 14 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Dumai Prioritaskan Pengembangan Dua Wisata Bahari

Selasa, 14 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Asyiknya Memanah di Tengah Hutan Baturraden

Minggu, 12 Februari 2017 - 00:00:00 WIB
Serasa di Bali

Asyiknya Liburan ke Gunung Salak

Kamis, 09 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Sertifikasi Kelembagaan Pariwisata Lahirkan Tenaga Profesional

Selasa, 07 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Menpar RI Tetapkan Bono Sebagai Destinasi Kelas Dunia

Kamis, 02 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Jalan-jalan di Surga Bunga Balinea, Bandung Punya!

Minggu, 29 Januari 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+