Senin, 31 Juli 2017 - 00:00:00 WIB

Tolak Impor Garam, Menko Perekonomian Enggan Temui BRM UR

Riaupunya.com - Presiden Badan Ekeskutif Mahasiswa (BEM) Universitas Riau (UR) Rinaldi Pare-pare, ngotot ingin bertemu Menko Perekonomian Darmin Nasution usai mengisi acara seminar nasional kemitraan strategis untuk pengembangan ekonomi kerakyatan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang ditaja Ikatan Sarjana Indonesia (ISEI) di Hotel Pangeran, Senin 31 Juli 2017.

Maksud keinginan mahasiswa berjumpa Menko Perekonomian tersebut, terkait dengan aspirasi untuk menyampaikan penolakan terkait kebijakan pemerintah pusat yang mengimpor garam.

"Kalau ada aspirasi kasih aja dengan staf saya," kata Darmin kepada mahasiswa tanpa memberi sedikit pun waktu kepada mahasiswa dengan langsung menutup pintu mobil Alfard bernomor RI 18.

Mahasiswa sempat mengintip kaca mobil sambil mengatakan bahwa dirinya ingin bertemu membicarakan soal impor garam, yang dinilai tak etis. Karena menurutnya kebijakan impor garam tersebut justru semakin membuat petani menjerit.

Namun Menko Perekonomian ini tak menggubris. Mobil RI 18 ini pun tetap berlalu. "Sebenarnya banyak yang ingin kami sampaikan dengan Menteri. Tapi sepertinya niat baik kami tak dianggap. Soal garam impor inikan harusnya tak terjadi. Kenapa kita negara Indonesia yang akan potensi garam justru malah mengimpor," ujar Presiden BEM UR, Rinaldi bersama sejumlah mahasiswa lainnya.

Selain itu, Rinaldi juga mengkritis sikap pemerintahan pusat yang dipimpin Joko Widodo, dengan pin plan. Karena dulu berjanji memberlakukan harga bahan bakar sesuai pasaran, tapi gilirian turun malah tak turun-turun.

Begitu juga kebijakan menaikan tarip listrik, juga dipandang terlalu membebani masyarakat, khususnya eknomi menengah ke bawah. "Apa yang disampaikan menteri tadi dalam bahwa perekonomian kita baik sangat bertolak belakang. Petani kita sejahtera, pengangguran seperti disampaikan Menteri Tenaga Kerja juga tidak sesuai dengan kenyataan," ujar Rinaldi lagi.


Darmin Nasution sendiri saat memaparkan ‎pikirannya dihadapan pelaku usaha, ekonom dan pejabat di Pemprov Riau yang hadir banyak bercerita soal perekonomian di Indonesia yang dinilainya cukup baik, dalam menghadapi situasi perekonomian saat ini.

Darmin juga banyak bercerita soal langkah-langkah yang dilakukan pemerintah pusat agar Indonesia tak lagi jatuh ke krisis moneter seperti pada 1998 silam. Karena itu, penguatan usaha, khususnya di kalangan menengah kebawah terus diupayakan.

Selain itu, infrastruktur untuk menunjang berkembangnya perekonomian juga dilakukan. Baik itu jalan, jembatan, pertanian. (yai)


Berita terkini

Selisih Lahan, Jum Terima Dua Bacokan

Senin, 31 Juli 2017 - 00:00:00 WIB
JPU Banding

2 Terdakwa Kasus Trenggiling di Vonis 5 Bulan

Selasa, 11 Juli 2017 - 00:00:00 WIB

Bergaya Preman, Kades Pangkalan Jambi Dinilai Arogan

Rabu, 05 Juli 2017 - 00:00:00 WIB

BPOM Pekanbaru Dinilai Kurang Tanggap Soal Beras Plastik

Selasa, 20 Juni 2017 - 00:00:00 WIB

Ini Penjelasan Kapolri Terkait Mutasi Kapolda Sumut

Senin, 05 Juni 2017 - 00:00:00 WIB

Kominfo Bantah Tenaga Honor Diberhentikan Tanpa Dasar

Minggu, 28 Mei 2017 - 00:00:00 WIB
Hasil Otopsi

Polisi Menduga Suryo Utomo Bunuh Diri

Senin, 15 Mei 2017 - 00:00:00 WIB

Banding Ditolak, M Guntur Ajukan Kasasi

Senin, 15 Mei 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+