Selasa, 20 Juni 2017 - 00:00:00 WIB

BPOM Pekanbaru Dinilai Kurang Tanggap Soal Beras Plastik

Riaupunya.com - Dugaan beredarnya beras plastik yang didapati masyarakat dari pedagang kelontong di kawasan Jalan Cipta Karya, Kecamatan Tampan. Hingga saat ini sama sekali belum ada kejelasan dari pihak Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pekanbaru.

Bahkan terkait penemuan itu Pihak Balai BPOM ketika dijumpai, Selasa 20 Juni 2017 pagi tampak kurang tanggap tentang hal tersebut.

"Itu bukan tupoksi kami, kalau dibutuhkan untuk melakukan uji laboratorium kami akan mencoba," kata Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM), Mohamad Kashuri, seperti dilansir riauaktual.com.

Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya selama ini belum pernah menemukan beras plastik di daerah Provinsi Riau, begitu juga pihaknya belum pernah melakukan uji sampel terkait beras plastik.

"Selama ini belum pernah kami temukan, plastik juga lebih mahal dari beras. Saat ini kami fokus ke pangan olahan," Ungkapnya.

Padahal sebelumnya seperti yang disampaikan oleh Kabid Perdagangan Disperindag Pekanbaru Mas Irba Sulaiman, Senin 19 Juni 2017 kemarin. Bahwa pihaknya akan masukan surat resmi dan juga sampelnya.

Namun melihat kondisi waktu yang singkat ia berharap pihak di BPPOM bisa merespon dengan cepat.

"Seharusnya jika ada penemuan yang seperti ini langsung koordinasi. Kasihan lah dengan masyarakat, kalau memang mengandung plastikkan bisa kami sampaikan dan kami akan menariknya," Ungkapnya.

Ia juga telah menjelaskan bahwa saat ini pihaknya sudah mengantongi distributor dari beras yang diduga bercampur plastik tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, Disperindag Pekanbaru mendapati laporan dari warga soal adanya indikasi beras bercampur plastik. Dimana, Suci (28) salah seorang warga Jalan Suka Karya mendapati beras yang ia beli terapung saat direndam ke air. Setelah mendapat laporan, Disperindag langsung turun ke lokasi. Benar saja ada 2 jenis beras yang di curigai Disperindag yang diduga bercampur beras plastik.

Yakni beras merek Belida dan merek Topi Koki. Setelah di cek secara fisik pihak Disperindag menyatakan bahwa ada indikasi awal beras yang ditemukan bercampur beras plastik. Karena selain warna beras yang tidak biasa (putih mengkilat, red) saat direndamkan ke air beberapa butir beras mengambang ke atas. Ciri-ciri fisik tersebut mirip dengan beras plastik.

Namun pihak Disperindag tidak bisa mengeluarkan statement pasti apakah beras tersebut benar bercampur plastik atau tidak. Dengan alasan, kebenaran tersebut hanya bisa dipastikan lewat pengujian laboratorium. Selain itu Disperindag juga tidak menutup warung yang berjualan. Hanya penyampaian secara lisan kepada pemilik warung untuk tidak menjual beras tersebut sampai hasil laboratorium keluar.***

Berita terkini

Ini Penjelasan Kapolri Terkait Mutasi Kapolda Sumut

Senin, 05 Juni 2017 - 00:00:00 WIB

Kominfo Bantah Tenaga Honor Diberhentikan Tanpa Dasar

Minggu, 28 Mei 2017 - 00:00:00 WIB
Hasil Otopsi

Polisi Menduga Suryo Utomo Bunuh Diri

Senin, 15 Mei 2017 - 00:00:00 WIB

Banding Ditolak, M Guntur Ajukan Kasasi

Senin, 15 Mei 2017 - 00:00:00 WIB

Saat Tidur, Warga Kuansing Dikejutkan Air Masuk Rumah

Sabtu, 13 Mei 2017 - 00:00:00 WIB

Elza Syarief Diperiksa terkait Andi Narogong

Rabu, 10 Mei 2017 - 00:00:00 WIB

Ibu-ibu ini Bagikan Makanan Gratis di Aksi Simpatik 55

Jumat, 05 Mei 2017 - 00:00:00 WIB

Pabrik Kerupuk di Duri Ludes Dilalap Sijago Merah

Jumat, 05 Mei 2017 - 00:00:00 WIB

Terjadi Kemacetan Parah di Malioboro, ini Pemicunya

Rabu, 03 Mei 2017 - 00:00:00 WIB

KPK Periksa Keponakan Novanto Terkait Kasus e-KTP

Rabu, 03 Mei 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+