CERPEN Abdul Wahid
ME TIME
MUSIM kemarau sudah mulai terasa, suhu di kota ku mulai meninggi, siiring dengan hujan yang tak kunjung turun membasahi bumi. Saat pagi menyingsing aroma asap berkabut juga sudah mulai menyelimuti bumi, begitulah kota ku yang dikelilingan oleh daerah hutan dan lahan gambut, musim kemarau menjadi sangat rawan kebakaran lahan dan hutan.
Pagi itu seperti biasa diakhir pekan, Aku menyalurkan hoby untuk menulis, hoby yang membuatku bisa hapy. Seperti teman-teman yang lain juga menyalurkan hobynya diakhir pekan, hoby merupakan kegiatan yang dilakukan sesorang dengan senang hati dan dilakukan pada waktu senggang, bukan sebagai pekerjaan utama.
“Ayah masih lama,” suara anak gadis kecil ku memecah suasana
“Yee.. baru juga mulai, “ guman ku
“Lupa kan Ayah, pagi ni ke sekolah adek ambil buku pelajaran baru” ujarnya manja
Walau agak berat aku meninggalkan laptop yang baru juga menyala, karena memang sudah janji semalam padanya untuk menemani ke sekolah.
Pekan ini ada beberapa tulisan yang harus kubuat, opini dan cerpen, beberapa teman minta tulisan ku untuk mengisi rubrik opini di laman medianya. Namun belum semua dapat dipenuhi, keterbatasan waktu setiap akhir pecan ada aja kegiatan yang tidak bisa pula ditinggalkan, jadilah menulis hingga larut malam.
“Hai Bro.. lagi dimana kah,” chat ku pada seorang teman
Kemaren pagi dia berkabar akan melakukan touring ke Teluk Kuatan yang lagi viral dengan tarian anak pacu jalurnya, Aura Farming Pacu Jalur telah menguncang dunia maya. Teman yang satu ini memang hobynya berjalan-jalan diakhir pekan.
“ Lagi Me Time Pak, “ Dia terbiasa memanggilku Pak, terbawa kebiasaan di kantor.
Sejenak Aku berpikir setelah membaca chatnya, me time apa bendanya ni pikir ku, sebelum menjawab Aku bertanya dulu dengan mbah google, takut nanti salah jawab.
“Me time adalah sebuah istilah yang mengacu pada waktu seseorang yang ia luangkan untuk dirinya sendiri. Tujuannya untuk terlepas dari segala gangguan dan tuntutan dari luar. Ini juga waktu yang tepat untuk merenung, merawat diri, dan mengisi kembali energy dengan menyalurkan hoby.” begitu jawabannya
“Mohon maaf sudah mengganggu, kirain masih di Tepian Narosa” jawabku
“Langsung balik kemaren sore, ga pake nginap”terangnya
“Oooo..baiklah, lanjutlah me timenya” imbuhku
Sejenak Aku merenung me time… ya rupanya selama ini Aku setiap akhir pekan menikmati me time dengan menyendiri berteman laptob, music, cemilan kacang, dan minuman favorite air putih, teh gula aren, atau air kelapa. Menyalurkan hoby menulis, namun tidak tau pula itu istilahnya me time.
Ternyata me time sangat penting. Terutama untuk yang sehari-hari berkutat dengan pekerjaan, tanggung jawab dan tuntutan lain. Semua ini seringkali menghambat untuk mendapatkan waktu sendiri.
Nah, me time juga memberi kesempatan untuk berimajinasi dan memikirkan ide-ide baru. Tentu saja cara ini mampu meningkatkan kreativitas dan inovasi untuk aspek kehidupan kamu. Selain itu, ketika sudah merasa lebih baik, kamu cenderung akan berinteraksi dengan orang lain lebih positif.
“Me time.. semua kita mungkin sudah menikmatinya, dengan istilah dan cara yang berbeda, ya…. Me time…”





























































