Senin, 15 Februari 2021 - 06:53:26 WIB

Alasan Pemerintah Gratiskan Pajak Mobil Baru 

RIAUPUNYA-- Pemerintah akan membebaskan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) mobil selama tiga bulan, yakni pada Maret hingga Mei 2021. Tujuannya untuk mendorong pertumbuhan sektor otomotif yang lesu selama pandemi virus corona (Covid-19).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memperkirakan insentif pajak mobil bisa meningkatkan produksi mobil. Proyeksi dari Kementerian Perindustrian, kata dia, produksi mobil bisa mencapai 81.752 unit dan menyumbangkan pemasukan negara sebesar Rp1,4 triliun lewat insentif tersebut.

"Kebijakan tersebut juga akan berpengaruh pada pendapatan negara yang diproyeksi terjadi surplus penerimaan sebesar Rp1,62 triliun," katanya dalam keterangan resmi dikutip Minggu (14/2).


Airlangga juga berharap relaksasi PPnBM didukung dengan revisi kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar uang muka (down payment/DP) kredit kendaraan bermotor bisa nol persen dari bank dan perusahaan pembiayaan (multifinance). Begitu juga dengan penurunan aktiva tertimbang menurut risiko (ATMR) untuk kendaraan bermotor.

Sejalan dengan itu, ia berharap produsen dan dealer penjual menyambut positif insentif tersebut dengan memberikan skema penjualan yang menarik sehingga dampaknya semakin optimal. Dengan demikian, penjualan mobil yang mulai bangkit sejak bulan Juli 2020 bisa kembali terangkat.

"Harapannya dengan insentif yang diberikan bagi kendaraan bermotor ini, konsumsi masyarakat berpenghasilan menengah atas akan meningkat, meningkatkan utilisasi industri otomotif dan mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama tahun ini," tuturnya.

Terpisah, Kementerian Keuangan menyatakan kebijakan diskon pajak diambil untuk membantu pemulihan ekonomi. Nantinya, kebijakan diskon pajak ini menggunakan skema PPnBM yang ditanggung pemerintah.

Menteri Keuangan Sri Mulyani sendiri bakal menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) terkait diskon pajak sebagai aturan pelaksana dan ditargetkan mulai berlaku pada Maret 2021.

"Mengambil momentum pemulihan ekonomi, pemerintah mempersiapkan kebijakan insentif penurunan tarif PPnBM," terang Kemenkeu dalam keterangan resmi, seperti dikutip dari Antara.

Sementara itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita meyakini gratis pajak mobil tersebut bisa mengembalikan produksi mobil dalam negeri ke level 1 juta unit, seperti sebelum pandemi Covid-19. Tahun lalu produksi mobil di Indonesia rontok sekitar 46 persen menjadi 690.150 unit akibat pandemi.

"Kembali ke produksi mendekati 1 juta unit produksi," kata Agus dikutip dari Antara.

Ia mengatakan sektor otomotif penting bagi perekonomian, lantaran melibatkan banyak sektor pendukung. Selain itu, sektor otomotif memiliki nilai tambah rata-rata Rp700 triliun, serta 91,6 persen pasar otomotif dipasok industri lokal dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sebesar 60 persen-70 persen.

Untuk diketahui, besaran potongan pajak mobil itu merosot menjadi 50 persen dari tarif normal pada tiga bulan berikutnya. Lalu, menjadi 25 persen dari tarif normal selama empat bulan berikutnya.

Diskon pajak itu diberikan untuk kendaraan bermotor segmen kurang atau sama dengan 1.500 cc kategori sedan dan 4x2. Segmen tersebut dipilih karena merupakan segmen yang diminati kelompok masyarakat kelas menengah dan memiliki pembelian dalam negeri (local purchase) di atas 70 persen.(CNNIndonesia/Wal)

Berita terkini

Babinsa Siap Dukung  Tim Satgas Covid-19 Kelurahan 

Minggu, 14 Februari 2021 - 10:41:09 WIB

Kode Keras Mbappe Tinggalkan PSG

Minggu, 24 Januari 2021 - 06:10:39 WIB

Komsos,Serda Sumarsono Imbau Warga Taati 4 M

Jumat, 22 Januari 2021 - 11:17:55 WIB

Babinsa Sukaramai Apel Gabungan di Pos Ramayana

Senin, 04 Januari 2021 - 09:48:47 WIB

Serda Khairuddin Gelar Berkibar di Kecamatan Sumahilang

Senin, 14 Desember 2020 - 10:42:26 WIB

Ekonomi China,  Eropa dan AS Diproyeksi Pulih Tahun Ini

Jumat, 11 Desember 2020 - 05:40:56 WIB

Babinsa Berikan Pendamping ke Warga Penerima BST 

Minggu, 06 Desember 2020 - 13:25:20 WIB

BPOM: Izin Pakai Darurat Vaksin Tak Mesti Uji Klinis di RI 

Jumat, 27 November 2020 - 10:29:05 WIB

RI Dorong Peningkatan Dagang dan Investasi dengan Ethiopia 

Jumat, 27 November 2020 - 10:28:00 WIB

5 Olahraga yang Memperkuat Pernafasan 

Jumat, 20 November 2020 - 08:09:13 WIB

Tangkap Penyuap Nurhadi, KPK Janji Ciduk Buronan Lainnya 

Jumat, 30 Oktober 2020 - 06:11:57 WIB

Pengusaha soal Upah Minimum 2021: Demi Keberlangsungan Usaha

Selasa, 27 Oktober 2020 - 09:45:28 WIB

Babinsa Kota Tinggi Gelar Protokol Kesehatan di MP 

Minggu, 25 Oktober 2020 - 10:27:42 WIB

Trump Arang Fauci, Sebut Orang AS Bosan Corona

Selasa, 20 Oktober 2020 - 08:16:32 WIB

Makin Ketat, Pengemudi di Inggris Tak Boleh Pegang Ponsel 

Selasa, 20 Oktober 2020 - 08:14:49 WIB

Babinsa Gelar Komsos dan Cek Peralatan Prokes

Rabu, 07 Oktober 2020 - 10:50:22 WIB

Pemilu 2019, KPU Pekanbaru Mulai Merakit Kota Suara

Senin, 18 Februari 2019 - 13:50:56 WIB

Jika Jadi Gubri, LE akan Cabut Pergub Tentang BBM

Rabu, 24 Januari 2018 - 00:00:00 WIB

Ini Seruan KAHMI Untuk Pilgub DKI Rabu Lusa

Senin, 17 April 2017 - 00:00:00 WIB

Fahri Ngotot Ajukan Hak Angket Kasus e-KTP, ini Kata KPK

Selasa, 14 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Ketika Kotak Kosong Jadi Pemenang di Pilkada Serentak 2017

Selasa, 07 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

KPUD DKI Terus Bersiap Diri Jelang Putaran Kedua Pilgub

Rabu, 01 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Kasus Gizi Buruk di Pelalawan Cendrung Meningkat

Rabu, 25 Januari 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+

Advertorial

Religi

Tata Cara dan Doa Wudu yang Benar sesuai Tuntunan Rasul 

Tata Cara dan Doa Wudu yang Benar sesuai Tuntunan Rasul 

Jumat, 06 November 2020 - 11:19:16 WIB
360 Jamaah Umroh Indonesia Berangkat ke Arah Saudi

360 Jamaah Umroh Indonesia Berangkat ke Arah Saudi

Senin, 02 November 2020 - 09:57:02 WIB
Alquran Sebagai Obat Penyakit Hati

Alquran Sebagai Obat Penyakit Hati

Sabtu, 31 Oktober 2020 - 06:18:30 WIB