Senin, 27 Juli 2026 - 11:57:44 WIB

Peringati Hari Sungai Nasional 2026

Kolaborasi Umri dan PHR Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa dalam Monitoring Kualitas Air Sungai

PEKANBARU -- Dalam rangka merayakan Hari Sungai Nasional 2026 sekaligus meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam bidang analisis lingkungan, Program Studi Kimia dari Fakultas Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Kesehatan (FMIPAKes) di Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) bekerja sama dengan Laboratorium Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan melaksanakan kegiatan Pemantauan Kualitas Air Sungai, Senin 27 Juli 2026, di Kampus Umri.

Acara ini menghadirkan dua pembicara dari Laboratorium PHR Zona Rokan, yaitu Zetvi Sheptian, SSi, yang menjabat sebagai Analis Laboratorium North PHR Zona Rokan, serta Erik Indra Putra, ST, Analis Junior Laboratorium South PHR Zona Rokan, yang membagikan pengetahuan dan pengalaman seputar teknik pemantauan, pengukuran, dan analisis kualitas air sungai.

Acara ini secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor I Umri, Prof Dr Syafrizal Syahri, MSi, dihadiri oleh Dekan FMIPAKes Umri, Dr Prasetya, SSi MSi, Manajer Laboratorium PHR Zona Rokan, Dr Maulana Hardi, MSi, serta para dosen dan mahasiswa Program Studi Kimia.

Dalam pidatonya, Dekan FMIPAKes Umri, Dr Prasetya, menekankan bahwa Provinsi Riau memiliki sejumlah sungai besar, seperti Sungai Siak, Sungai Rokan, Sungai Kampar, dan Sungai Kuantan, yang berfungsi penting bagi kehidupan masyarakat dan mendukung berbagai aktivitas ekonomi. Riau sebagai daerah dengan kekayaan sumber daya alam memerlukan kerjasama untuk menjaga keutuhan lingkungan.

Ia menjelaskan bahwa salah satu langkah utama dalam melestarikan sungai adalah memantau kondisi kualitas air melalui proses yang tepat dan analisis yang mendalam.

"Mahasiswa adalah agen yang memiliki tanggung jawab menjaga kualitas air sungai, terutama yang berada di Riau. Dengan memahami keadaan kualitas air, mahasiswa bisa menjadi bagian dalam solusi untuk menjaga kelestarian lingkungan," katanya.

Di sisi lain, Manajer Laboratorium PHR Zona Rokan, Dr Maulana Hardi, menegaskan pentingnya sungai sebagai sumber kehidupan bagi masyarakat serta penyangga ekosistem. Oleh karena itu, pemantauan kualitas air perlu dilakukan secara berkesinambungan.

"Mudah-mudahan kegiatan ini mampu membangun kesadaran kita semua untuk menjaga kualitas air sungai. Kami dari Laboratorium PHR bertugas melakukan monitoring, pengukuran, dan analisis kualitas air sungai guna memastikan air yang dikembalikan ke lingkungan telah memenuhi baku mutu yang dipersyaratkan," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor I Umri Prof Syafrizal Syahri, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi dan industri dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, riset, serta kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Ia menjelaskan bahwa kualitas air sungai dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik aktivitas manusia maupun perubahan kondisi lingkungan. Karena itu, mahasiswa sebagai insan akademik dituntut memiliki kemampuan memahami kondisi lapangan, menguasai metode pengukuran kualitas air, sekaligus mampu menawarkan solusi berbasis ilmu pengetahuan.

"Harapan kami, seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik. Ke depan, mahasiswa tidak hanya memahami cara mengukur kualitas air sungai, tetapi juga mampu mengedukasi masyarakat, terutama mereka yang tinggal dan memanfaatkan kawasan di sekitar sungai," ungkapnya.

Ia juga memperkenalkan Program Ekoriparian Umri sebagai salah satu bentuk nyata komitmen universitas dalam pemberdayaan kawasan sungai melalui integrasi aspek pelestarian lingkungan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat, sehingga sungai tetap terjaga dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.

Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga diisi dengan sesi berbagi pengalaman mengenai praktik monitoring, pengukuran, dan analisis kualitas air sungai yang diterapkan di Laboratorium PHR Zona Rokan. Melalui kolaborasi antara dunia akademik dan industri tersebut, mahasiswa memperoleh wawasan sekaligus penguatan kompetensi teknis di bidang analisis kualitas air.

Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga berperan sebagai agen perubahan yang aktif berkontribusi dalam menjaga kelestarian sungai dan lingkungan hidup di Provinsi Riau.**

Berita terkini

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+