Dewan Sebut Proses Langka dan Aneh
Proyek Pembangunan Gedung IGD RSJ Tampan Dipangkas di Tengah Jalan
Riaupunya.com -- Proyek Pembangunan Gedung Instalasi Darurat (IGD) Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan dinilai aneh dan sedikit langka oleh anggota DPRD Riau. Pasalnya, anggaran pembangunan yang dianggarkan sebesar Rp34 miliar dalam apbd Riau tahun 2017, namun kegiatan proyek dipangkas yang dilaksanakan hanya sebesar Rp28 miliar.
"Prosesnya menurut saya sedikit aneh, tapi mereka (pihak RSJ Tampan, red) siap mempertanggungjawabkannya. Kegiatan diipotong kegiatan tengah berjalan. Ini termasuk langka, tetapi mereka siap mempertanggungjawabkannya mereka memiliki berita acara dengan pendamping kejaksaan sesuai perhitungan konsultan," terang Ketua Komisi E DPRD Riau Aherson kepada wartawan kemarin di gedung DPRD Riau.
Menurut Politisi Demokrat ini lazimnya kegiatan yang dianggarkan dalam Apbd dilaksanakan sesuai dengan jumlah anggaran yang dianggarkan. Namun, dalam pembangunan RSJ Tampan ini tidak misalnya dianggarkan sepuluh, namun yang dilaksanakan delapan.
"Saya sudah manggil pihak RSJ, alasan mereka karena ada beberapa kali tender gagal, jadi mereka tidak menyanggupi kegiatan fisik itu. Maka dilakukan pendampingan kejaksaan, maka disepakati untuk waktu sisa itu, karena tidak terburu makanya dipotong sebagian karena itu dan kegiatannya dipending kegiatan Rp6 miliar," terang Aherson.
Untuk mempertanggungjawabkan kegiatannya Pihak RSJ harus memberikan pertanggungjawabkannya sesuai dengan kontrak pembangunan Rp28 miliar. Kemudian, jika ada masalah pihak RSJ siap mempertanggungjawabkan pembangunan gedung IGD RSJ Tampan tiga lantai tersebut.
"Kita lihatlah nanti, apakah sudah sesuai dengan kontrak pembangunan gedung IGD RSJ tersebut senilai Rp28 miliar," pungkas Aherson. (rdi)


























































