Seperti ini Kondisi Novel Baswedan Setelah Hampir Sebulan di Singapura
Riaupunya.com -- Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan hampir sebulan dirawat intensif di sebuah rumah sakit di Singapura, usai diteror air keras oleh orang tidak dikenal pada, 11 April 2017, lalu.
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah membeberkan kondisi terkini Novel Baswedan setelah dirawat selama 29 hari di rumah sakit. Menurut Febri, ada perkembangan yang signifikan terhadap dua mata Novel Baswedan.
"Setelah menjalani serangkaian pengobatan dan perawatan intensif di Singapura, terdapat sejumlah perkembangan," kata Febri di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, seperti dilansir okezone.com, Rabu 10 Mei 2017.
Meski terdapat perkembangan yang signifikan, ditambahkan Febri, Novel masih harus menjalani serangkaian test untuk kedua matanya agar benar-benar pulih total.
"Hari ini dilakukan pengetesan membaca huruf dan angka di tembok. Mata kiri hanya bisa melihat huruf dengan ukuran terbesar di bagian paling atas. Namun mata kanan sudah lebih maju, bisa melihat hingga yang terkecil," paparnya.
Bukan hanya itu, kata Febri, tim dokter juga melakukan kegiatan observasi kedua mata Novel dengan menggunakan alat. Hasilnya, mata kanan Novel cukup bagus, serta ada pertumbuhan selaput kornea.
"Sedangkan mata kiri yang lebih banyak terpapar cairan air keras tersebut, tekanan mata lebih tinggi, penumpukan kalsium stagnan, dan pembuluh darah sekiling bola mata yang berfungsi hanya samping kiri," tutupnya.
Sekadar informasi, Novel Baswedan mendapatkan teror penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal usai solat subuh di sebuah Masjid di kawasan rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Selasa, 11 April 2017, lalu.
Akibatnya, Novel mengalami luka cukup serius dibagian matanya hingga harus dirawat intensif di rumah sakit di Singapura setelah sempat menjalani pengobatan di rumah sakit di Jakarta.***






























































