Selasa, 15 Januari 2019 - 15:05:31 WIB

Diduga Menjadi Sekretariat LGBT, Kantor Opsi di Pekanbaru Diseruduk Warga

Mulyadi anggota dewan Kota Pekanbaru Saat berbincang Kepada Salah Seorang Penghuni Kantor Opsi

Riaupunya.com -- Keberadaan Kantor Sekretariat lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) di lingkungan tempat tinggalnya, membuat puluhan Warga Jalan Garuda Sakti KM 3 Kelurahan Air Putih, Kecamatan Tampan, RT 02 RW 03, Kecamatan Tampan yang resah ramai-ramai mendatangi tempat tersebut, Selasa 15 Januari 2019 siang.

Warga ramai-ramai datang di lokasi yang tidak jauh dari pasar Uka tersebut. Baru tiba, warga melihat terpasang plang nama Sekretariat Organisasi Perubahan Sosial Indonesia (Opsi Riau).

Saat warga datang, rumah yang diduga menjadi tempat perkumpulan LGBT tersebut tampak dikelilingi rumah warga. Dari luar, terdengar suara dentuman musik begitu jelas terdengar dari dalam.

Kedatangan warga dan anggota dewan perwakilan rakyat dan ketua RT setempat, langsung direspon seorang lelaki berambut pirang.

Menurut Haidi salah satu warga sekitar mengatakan, ia dan warga lainnya merasa khawatir dan risih dengan adanya kelompok LGBT berkantor di daerahnya tersebut.

"Menurut kita, keberadaan mereka selalu mengganggu. Jangan kasih ruang organisasi seperti LGBT di daerah ini," kata Haidi, seperti mengutip riauaktual.com.

Awalnya, kata Haidi, rata-rata warga di sini tak tahu itu kantor apa. "Setelah kita tahu, kami tidak ingin diazab Allah karena perbuatan mereka," ungkap Haidi.

Mulyadi anggota dewan Kota Pekanbaru yang ikut turun mendampingi warga, juga mempertanyakan kebenaran informasi kepada pria yang keluar dari kantor sekretariat tersebut. Bahkan, ia mengaku seorang pekerja seks.

Saat masuk kedalam rumah, ditemukan beberapa pajangan photo lelaki dengan dandanan wanita juga banyak ditemukan di sana. Bahkan alat kontrasepsi juga ditemukan terpajang.

"Itu foto punya teman saya pak, kami di sini tinggal dua orang," kata pria yang mengaku bernama Adi yang tinggal di rumah tersebut.

Keresahan warga sekitar, dikarenakan warga menilai kelompok menyimpang ini berbahaya. Warga takut, jika sudah berkantor dipastikan kelompok tersebut akan terus berkembang.

"Mereka itu sudah mengganggu, terkadang mereka menghidupkan musik sampai jam dua malam," kata seorang warga bernama Gatot.

Mendengar keluhan warga Mulyadi, selaku anggota dewan perwakilan rakyat tersebut menegaskan agar pihak terkait secepatnya mengambil langkah tegas.

"Keluhan warga ini sudah sudah saya sampaikan kepala Satpol PP. Ia meminta agar kantor ini dibubarkan. Karena sudah jelas, banyak ditemukan alat kontrasepsi dan lainnya," ungkap Mulyadi.***

Berita terkini

Elza Syarief Diperiksa terkait Andi Narogong

Rabu, 10 Mei 2017 - 00:00:00 WIB

Ibu-ibu ini Bagikan Makanan Gratis di Aksi Simpatik 55

Jumat, 05 Mei 2017 - 00:00:00 WIB

Pabrik Kerupuk di Duri Ludes Dilalap Sijago Merah

Jumat, 05 Mei 2017 - 00:00:00 WIB

Terjadi Kemacetan Parah di Malioboro, ini Pemicunya

Rabu, 03 Mei 2017 - 00:00:00 WIB

KPK Periksa Keponakan Novanto Terkait Kasus e-KTP

Rabu, 03 Mei 2017 - 00:00:00 WIB

Begini Penilaian Fadli Zon Terhadap Jaksa Agung

Jumat, 28 April 2017 - 00:00:00 WIB

Kota Bandung Kembali di Landa Hujan Es

Minggu, 23 April 2017 - 00:00:00 WIB

PS Ditutup, Satpol PP Bengkalis tak Bernyali Tutup Gelper

Kamis, 20 April 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+