Senin, 14 Mei 2018 - 00:00:00 WIB

Bagian IV

Iman dan Amal Saleh atau Aqidah dan Syariah

OLEH sebab itu, percobaan yang pertama hendak membunuh Islam itu tidaklah berhasil. Ternyata kian ditekan kian melawan. Ketika lemah mereka itu menaruh dendam dan mengumpulkan kekuatan. Dilakukanlah ikhtiar yang kedua, yaitu dari segi pendidikan dan mengubah cara berpikir.

Dilakukan politik pendidikan "mendekati". Yang terkenal dengan nama "Etik Politik"

Apa sebab maka bangsa penjajah itu kuat sehingga dapat menakluki negeri Islam? sebab ialah karena mereka lebih terpelajar dan mereka tidak terikat oleh agama.

Jadi, kalau orang Islam hendak maju seperti orang Barat, tidak ada jalan lain, hanyalah dengan melonggarkan ikatakan agama itu. Orang Islam harus pandai menyesuaikan diri dengan keadaan, jangan fanatik, mesti lapang dada, bahkan mesti pandai hidup secara modrn! Hidup secara Barat. Kalau tidak, tentu tidak dapat maju.

Memang kemegahan Barat atau negeri penjajah itu amat menyilaukan mata. Orang-orang tua terpaksa menyerahkan puteranya kepada sekolah-sekolah kepunyaan pemerintah yang berkuasa. Kalau tidak, niscaya tidak dapat hidup.

Jelaslah dasar pendidikan yaitu "neutral agama". Artinya, pada sekolah-sekolah pemerintah, agama tidak diajarkan. Semata-mata tidak diajarkan lagi sudah membawa kelemahan, apatah lagi kalau ditambah pula dengan pengajaran setiap hari yang berisikan anasir racun kejemuan, muak dan bosan, dan akhirnya benci kepada agama.

Yang penting dipelajari adalah bahasa dari bangsa yang menjajah. Karena dengan mempelajari bahasa itu naiklah tingkat dan dihargai oleh bangsa yang dipertuan itu. Adapun bahasa Arab sebagai bahasa Islam, kian lama kian hilang.

Dalam buku-buku pengajaran digambarkan anak negeri asli dengan muka bodoh dan seburuk-buruknya, kakinya tidak berterompah, orangnya bodoh-bodoh. Bangsa kuli, petani yang kurus, hidungnya pesek, dan mukanya hitam berminyak. Digambarkan pula orang Arab dengan jubahnya yang rimbih dan serbannya yang besar dan menipu orang! Adapun "bangsa tuan-tuan" mukanya berseri, sikapnya manis, dermawan dan tahu akan peri kemanusian! Bertambah naik kelas, dari sekolah rendah, sampai sekolah menengah permulaan dan sekolah menengah atas, bertambah jauh putra berpendidikan penjajahan itu dari masyarakat Islamnya, dari masyarakat desanya, dan orang tuanya.

Akhirnya setelah sampai sekolah tingi, mulailah diajarkan "agama Islam" dari segi ilmu pengetahuan Barat, pendapat Profesor anu, kupasan sarnaja polan, yang isinya ialah memandang Islam sebagai pandangan orang lain. Tidakkah kita heran kelak apabila mereka ini keluar dari dalam sekolahnya, rengganglah mereka dari masyarakatnya laksana renggangnya minyak dengan air. Bertemulah kita dengan orang Belanda yang lebih Belanda. Orang Perancis yang lebih dari Perancis, orang Inggris yang lebih dari Inggris, tetapi kulitnya hitam seperti kita.

Mereka tidak mengerti lagi memaki bahasa asli bangsa dan kaum seagamanya. Cara mereka berpikir pun, bahkan cara mereka bermimpi, sudah cara Belanda!

Kian lama kian beranilah mereka menyatakan bahwa agama Islam itu adalah kolot, hanya pakaian-pakaian "budak pondok" yang tidak megnarti kehidupan modrn! apabila ada yang berani membicarakan agama Islam di dekat mereka, mereka pun mencebikkan bibirnya, mengatakan orang yang membicarakan itu "fanatik".(bersambung)

Berita terkini

Begini Pesan Aras Mulyadi Kepada JCH asal UR

Rabu, 26 Juli 2017 - 00:00:00 WIB

Pembangunan Astaka MTQ Pekanbaru Sudah 75 Persen

Kamis, 20 Juli 2017 - 00:00:00 WIB

Wakil Bupati Bengkalis Lepaskan 27 Grup Pawai Takbir

Senin, 26 Juni 2017 - 00:00:00 WIB

UR Berbagi dengan Anak Yatim dan Kaum Dhuafa

Selasa, 20 Juni 2017 - 00:00:00 WIB

FK RT dan RW Meranti Pandak Taja Buka Puasa Bersama

Senin, 12 Juni 2017 - 00:00:00 WIB

Bupati Wardan Hadiri Buka Puasa Bersama KKIH Jakarta

Minggu, 04 Juni 2017 - 00:00:00 WIB

Polres Bengkalis Gelar Kegiatan Pesantren Kilat

Minggu, 04 Juni 2017 - 00:00:00 WIB

Ade Hartati Berangkatkan Anggota Tim Tirai Umroh

Selasa, 30 Mei 2017 - 00:00:00 WIB

SDIT Az-Zuhra Cipta Karya Santuni Anak Yatim

Rabu, 24 Mei 2017 - 00:00:00 WIB

42 Siswa SMPIT Inayah Wisuda Hafidz Qur'an

Jumat, 12 Mei 2017 - 00:00:00 WIB

Bupati Irwan Ajak Masyarakat Menyumbang Bangun Masjid

Selasa, 25 April 2017 - 00:00:00 WIB

Tutup MTQ Kecamatan Merbau, Ini Pesan Bupati Irwan

Rabu, 19 April 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+