Senin, 18 Mei 2026 - 13:42:04 WIB

Perpisahan Kelas 9 SMPN 2 Ujung Batu, Digagas Sederhana tapi Bermakna, Disdikpora Rohul: Tidak Memberatkan Orang Tua  

UJUNG BATU -- Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Rokan Hulu menegaskan bahwa kegiatan perpisahan atau pelepasan siswa tidak dilarang, namun harus dilaksanakan dengan prinsip sederhana, bermakna, dan tidak memberatkan. Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Bupati Nomor 6 Tahun 2026 yang menjadi pedoman bagi seluruh satuan pendidikan.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Kadisdikpora) Rohul, Alreza Ahyu, saat menghadiri acara pentas seni dan bazar masakan khas Melayu di SMP Negeri 2 Ujung Batu, dalam rangka pelepasan siswa kelas 9, Senin 18 Mei 2026.

"Sebenarnya perpisahan itu tidak dilarang. Bapak Bupati sudah mengeluarkan surat edaran nomor 6 tahun 2026. Di situ disampaikan bahwa perpisahan dilaksanakan secara sederhana, bukan tidak melaksanakan," tegas Alreza Ahyu.

Lebih jauh dijelaskan, aturan ini menekankan bahwa acara harus dilaksanakan di lingkungan sekolah, tidak boleh di luar sekolah. Tujuannya agar memanfaatkan sarana prasarana yang ada, sehingga biaya dapat ditekan namun nilai kebersamaan dan kenangan tetap terjaga.

"Artinya supaya kita melaksanakan perpisahan ini dengan sarana prasarana yang tersedia, makna dilaksanakan secara sederhana namun makna dari perpisahannya tidak hilang. Bagaimana mengingatkan kembali kenangan anak-anak selama di SMP, keharmonisan orang tua, komite, dengan guru. Ini yang kita inginkan," ujarnya.

Apresiasi Tanpa Pungutan Biaya

Salah satu poin yang sangat diapresiasi oleh Disdikpora adalah komitmen sekolah dan komite dalam penyelenggaraan acara ini yang tidak membebani orang tua. Dijelaskan bahwa seluruh kebutuhan acara didukung melalui sponsor dan gotong royong, tanpa menetapkan target sumbangan wajib dari wali murid.

"Kami cukup berbangga hati dengan para komite dan orang tua yang mensponsori acara ini, tidak melibatkan, tidak menyumbang, tidak menetapkan ketetapan bagaimana sumbangan. Ini yang kami harapkan," tambahnya.

Konsep ini disebutnya sebagai wujud nyata dari Catur Warga dalam pendidikan, yaitu kolaborasi antara pihak sekolah, keluarga, media, dan masyarakat. Pendidikan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah atau dinas saja, melainkan butuh dukungan semua elemen.

Meriahkan Acara dengan Budaya Melayu

Acara perpisahan kali ini dinilai sangat istimewa karena dikemas dengan kearifan lokal. Berbagai penampilan budaya, mulai dari pakaian adat, tarian, hingga kuliner khas Melayu ditampilkan secara meriah. Hal ini mendapat pujian khusus karena sejalan dengan visi pemajuan budaya daerah.

"Mungkin selama kami menjadi dinas pendidikan ini yang pertama kami hadiri. Karena itu kami sangat berterima kasih dan ini sangat mendukung program pemerintah bagaimana memperkenalkan budaya-budaya yang ada, khususnya budaya Melayu tanpa mengesampingkan budaya lain," ungkapnya.

Di akhir sambutan, pihaknya juga mengapresiasi kerja keras seluruh guru dan siswa yang telah mempersiapkan acara ini dengan sangat matang, bahkan rela berkorban waktu demi penampilan yang maksimal.

"Dengan mengharap ridho Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, acara pentas seni dan bazar masakan khas Melayu yang ditaja oleh SMP Negeri 2 Ujung Batu secara resmi kami nyatakan dibuka," tutupnya.

Kata Kepala Sekolah

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 2 Ujungbatu, Dra. Yeni Irmayati, M.Pd, menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas terselenggaranya acara tersebut.

Dalam sambutannya, Ibu Yeni Irmayati mengungkapkan rasa bangganya melihat antusiasme seluruh warga sekolah. Menurutnya, acara ini bukan sekadar perpisahan, melainkan wadah untuk menanamkan rasa cinta terhadap budaya sendiri sejak dini.

"Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas izin-Nya acara ini dapat berjalan dengan lancar dan meriah. Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Kadisdikpora, seluruh tamu undangan, guru-guru, komite, dan tentunya anak-anakku sekalian yang telah bekerja keras mempersiapkan segalanya," ujar Yeni Irmayati dengan penuh semangat.

Lebih jauh ia menegaskan, tema "Takkan Hilang Melayu di Bumi" yang diusung memiliki makna yang sangat dalam. Bahwa sebagai generasi penerus, siswa harus bangga dengan identitas dan jati diri bangsa.

"Kita ingin menanamkan kepada anak-anak, bahwa di tengah derasnya arus zaman dan teknologi, budaya Melayu kita harus tetap lestari. Mereka harus tahu asal usul, adat istiadat, pakaian, dan kuliner khas kita. Ini adalah bekal karakter yang sangat penting bagi mereka kelak," tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa konsep acara yang sederhana namun penuh makna ini adalah bukti kebersamaan yang kuat tanpa membebani pihak manapun.

"Terima kasih juga kepada para sponsor dan orang tua yang sudah mendukung penuh sehingga acara ini bisa terlaksana tanpa memungut biaya dari siswa. Semoga kebersamaan dan semangat gotong royong ini terus terjaga di SMPN 2 Ujung Batu," pungkasnya.(Lim)

Berita terkini

Pangdam Tuanku Tambusai Apresiasi Kampus Unilak

Sabtu, 24 Januari 2026 - 11:45:30 WIB

Pastikan Penerimaan MBG, Kasi Pendis Sidak  MI dan RA

Selasa, 09 Desember 2025 - 22:42:04 WIB

Bupati Afni Berencana Menambah Penerima Beasiswa Tahun 2026

Sabtu, 06 Desember 2025 - 07:25:31 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+