Kasus Pemukulan dan Pelecehan Wartawan Bengkalis, Kades Pangkalan Jambi Diperiksa Polisi
Riaupunya.com - Kepala Desa (Kades) Pangkalan Jambi Kecamatan Bukit Batu
Kabupaten Bengkalis Muhamad Karim, Sabtu (15/07/2017) diperiksa penyidik Polsek
Bukit Batu, Muhamad Karim diperiksa untuk dimintai keterangan sebagai saksi
dalam kasus pemukulan dan aksi ludah terhadap wartawan Metro Riau oleh Kades
yang terjadi beberapa waktu yang lalu dikantor Desa Pangkalan Jambi.
Kapolres Bengkalis AKBP Abas Basuni ketika dikonfirmasi
melalui Kapolsek Bukit Batu Kompol Hendrik ketika dikonfirmasi membenarkan atas
hal tersebut, Kades Pangkalan Jambi Muhamad Karim diperiksa sebagai saksi untuk
dimintai keterangan terkait laporan pemukulan terhadap wartawan Metro Riau.
"Memang benar, tadi Kades Pangkalan Jambi sudah
diperiksa untuk diminai keterangan oleh penyidik," kata Kapolsek
Dikatakannya lagi selain Muhamad Karim, sejumlah saksi
juga telah diperiksa diantaranya, pelapor,Sekdes, Bendahara dan satu orang dari
warga desa pangkalan jambi yang saat kejadian berada di Tempat Perkara Kejadian
(TKP).
"Sudah lima
saksi kita panggil dan diperiksa, hal ini dilakukan untuk melengkapi
berita acara pemeriksaan, selain itu juga visum terhadap pelapor sudah kita
ambil dari Puskesmas Bukit Batu," jelas Kapolsek.
Diberitakan sebelumnya Kepala Desa Pangkalan Jambi
Kecamatan Bukit Batu resmi dilaporkan wartawan Metro Riau Alfisnardo ke Polsek
Bukit Batu, terkait pelecehan profesi oleh Kades dan pemukulan yang terjadi di
kantor desa, Rabu (5/7/2017) pagi tadi.
"Memang benar,
saya sudah membuat laporan ke Polsek Bukit Batu dengan nomor : LP/13/VII
/2017/Riau/Res/ Bks/Sek Bukit Batu,
terkait pelecehan yang di lakukan kades pangkalan Jambi Muhamad Karim
dan pemukulan yang dilakukan oleh seorang warga bernama yanto, " ujar
Alfisnardo.
Dikatakannya bahwa laporan ini dibuat karena Kades
dinilai arogan dan mengeluarkan kata-kata kasar yang seharusnya tidak terjadi,
apa lagi disaksikan perangkat desa saat itu.
"Seharusnya seorang Kades memiliki etika dan bukan
main ludah dan berkata kotor yang disaksikan perangkat desa dan saya juga menyayangkan
terjadinya pemukulan ini, " kata Alfisnardo.
(Sony)










































