Minggu, 09 April 2017 - 00:00:00 WIB

Karena hal ini Warga Ponorogo Diminta tak Kembali ke Rumah

Riaupunya.com -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo masih melakukan kajian terkait peristiwa tanah retak yang terjadi di Dusun Watuagung, Desa Dayakan, Kecamatan Badegan.

"Status siaga satu atau dua masih belum ditetapkan. Kami masih mencari alat pendeteksi, seismograf portabel untuk dipasang di lokasi, setelah itu baru saya akan komentar lebih dalam," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ponorogo, Sumani, Ahad 9 April 2017.

Untuk saat ini pihaknya fokus menangani 289 pengungsi yang tersebar di delapan titik, dengan mendirikan dapur dan menyediakan seluruh logistik yang diperlukan.

Lebih Lanjut Sumani menjelaskan, kejadian retakan tanah di Dayakan tersebut sudah berlangsung sejak tiga bulan yang lalu, pergerakan tanah berlangsung secara bertahap, dengan titik retakan tersebar seacara sporadis di kawasan permukiman seluas 10 haktare.

Kondisi retakan tanah paling parah terjadi di rumah milik Miswan Toimin, lebar retakan di rumah penduduk tersebut mencapai 40 centimeter dengan kedalam hingga empat meter. Selain rumah penduduk, kodisi serupa juga terjadi di gedung TK Muslimat, dinding sekolah retak dengan lebar mencapai 10 centimeter.

Sementara itu Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni mengatakan, untuk langkah mitigasi bencana, pihanya meminta seluruh warga yang berada di zona rawan untuk mengosongkan rumah dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.

"Kita menjaga warga itu (memastikan) agar jangan sampai kembali ke rumah, siang ataupun malam, sampai benar-benar dinyatakan aman oleh PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi)," ujar Ipong Muchlissoni.

Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalisir jatuhnya korban jiwa apabila sewaktu-waktu terjadi longsor besar seperti peristiwa di Desa Banaran, Kecamatan Pulung.

Orang nomor satu di Pemkab Ponorogo ini menambahkahkan, saat ini tim kaji cepat dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan PVMBG tengah melakukan proses penelitian di kawasan yang terdampak. Nantinya rekomendasi yang akan diberikan tim kaji cepat kan menjadi landasan pemerintah daerah untuk mengambil langkah strategis penanggulangan bencana.

"Kalau rekomendasinya adalah relokasi, maka akan kami relokasi, tapi harus disesuaikan dengan aturan perundang-undangan yang berlaku," imbuh Ipong.

Kapolres Ponorogo, AKBP Suryo Sudarmadi mengatakan, hingga saat ini pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap kondisi pergerakan dan retakan tanah yang ada di pernatasan Jawa Timur dengan Jawa Tengah tersebut.

"Memang sangat mengkhwatirkan, mungkin efeknya lebih dahsyat dari ini (Banaran) apabila terjadi longsor. Informasi dari kepala desa retakan sampai 10 hektare," ujarnya, seperti mengutip detik.com.

Namun lanjut kapolres, kondisi tanah di Dayakan berbeda dengan Banaran, karena lebih berbatu dan masih banyak vegetasi yang tumbuh di atasnya, sehingga dimungkinkan proses pergerakan tanah lebih lambat.

"Ini cepat atau lambat akan terjadi, makanya kami sudah sampaikan ke pihak kepala desa agar warga mengungsi. Namun kami tidak bisa memaksa, yang jelas saat ini kami terus melakukan pemantauan," ujarnya.

Disisi lain, dari informasi yang dihimpun, warga yang ada di zona rawan hanya mengungsi pada mlam hari, sedangkan siang hari mereka kembali ke kampung untuk mejakankan aktivitas.***


Berita terkini

Kawannya Diburu, Polres Rohul Tangkap Seorang Tersangka Narkoba

Selasa, 21 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Jalur Rel Terendam, Sejumlah Perjalanan KRL Sempat Terganggu

Selasa, 21 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Istri Karyawan PT Torganda Rohul Meninggal dengan Leher Terikat

Minggu, 19 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Dua Bank Di Tembilahan di Lempari Bom Molotov

Sabtu, 18 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Selundupkan Sabu 60 Kg, 3 WN Taiwan dan 1 WNI Divonis Mati

Sabtu, 18 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Tiga Rumah Digerus Longsor Akibat Luapan Sungai Citarum

Sabtu, 18 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Warga Lombok yang Dideportasi dari Jepang Tidak Terkait ISIS

Jumat, 17 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Bukit Duri, Banjirmu Dulu dan Kini..

Jumat, 17 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Dugaan Kriminalisasi, DPR Usulkan TPF

Kamis, 16 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

BNPB: Korban Banjir Jakarta Hari Ini Capai 7.788 Jiwa

Kamis, 16 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Demokrat: SBY Tak Intervensi, Antasari Jangan Lempar Fitnah

Selasa, 14 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Polda Bali Tetapkan Penyebar Video Munarman Sebagai Tersangka

Selasa, 14 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Polisi Dampingi Mahasiswi Swiss Korban Pemerkosaan di Bali

Selasa, 14 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+