Minggu, 26 Juli 2026 - 10:18:03 WIB

Pondok  Pesantren Al-Hidayah BAZNAS Riau I: Pengabdian Sunyi Di Ujung Negeri 

PELALAWAN -- Mengunjungi PondokPesantren Al-Hidayah BAZNAS Riau I di Pulau Penyalai (Mendol) adalah programTim Pendis BERGERAK KantorKementerian Agama Kabupaten Pelalawan sejak awal tahun sudahjadwalkan beberapa kali, namun mendapat berbagai hambatan, akhirnya sampai jugapada Kamis 23 Juli 2026 lalu.

Walau harus menempuk perjalan darat dan laut yang cukup menguji adrenalin. Tim Pendis terdiri dari AbdulWahid, Kasi Pendis, Coy, Dika dan Akir, di dampingiH. Zuleka Bendahara Yayasan Al-Hidayah Pulau Mendol yangmenaungi pondok pesantren tersebut.

Untuksampai ke komplek pondok pesantren Al Hidayah, harus menaikisepeda motor, dilanjutkan dengan berjalan kaki barulah sampai dihalamannya. Jangan dibayangkanhalamanpondok yang berlantakan semen atautanah keasberumput, disini beda, walau berumput, tapi tanahnya lembab berair, salah pijak melangkah bisa tenggelam kaki. Pondok ini berdiri diatas tanah rawa bergambut, terletak jauh dari rumah penduduk. Kami disambut para santriyang sudah terbiasaberjalan diantaragenangan air disela rerumputan.

https://riaupunya.com/gambar/foto/794082517.jpg

Yayasan Al-Hidayah Pulau Mendol mengelola sebuah Pondok Pesantren yang diberi nama Pondok Pesantren Al-Hidayah Baznas Riau I yang memiliki lahan seluas 16.487,32 M2 yang terletak di RT 024 RW 008 Desa Sungai Perak Kecamatan Kuala Kampar Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau.

Pondok Pesantren Al-Hidayah Baznas Riau I merupakan Lembaga Pendidikan Agama Islam yang dialih kelola berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 22346 Tahun 2022 tentang Penetapan Pembaruan Piagam Statistik Pesantren Al Hidayah Baznas Riau I.

Pondok Pesantren ini beridiri di bawah Yayasan Al-Hidayah Pulau Mendol yang disahkan oleh Keputusan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor : AHU-AH.01.06-0032618 Tanggal 20 April 2022.

"Kami sudahditunggu pimpinan pondok Ustadz Ilham, beserta majelisguru, dan tata usaha turut bersama YaiLeka. Tadinya kami membayangkan pengasuh pondoksudah tua, namun ternyata pondok ini beda dikelola oleh orang-orang muda yang masihenerjik untuk mengabdikan ilmunya. Ada haru dan bangga melihat orang-orang muda yang sarjana dari berbagai ilmu mau mengabdidalam sunyi di ujung negeri. Merekaadayangasli putra pulau penyalai, mengabdi di kampong halaman setelah menamatkan kuliah, ada juga dari berbagai daerah lain diluar PropinsiRiau, "

Saat ini ada 130 orang santriwan dan santriwati yang menimmba ilmu disana, diasuh oleh 20orang ustadz dan ustadzah. Dengan program andalanTahfiz Quran, Hadist, Fiqih, dan dakwah lansung ke masyarakat melalui mimbar jumat keliling.

“Alhamdulillah, para santrikita latih sejak dini menjalin komunkasi dan berintegraksi dengan masyarakat sekitar, dengan demikian masyarakat ikut merasakan dampak positifkeberdaan pondok,” terang Ilham putra Aceh ini.

“Tujuan dari pendirian pondok ini oleh yayasan adalahuntukmeningkatkan sumberdaya manusia putra putri pulau penyalaiyangtergolong masyarakat miskin, dan anak-anak dari keluarga mualaf , membentinggi diri merekadengan bekal ilmu agama, taat beribadah, dan peduli pada lingkungan disekitarnya.”ungkap Yai Leka.

https://riaupunya.com/gambar/foto/1597069544.jpg

Dalam sesi silaturahmi dan dialog, Abdul Wahid menyampaikan ucapan terimakasih kepada pengurus yayasan, pimpinandan pengurus pondok, ustadzdan ustadzah yang telah membantu tugas kementerian agama dalam hal pendidikan, dan pembinaan kehidupan beragamaumat.

“Semua pengorbanan Pengurus, Pimpinan, dan uztadz ustadzahsemua, tidak bisa kami nilaidengan materi, telah mengemban amanah Kemenagdalam mencerdaskan dan menanamkan tauhid pada anakbangsa. Teruslah tanamkan cinta agama, tanahair,bangsa dan negara”tegasnya

Dihadapan majelis pertemuan itu, Wahid memotivasi ustadz dan ustadzah, agar memafaatkan teknologi informasi untuk mengembangkan potensidiri. Walau mengabdi jauhdi pelosok negeri, namaun dengan sarana teknoligi media yangada saat ini, jangan pernah berhenti untuk terus menambah ilmu dan keterampilan, serta mengembangkan potensi diri.

Acara silaturahmiditutup dengan sholat zuhur berjamaah, dan makan siangbersama di ruangmakan pondok.Kebahagia yang berlipat ganda kembali dapat mengenang suasana makan bersama dipondok,semoga kelak ada waktu datang kembali. (rls)

Berita terkini

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+