Minggu, 09 Agustus 2026 - 09:05:00 WIB

Bekali Capaska dengan Wawasan Kebangsaan, Kesbangpol Bengkalis Tekankan Karakter dan Nasionalisme Gen Z

Dr H Suwarto saat memberikan materi kepada Gen z

BENGKALIS — Menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) bukan sekadar tentang berdiri tegap di lapangan dan menjalankan tugas mengibarkan Sang Merah Putih.

Di balik kehormatan tersebut, terdapat tanggung jawab besar untuk menjadi generasi muda yang disiplin, berintegritas, memiliki karakter kuat serta memahami nilai-nilai kebangsaan.

Pesan itulah yang ditekankan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bengkalis, Dr. H. Suwarto, S.Pd., M.Pd., saat memberikan materi wawasan kebangsaan kepada Calon Paskibraka (Capaska) Kabupaten Bengkalis Tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Marina Hotel Bengkalis, Sabtu 8 Agustus 2026 malam, sekitar pukul 20.00 WIB tersebut merupakan bagian dari rangkaian pembinaan dan pembekalan bagi para Capaska sebelum menjalankan tugas pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam kegiatan itu, Suwarto tidak hanya membahas wawasan kebangsaan secara teoritis. Materi juga diarahkan pada penguatan karakter Generasi Z, peran strategis generasi muda serta bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Gen Z Harus Cakap Teknologi, Kuat Karakter

Perkembangan teknologi informasi dan media sosial yang begitu cepat menjadi salah satu perhatian dalam pembekalan tersebut.

Generasi muda saat ini tumbuh dalam lingkungan digital yang memberikan akses informasi begitu luas. Kondisi itu, menurut Suwarto, harus diimbangi dengan kemampuan menyaring informasi dan tetap berpegang pada nilai-nilai Pancasila.

https://riaupunya.com/gambar/foto/8148411051.jpg

Antusias peserta Gen Z saat menyimak Kepala kesbangpol Dr H Suwarto berikan materi

“Saya ingin menegaskan kepada seluruh Capaska bahwa menjadi bagian dari Paskibraka bukan sekadar kebanggaan menggunakan seragam dan bertugas mengibarkan bendera Merah Putih. Lebih dari itu, kalian membawa tanggung jawab sebagai generasi muda yang harus memiliki karakter, disiplin, integritas dan jiwa nasionalisme,” tegas Suwarto.

Ia mengingatkan agar kemajuan teknologi tidak membuat generasi muda kehilangan jati diri sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

“Jangan sampai menjadi generasi yang hanya cakap menggunakan teknologi, tetapi lemah dalam karakter dan wawasan kebangsaan. Jadikan Pancasila sebagai pedoman dalam bersikap, berpikir dan bertindak,” lanjutnya.

Bagi Suwarto, Capaska merupakan bagian dari generasi muda yang sedang dipersiapkan untuk menjalankan tugas penting. Namun, tugas tersebut tidak berhenti setelah upacara kemerdekaan selesai.

Mereka diharapkan mampu menjadi teladan dan memberikan pengaruh positif di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat.

Perbedaan Bukan Alasan untuk Terpecah

Di hadapan para Capaska, Suwarto juga menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman.

Menurutnya, generasi muda harus mampu melihat perbedaan sebagai kekuatan yang dapat memperkokoh persatuan, bukan sebagai alasan untuk terpecah.

“Kalian adalah generasi penerus bangsa. Karena itu, tunjukkan bahwa Gen Z mampu menjadi generasi yang tangguh, bertanggung jawab dan mampu menjaga persatuan. Perbedaan jangan dijadikan alasan untuk terpecah, tetapi jadikan sebagai kekuatan untuk membangun Indonesia yang lebih baik,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi semakin relevan di tengah derasnya arus informasi dan komunikasi melalui media sosial. Generasi muda dituntut tidak hanya aktif berinteraksi di ruang digital, tetapi juga mampu menjaga etika, toleransi dan persatuan.

Pancasila Harus Hadir dalam Aksi Nyata

Wawasan kebangsaan, menurut Suwarto, tidak cukup hanya dipahami atau dihafalkan.

Nilai-nilai Pancasila harus terlihat dalam perilaku sehari-hari. Disiplin, menghormati orang lain, menjaga persatuan, bertanggung jawab, bergotong royong, menjunjung toleransi dan bijak menggunakan media sosial merupakan bentuk sederhana dari implementasi nilai kebangsaan.

“Nilai-nilai Pancasila tidak cukup hanya dipahami dan dihafalkan. Yang paling penting adalah bagaimana nilai tersebut diwujudkan dalam perilaku dan aksi nyata,” ujarnya.

Ia mengajak para Capaska memulai penerapan nilai-nilai tersebut dari lingkungan terdekat.

“Mulai dari hal-hal sederhana, seperti disiplin, menghargai perbedaan, menjaga persatuan, bertanggung jawab dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar,” tambahnya.

https://riaupunya.com/gambar/foto/9586409041.jpg

Peserta Capaska terlihat mendengarkan Kepala Kesbangpol Dr H Suwarto saat diberikan materi tentang wawasan kebangsaan

Capaska Tak Hanya Disiapkan Secara Fisik

Pembekalan wawasan kebangsaan menjadi bagian penting dari rangkaian pembinaan Capaska Kabupaten Bengkalis Tahun 2026.

Jika latihan fisik dan baris-berbaris membentuk kesiapan tubuh dan kekompakan pasukan, maka pembekalan wawasan kebangsaan diarahkan untuk memperkuat mental, karakter dan pemahaman mereka sebagai generasi penerus bangsa.

Dengan demikian, Paskibraka tidak hanya hadir sebagai simbol dalam upacara kemerdekaan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan generasi muda yang memiliki disiplin, integritas dan semangat pengabdian.

Usai pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para Capaska diberikan kesempatan menyampaikan pertanyaan maupun pandangan mengenai wawasan kebangsaan, karakter generasi muda serta berbagai tantangan yang dihadapi Gen Z di tengah perkembangan teknologi dan informasi.

Antusiasme peserta menunjukkan bahwa isu kebangsaan masih memiliki tempat penting di kalangan generasi muda ketika disampaikan melalui ruang dialog yang dekat dengan kehidupan mereka.

Melalui pembekalan tersebut, Kesbangpol Kabupaten Bengkalis berharap para Capaska tidak hanya siap secara fisik dan mental untuk melaksanakan tugas sebagai Paskibraka, tetapi juga tumbuh sebagai generasi muda yang memiliki wawasan kebangsaan, karakter kuat, integritas dan nasionalisme.

Sebab, tugas Paskibraka mungkin hanya berlangsung dalam sebuah momentum.

Namun, nilai disiplin, tanggung jawab, persatuan dan cinta Tanah Air yang ditanamkan di dalamnya diharapkan menjadi bekal sepanjang perjalanan mereka sebagai generasi penerus Bengkalis dan Indonesia.**

Berita terkini

Bupati Rohul Gelar Tradisi Adat Potang Bolimau Bersama LAMR

Rabu, 18 Februari 2026 - 08:05:52 WIB

Deklarasi Anti Narkoba, Bupati Bengkalis Ajak Jauhi Narkoba

Kamis, 12 Desember 2024 - 18:05:10 WIB

Bupati Sukiman Lantik 58 Kepala Desa di Rokan Hulu

Selasa, 14 Februari 2023 - 10:50:05 WIB

DPRD Bengkalis Gelar Rapat Paripurna LKPJ Bupati

Selasa, 14 Februari 2023 - 09:48:36 WIB

Rapat Paripurna DPRD Rokan Hulu, ini Agenda yang Dibahas

Rabu, 04 Januari 2023 - 07:18:27 WIB

Terima Tiga Ranperda dari Pemkab, DPRD Rohul Gelar Paripurna

Rabu, 01 Februari 2023 - 07:00:34 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+