Selasa, 20 Oktober 2020 - 08:16:32 WIB

Trump Arang Fauci, Sebut Orang AS Bosan Corona

RIAUPUNYA--Calon presiden petahana Amerika Serikat, Donald Trump tanpa dasar mengecam ilmuwan Dr. Anthony Fauci terkait penanganan pandemi virus corona. Di hadapan pendukungnya, Trump menyalahkan Fauci dan 'semua idiot' dengan menyebut jika orang Amerika telah lelah mendengar tentang Covid-19.

"Orang-orang bosan dengan Covid. Saya memiliki aksi unjuk rasa besar untuk ini," kata Trump.

"Orang-orang berkata, "Terserah, tinggalkan kami sendiri". Mereka bosan. Orang-orang lelah mendengar Fauci dan semua orang idiot ini.. Fauci adalah orang yang baik. Dia sudah di sini selama 500 tahun."

Fauci merupkaan anggota kunci gugus tugas penanganan virus corona Gedung Putih. Dalam sejumlah kesempatan, Trump kerap berselisih paham dengan kebijakan yang dibuat Fauci dalam menghadapi penularan virus corona.

Fauci merupakan ahli penyakit menular yang telah mendapat pengakuan dunia atas karyanya terkait penelusuran kontak pandemi Covid-19 bersama David Morens untuk Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular, Washington.

Pernyataan Trump kali ini muncul sepekan setelah Fauci mengaku tidak senang karena ucapanyya dipelintir dalam video kampanye tentang virus corona.

"dalam hampir lima dekade pelayanan publik saya, saya tidak pernah secara terbuka mendukung kandidat politik mana pun," kata Fauci dalam sebuah pernyataan membalas video kampanye Trump yang memelintir ucapannya.

Dalam pernyataannya, Fauci mengatakan potongan komentar dalam video kampanye Trump itu telah disebarkan tanpa seizin dirinya.

"Komentar yang diatribusikan kepada saya tanpa izin saya di iklan kampanye GOP diambil di luar konteks dari pernyataan luas yang saya buat beberapa bulan lalu, tentang upaya pejabat kesehatan masyarakat federal," tutur Fauci.

Sementara itu, Trump membela video tersebut sekaligus penanganannya terhadap pandemi. Dia juga membantah kritik dari Fauci.

"Itu memang kata-kata Dr. Fauci sendiri. Kami telah melakukan pekerjaan yang 'fenomenal', menurut gubernur tertentu," cuit capres pehatahana itu di Twitter.

Kebijakan Trump dalam menangani pandemi telah menuai kritik dari banyak pihak. Hingga saat ini, data statistik John Hopkins University mencatat AS masih menjadi negara dengan kasus dan kematian akibat corona tertinggi di dunia yakni sebanyak 8.189.710 kasus dan 219.950 korban jiwa.(CNNIndonesia/Wal)

Berita terkini

Makin Ketat, Pengemudi di Inggris Tak Boleh Pegang Ponsel 

Selasa, 20 Oktober 2020 - 08:14:49 WIB

Babinsa Gelar Komsos dan Cek Peralatan Prokes

Rabu, 07 Oktober 2020 - 10:50:22 WIB

Pemilu 2019, KPU Pekanbaru Mulai Merakit Kota Suara

Senin, 18 Februari 2019 - 13:50:56 WIB

Jika Jadi Gubri, LE akan Cabut Pergub Tentang BBM

Rabu, 24 Januari 2018 - 00:00:00 WIB

Ini Seruan KAHMI Untuk Pilgub DKI Rabu Lusa

Senin, 17 April 2017 - 00:00:00 WIB

Fahri Ngotot Ajukan Hak Angket Kasus e-KTP, ini Kata KPK

Selasa, 14 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Ketika Kotak Kosong Jadi Pemenang di Pilkada Serentak 2017

Selasa, 07 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

KPUD DKI Terus Bersiap Diri Jelang Putaran Kedua Pilgub

Rabu, 01 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Kasus Gizi Buruk di Pelalawan Cendrung Meningkat

Rabu, 25 Januari 2017 - 00:00:00 WIB

Panpem Wagubri Belum Terbentuk, Ini Alasan DPRD Riau

Rabu, 25 Januari 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+