Selasa, 15 Oktober 2019 - 15:20:10 WIB

Kolaborasi Peneliti Unilak Ciptakan Aplikasi Whistleblowing Perguruan Tinggi

Riaupunya.com -- Perguruan tinggi di Indonesia ditargetkan menjadi salah satu industri pendidikan tinggi yang professional dan kompetitif di kawasan Asia. Berbagai upaya dilakukan, termasuk yang paling strategis adalah bagaimana mendorong tata kelola yang berprinsip Good University Governance (GUG), fundamental konsep GUG ini adalah integritas, profesionalitas, transparansi dan akuntabilitas.

Bagi perguruan tinggi swasta, konsep ini telah diotonomikan untuk mewujudkan hal diatas, sejumlah dosen Unilak dari berbagai disiplin ilmu kemudian melakukan kolaborasi membuat aplikasi teknologi.

Dosen Unilak tersebut diketuai oleh Sri Maryanti, M.Si (Ilmu Ekonomi), beranggotakan Lucky Lhaura, M.Kom (Ilmu Komputer) dan Alexander Yandra, M.Si (Ilmu Administrasi) serta dibantu oleh Afred Suci, M.Si (Ilmu Manajemen).

Menurut ketua tim, Sri Maryanti, tim riset mencoba mencari terobosan dengan implementasi whistleblowing system (WBS)/Atau lebih dikenal sistem pelaporan aduan dalam model pengawasan 360° - dimana pengawasan bisa dilakukan oleh seluruh pihak dalam organisasi.

Model WBS memungkinkan setiap individu di kampus untuk melaporkan penyelewengan pelayanan, integritas, etika dan hukum yang dilakukan oleh pejabat struktural, dosen, pegawai maupun pimpinan organisasi mahasiswa. Dan yang menarik sistem ini bisa melindungi identitas pelapor agar terhindar dari tindakan pembalasan dari pihak terlapor.

Salah satu latar belakang pembuatan aplikasi ini adalah Transparansi Internasional Indonesia (TII) dari hasil risetnya menunjukkan bahwa adanya konflik kepentingan di tubuh organisasi kampus merupakan salah satu faktor utama terjadinya perilaku dan tindakan koruptif, kolutif dan nepotisme.

Ditambah lagi, kesadaran dan pemahaman para pejabat perguruan tinggi swasta bahwa anggaran yang dikelola merupakan dana publik dan sebagian lagi merupakan anggaran negara yang harus dipertanggungjawabkan secara transparan dan akuntabel, juga relatif masih rendah.

"Keberhasilan tim Riset Unilak berkat adanya dukungan kementrian Ristek Dikti melalui dana hibah penelitian terapan," jelasnya.

Untuk mengembangkan aplikasi ini, lanjut Sri, tim riset Unilak telah melakukan studi banding ke KPK, LPSK, bank BUMN, Kementerian Keuangan dan Kemenristekdikti untuk mengkaji bagaimana mengelola WBS. Di lingkup perguruan tinggi sendiri, sebagian sudah ada yang menerapkan WBS. Namun pemanfaatan teknologi aplikasi berbasis android sebagai medium WBS relatif belum dimanfaatkan.

Model WBS memungkinkan setiap individu di kampus untuk melaporkan penyelewengan pelayanan, integritas, etika dan hukum yang dilakukan oleh pejabat struktural, dosen, pegawai maupun pimpinan organisasi mahasiswa.

Padahal android akan memudahkan pelaporan secara aktual dan real time karena pelapor bisa mendokumentasi sebuah kejadian penyelewengan dan dengan cepat membuat pelaporan melalui aplikasi dengan telepon selulernya.

"Aplikasi android ini kita telah memberikan nama yaitu ALIE-PT 1.0 atau Aplikasi Lapor Integritas dan Etika Perguruan Tinggi generasi pertama. Saat ini prototipenya sudah ada di Google Playstore yang bisa diakses secara gratis, masih diperlukan sejumlah perbaikan dan pengembangan fitur didalamnya. Untuk sementara, aplikasi ini masih dirancang internal, dimana laporan dan tindak lanjutnya masih sebatas di lingkungan kampus pengguna." Sebut Sri.

Di jelaskan lebih lanjut, aplikasi ini adalah pionir dalam tata kelola perguruan tinggi, ditargetkan, aplikasi ini sudah terintegrasi dengan WBS eksternal seperti KPK, LPSK, Kemenristekdikti, Ombudsman, kepolisian atau lembaga terkait lainnya.

"Sehingga setiap penyelewengan etika, hukum dan integritas bisa langsung terpantau dan memudahkan tindakan oleh pihak eksternal,"tutup Sri. (rls)

Berita terkini

42 Mahasiswa Mengikuti Yudisium Fakultas Pertanian

Kamis, 10 Oktober 2019 - 17:35:29 WIB

Unilak Wisuda 1044 orang, Rektor Sampaikan Kemajuan Unilak

Sabtu, 12 Oktober 2019 - 18:05:54 WIB

Unilak Gelar Wisuda 59, Diikuti 1.044 Wisudawan

Jumat, 11 Oktober 2019 - 13:18:16 WIB

FIA Unilak Gelar Yudisium, 90 Mahasiswa Raih Gelar Sarjana

Kamis, 10 Oktober 2019 - 15:45:49 WIB

FT Unilak Yudisium 41 Mahasiswa

Rabu, 09 Oktober 2019 - 10:55:46 WIB

40 Mahasiswa Kurang Mampu Terima Dana Zakat dari UPZ UIR

Sabtu, 05 Oktober 2019 - 23:10:27 WIB

288 Mahasiswa Unilak Resmi Bergelar Sarjana Hukum

Jumat, 04 Oktober 2019 - 05:35:49 WIB

Unilak Tuan Rumah Kursus Dinas staf Menwa

Sabtu, 28 September 2019 - 22:50:30 WIB

Sempena Milad ke-57, UIR Luncurkan Dua Buku

Sabtu, 28 September 2019 - 14:20:36 WIB

Profesor dari Jerman isi Kuliah Umum di Prodi Elektro Unilak

Sabtu, 28 September 2019 - 09:00:58 WIB

Milad ke-57 UIR Dimeriahkan Beragam Lomba

Jumat, 27 September 2019 - 21:05:51 WIB
Yudisium Fakultas Hukum UIR

Egy Primatama Raih IPK Tertinggi

Selasa, 24 September 2019 - 11:55:21 WIB

10 Jurnal di Unilak Terakreditasi Kemenristek Dikti

Sabtu, 21 September 2019 - 05:15:32 WIB

Ketua PKK Kampar Minta Jaga Masa Depan Anak dari Sekarang

Kamis, 19 September 2019 - 05:45:18 WIB

Buka PKKMB dan MASTA 2019, ini pesan Rektor Umri

Senin, 16 September 2019 - 11:55:40 WIB

Akademisi Unilak Dorong Pengembangan Ekspor UMKM di Riau

Senin, 09 September 2019 - 10:40:10 WIB

Wakil Rektor III Doakan Mahasiswa Baru Unilak Berprestasi

Minggu, 08 September 2019 - 18:55:49 WIB

Proposal Pengabdian Hibah Dikti, LPPM UIR Gelar Coaching Klinik

Minggu, 08 September 2019 - 08:30:46 WIB

PKM UMRI adakan Pembinaan di KUBE Berkat Yakin Desa Merangin

Sabtu, 07 September 2019 - 13:45:00 WIB

Rektor: Mahasiswa Baru Mampu Mempercepat Unilak Unggul

Sabtu, 07 September 2019 - 13:00:31 WIB

Tiga Dosen Hukum Tatanegara Unilak Hadir di Istana Negara

Rabu, 04 September 2019 - 07:50:38 WIB

Sensus Penduduk di KKN PPM FIA Unilak

Sabtu, 31 Agustus 2019 - 09:05:46 WIB

Sekcam Kampar Tutup KKN PPM FIA Unilak 2019

Kamis, 29 Agustus 2019 - 14:17:23 WIB

Tahniah, Prodi Akutansi Unilak Raih Akreditasi A BAN-PT

Rabu, 28 Agustus 2019 - 13:35:33 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+