Empat Kesimpulan yang Diberikan Dewan Kepada Seribuan Guru yang Demo Soal TPP
Riaupunya.com -- Usai menerima aksi demo guru se Kota Pekanbaru, wakil pimpinan DPRD kota Pekanbaru Nofrizal MM didampingi Jhon Romi Sinaga, dan para anggota Dewan yang lain membuat beberapa kesimpulan, diantaranya sepakat bahwa Perwako nomor 7 Tahun 2019 memang harus direvisi.
Kemudian kesimpulan yang kedua, yakni tidak adanya intimidasi dari pihak manapun kepada para guru yang menggelar aksi demo hari ini. Besaran TPP harus berdasarkan azas keadilan. Serta Pemerintah Kota Pekanbaru dalam hal ini Sekko Pekanbaru M Noer diminta membuat klarifikasi di media terkait peryataan M noer yang dinilai melecehkan guru.
Wakil Ketua DPRD Pekanbaru, Nofrizal mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi aksi yang dilakukan oleh para guru se Pekanbaru. Kalangan DPRD Pekanbaru memberikan respon positif terhadap keresahan yang dirasakan oleh kalangan guru dan pengawas, tanpa harus perlu membawa permasalahan ini ke pihak Kemendagri karena bisa diputuskan oleh kepala daerah dan Sekda dengan persetujuan DPRD.
"Perwako ini terbit, pasti ada Perda yang mengaturnya kan. Namun yakinlah, Perwako ini dibuat bukan untuk merugikan guru, karena kami selalu berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan para guru. Saya kira, apa yang bapak/ibu sampaikan sudah sangat kami pahami. Kami juga akan pelajari lebih lanjut, kenapa daerah lain bisa kok Pekanbaru tidak bisa? Mohon bapak/ibu guru bersabar, permasalahan ini pasti akan kita carikan solusinya seperti masalah tahun 2015 lalu. Ini bisa diputuskan oleh Sekda dan Walikota, tanpa harus dibawa ke Mendagri, pokoknya kita No PHP lah," ungkap Nofrizal Selasa 5 Maret 2019 siang.
Berdasarkan kesepakatan dengan Pemko Pekanbaru, pada hari Jumat 8 Maret 2019 nanti akan ada keputusan terkait pembayaran TPP tahun 2019. Para guru mengancam, akan melakukan aksi mogok mengajar hingga Perwako nomor 7 Tahun 2019 direvisi oleh Walikota Pekanbaru. (nur)





























































