Mobil Terbalik di Kebun Kopi, Berpenumpang Kapolres Poso
Riaupunya.com - Saat melintas di jalanan licin ruas Tawaeli-Toboli, Rabu 4 Juli 2018 dini hari sebuah mobil yang ditumpangi Kapolres Poso, Sulawesi Tengah, terbalik. Kapolres AKBP Bogiek Sugiyarto dan sopirnya selamat dalam peristiwa tersebut.
Seperti dikutip dari Antara, Kapolres Bongiek membenarkan hal itu, namun Dia menyebut kalau Dia dan sopir tidak apa-apa."Itu benar, tapi saya dan sopir tidak apa-apa," ujarnya.
Terkait kejadian itu, Kapolres enggan memberikan penjelasan lebih lanjut. Namun keterangan menyebutkan bahwa Kapolres dan sopirnya sedang melakukan perjalanan dari Poso ke Palu.
Saat melintas di daerah Karumba, Kabupaten Donggala, yang sedang dalam tahap rekonstruksi itu, entah bagaimana, mobil tersebut tiba-tiba oleng dan terbalik di atas jalan, namun Kapolres dan sopir selamat tanpa cidera.
Oleh bantuan masyarakat setempat, mobil yang terbalik dengan posisi miring itu kemudian dikembalikan pada posisi normalnya, dan setelah dicek, kendaraan tersebut masih bisa digunakan untuk meneruskan perjalanan ke Palu.
Sementara, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 9 Satuan Kerja II PJN XIV Palu ruas Tawaeli Toboli Julian Situmorang mengaku tidak mengetahui kecelakaan yang dialami Kapolres Poso, meski demikian Dia menyebutkan kalau lokasi kecelakaan itu dalam kondisi licin karena hujan yang terus mengguyur dalam beberapa hari terakhir.
Karena ini pula, banyak truk yang tidak berani melintas sehingga saat ini sejumlah kendaraan besar itu masih menumpuk di ruas Kebun Kopi tersebut, baik yang mengarah ke Palu maupun ke luar Palu.
Kondisi licin yang menimpa badan jalan di ruas strategis dan padat lalulintas dari dan ke Kota Palu tersebut karena sisa-sisa material tanah dari penggusuran lereng yang sedang ditangani untuk meminimalisasi longsor.
Pihaknya sudah memasang banyak rambu-rambu peringatan agar pengguna jalan meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian saat melintas di jalur tersebut.
Julian juga meminta warga yang sedang antre untuk menunggu waktu pembukaan jalan di lokasi proyek agar tidak menutup badan jalan dengan barisan kendaraan.
"Kalau barisan kendaraan menutup seluruh badan jalan, maka saat jalan dibuka di kedua ujung, maka arus lalulintas bisa macet total karena kendaraan tidak bisa berpapasan dari arah berlawanan," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa untuk kepentingan kelancaran pelaksanaan proyek strategis nasional yang dibiayai APBN sekitar Rp200 miliar di ruas Tawaeli-Toboli itu, pihak proyek atas izin instansi berwenang melakukan buka-tutup arus lalulintas.
Ruas itu ditutup pada pukul 08.00-12.00 Wita, lalu dibuka hingga pukul 14.00 kemudian ditutup lagi hingga pukul 18.00. Setelah dibuka dua jam, jalur tersebut ditutup lagi pukul 20.00-24.00 Wita lalu dibuka hingga pukul 08.00 Wita. (rp)
























































