Rabu, 08 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Minim Daerah Terdampak Banjir Tahun Ini

Pengaturan Durasi dan Pelepasan Pintu Air PLTA Koto Panjang Jadi Kunci Utama

Syahrial Abdi

Riaupunya.com -- Penjabat (Pj) Bupati Kampar Syahrial Abdi sebut pengaturan pelepasan pintu air, durasi dan peringatan lebih dini menjadi kunci utama minimnya daerah di Kampar yang terdampak banjir akibat dibukanya pintu air di PLTA Koto Panjang.


Hal ini berbeda dari tahun sebelumnya, dimana ketika pintu PLTA dibuka tak diperhatikan luapan air di hilirnya hingga merendam perkampungan warga, khususnya disekitaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Kampar.


"Bagusnya penanganan tahun ini, adanya koordinasi yang baik. Kemudian pendapat kita dari hasil evaluasi tahun lalu juga didengar. Karenakan kalau dilepas langsung seperti tahun lalu maka ketinggian air pun tak lagi bisa dikontrol, perkampungan warga pun kebanjiran karena air sungai naik," kata Pj Bupati Kampar, usai meninjau posko banjir di Bangkinang Kota, Rabu 8 Maret 2017.


Syahrial lantas menceritakan sebelum dan sesudah dibukanya pintu air PLTA Koto Panjang, dirinya sudah memerintahkan kepada jajaran terkait untuk memantau sejumlah daerah yang diprediksi terkena dampak banjir dilakukan pemantauan.


Kemudian dari hasil koordinasinya dengan pihak PLTA, pintu air PLTA juga dibuka terbatas dan berdurasi. Tujuannya agar Sungai Kampar tak meluap yang dapat berdampak pada perkampungan warga disekitaran sungai.


Selain itu, sebelum pintu air dibuka warga melalui mesjid-mesjid juga sudah mendapatkan peringatan dini. Meski diakuinya tetap saja ada daerah di Kampar yang terkena dampak banjir, namun dibanding tahun lalu jauh tidak separah tahun ini.


Karena menurutnya, terendamnya sejumlah daerah di Kampar tidak hanya disebabkan karena pelepasan pintu air di PLTA Koto Panjang. Tetapi juga karena intensitas hujan yang turun yang cukup tinggi.


"Pintu air awalnya dibuka 30 cm. Kemudian hari berikutnya dibuka lagi 60 cm, kemudian sampai pada batas 100 cm dibuka, karena tingginya level air yang ada di PLTA. Selama pelepasan air ini kita terus memantau, setelah dirasakan ketinggian air kembali stabil kita lepas lagi. Tak sekaligus. Inikan hasil evaluasi dari tahun sebelumnya. Ini juga berarti pendapat kita didengar," papar Syahrial.


Kemudian Syahrial menyebutkan, mulai pukul 10.00 WIB tadi siang, pintu air PLTA Koto Panjang kembali ditutup. Penutupan ini juga sudah disampaikan kepada warga, termasuk petani kerambah yang sebelumnya menggeser kerambahnya ke pinggir sungai yang khawatir hanyut atau jebol akiba derasnya air sungai.


"Kita lihat dalam dua hari terakhir hari panas. Level air di PLTA juga sudah diangka stabil 82 meter. PLTA tentu menjaga elevasi ketinggian airnya. Kalau nai lagi karena intensitas hujan tinggi lagi tentu kit sudah minta supaya berkoordinasi lagi dengan kita, agar warga bisa bersiap-siap," terang Syahril yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Riau ini.


Sumber: Riauterkini.com

Berita terkini

Incumbent Banyak Gagal Seleksi Bos OJK, ini Kata Darmin

Rabu, 08 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Ingin Memasang Tangki Air, Perhatikan hal-hal Berikut ini

Selasa, 07 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Presiden PKS : Indonesia Darurat Ketimpangan Ekonomi

Selasa, 07 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Simak, Dua hal ini yang Bikin Was-was Investor Saat ini

Selasa, 07 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Seleksi Penasehat KPK, 34 Calon Lolos Syarat Kualitatif

Jumat, 03 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

DPRD Minta Gaji Petugas Kebersihan Segera Dibayarkan

Kamis, 02 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Persiapan Pelantikan PWI Inhil Capai 50 Persen

Rabu, 01 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Dinas PPA Pekanbaru Diminta Jangan Hanya Seremonial

Rabu, 01 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Warga Rela Berdesakan di Halim Demi Lihat Raja Salman

Rabu, 01 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Februari 2017, Riau Deflasi 0,32 Persen

Rabu, 01 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Pemprov Riau Raih Prestasi Tertinggi Pengelola Media Center

Selasa, 28 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Suparman Disambut Ribuan Masyarakat di Islamic Center Rohul

Senin, 27 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Incar Investasi, Rombongan Raja Salman akan Gerilya ke Daerah

Senin, 27 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Disperindag Sebut Peminat Daging Sapi di Pekanbaru Masih Tinggi

Minggu, 26 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Pemko Pekanbaru Targetkan Tanam 15 Hektare Cabai Keriting

Minggu, 26 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Gara-gara hal ini, Anggota DPRD Dumai Gaduh

Minggu, 26 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Tutup Tanwir Muhammadiyah, Ini yang Disampaikan JK

Minggu, 26 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Gubernur Riau Ajak Masyarakat Tanam Cabe di Pekarangan Rumah

Sabtu, 25 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Warga Sakai Tutup Akses ke Water Park Hutahaean Group di Duri

Sabtu, 25 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

DBD Capai 99 Kasus, DPRD Salahkan Pemko Pekanbaru

Kamis, 23 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Tengku Azwendi : Masyarakat Minta Pembangunan Jalan

Kamis, 23 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

BRK Dipercaya Pemkab Lingga Kelola PBB-P2

Kamis, 23 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Traffic Light Bundaran Jaya Mukti tak Berfungsi

Kamis, 23 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Sejumlah Desa Monopoli Biaya Pemasangan Kwh Lisdes

Kamis, 23 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Presiden Jokowi Serahkan Urusan Freeport ke Jonan

Selasa, 21 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Fitur Anyar WhatsApp: Pajang Status Foto Atau Video

Selasa, 21 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Siak Optimis Raih Adipura tahun ini

Senin, 20 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Kasus DBD di Pekanbaru tak Terkendali, Ini Saran DPRD

Senin, 20 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+