Jumat, 24 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Ingin Merasakan Jalan Dari Limbah Plastik, Berkunjunglah Kenegara ini

Riaupunya.com -- Ternyata plastik bekas bisa juga dijadikan salah satu bahan untuk membuat jalanan. Dengan begitu, penggunaan plastik sebagai bahan dasar pembuat jalan bisa meminimalisir masalah sampah plastik.

Seperti misalnya di Jambulingam Street di Chennai, India. Sebelumnya jalan utama di wilayah Nungambakkam ini telah menjadi langganan banjir setiap tahunnya. Kemudian dibuat jalan raya pada tahun 2002. Sejak tahun pembuatannya tidak sedikitpun menunjukkan tanda kerusakan berarti, sekalipun diguyur hujan deras berulang kali. Yang mengejutkan adalah material pendukung jalanan ini hanyalah lem polimer yang bahan dasarnya adalah sampah plastik.

Jambulingan Street ini merupakan salah satu jalanan plastik yang paling awal dibangun di India. Sejak 15 tahun lalu India sudah menyadari kemungkinan membludaknya sampah plastik yang kemudian memicu inovasi untuk memanfaaatkannya menjadi bahan dasar jalan raya. Jalanan polimer yang terbukti dapat bertahan lama ini kemudian mendapat banyak pujian bahkan hingga ke negara tetangga India, Bhutan.

"Jalanan plastik ini tidak menunjukkan kerusakan sedikitpun, bahkan tidak ada tanda retak samasekali. Padahal usianya sudah lebih dari empat tahun," begitu yang disampaikan badan penanggulangan polusi di India seperti dilansir The Guardian, Jumat 24 Februari 2017.

Kini, lebih dari 21.000 mil atau sekitar 34.000an km jalan raya di India menggunakan plastik, yang sebagian besarnya terletak di selatan Tamil Nadu. Kebanyakan memang jalanan di wilayah pinggiran, namun beberapa juga telah dibangun di kota besar seperti Chennai dan Mumbai.

Ternyata penambahan bahan polimer untuk jalan raya ini bukanlah sesuatu yang benar-benar baru. Tahun 70-an, model seperti ini sudah marak di Eropa. Begitupun 35 % wilayah di Amerika Utara.Beberapa wilayah seperti Illinois, Washington, hingga Ontario juga mengaplikasikan hal yang sama. Terbukti, cara ini ampuh mengurangi efek perubahan iklim, salju tebal, bahkan mengurangi polusi suara. Bahan plastik ini pun mampu bertahan dalam cuaca panas hingga 66 derajat Celsius, yang membuat beberapa negara di Timur Tengah juga kini menggunakannya.

Meski begitu, jenis polimer yang digunakan India tidak semahal yang digunakan di Amerika. Di India, bahannya terbuat dari material konvensional. Tiap kilometernya menggunakan satu meter plastik. Dr. R. Vasudevan, seorang profesor kimia dan dekan fakultas Teknik di Thiagarajar College, Madurai, adalah yang pertama memunculkan ide ini. Proses ini akhirnya dipatenkan pada tahun 2006.

"Ini adalah material yang saya coba rancang sendiri antara satu dengan yang lainnya," jelas Dr. Vasudevan.

Untuk jangka pendek, tantangan terbesar dari penggunaan jalanan plastik ini adalah eksekusinya. Campur tangan pemerintah sangat dibutuhkan untuk menyukseskan program ini. Tamil Nadu menjadi wilayah pertama di India yang membangun area industri menggunakan sampah plastik ini.

Sebagian besar pelaku kerjanya adalah wanita yang menjual produk rumahan mereka. Seperti yang juga dikatakan Perdana Menteri India, terbukanyaa lapangan kerja untuk para pengusaha kecil dan menengah ini memang menjadi salah satu manfaat yang ingin didapat dari proses penggunaan jalanan plastik.


Sumber: Detik.com

Berita terkini

DBD Capai 99 Kasus, DPRD Salahkan Pemko Pekanbaru

Kamis, 23 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Tengku Azwendi : Masyarakat Minta Pembangunan Jalan

Kamis, 23 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

BRK Dipercaya Pemkab Lingga Kelola PBB-P2

Kamis, 23 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Traffic Light Bundaran Jaya Mukti tak Berfungsi

Kamis, 23 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Sejumlah Desa Monopoli Biaya Pemasangan Kwh Lisdes

Kamis, 23 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Presiden Jokowi Serahkan Urusan Freeport ke Jonan

Selasa, 21 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Fitur Anyar WhatsApp: Pajang Status Foto Atau Video

Selasa, 21 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Siak Optimis Raih Adipura tahun ini

Senin, 20 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Kasus DBD di Pekanbaru tak Terkendali, Ini Saran DPRD

Senin, 20 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Pemuda Muhammadiyah Dorong Fatwa Haram untuk Pekerja Buzzer

Senin, 20 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Ketua MPR Sarankan Korban Berita Hoax Melapor

Minggu, 19 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Bupati Harris Resmikan Dua Proyek Dermaga di Kuala Kampar

Minggu, 19 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Begini Ruang Koruptor Melepas Rindu dengan Keluarga

Minggu, 19 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Dikabarkan Mundur dari Freeport, Ini Jawaban Chappy Hakim

Sabtu, 18 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Resmikan Jaringan Irigasi, Ketua MPR Harap Petani Makmur

Jumat, 17 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Riau Perkuat Ekonomi di Wilayah Perbatasan

Jumat, 17 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Satpol PP Pekanbaru Turunkan 79 Benner "Kadaluarsa"

Kamis, 16 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Rekrut Naker tak Melapor, Disnakertrans Dumai Panggil PT. ESM

Kamis, 16 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Waspada! Bendung Katulampa Siaga II

Rabu, 15 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Sukseskan Gerakan 1000 Pohon, UR Gandeng Empat Mitra

Selasa, 14 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Dishub Akui Pelayanan TMP Belum Maksimal

Senin, 13 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Doa Menkominfo Untuk Kelancaran Peluncuran Satelit Telkom 3S

Minggu, 12 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Wabup Inhil Ingatkan Bahaya Ngelem di Kalangan Anak

Minggu, 12 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Warga Rohil Dimnta Optimalkan Potensi Kelautan

Sabtu, 11 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Jelang Akhir Pekan, Harga Emas Melorot Tajam

Jumat, 10 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Sejak Dini Hari tadi, Sumut Diguncang Delapan Kali Gempa

Jumat, 10 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Tender Jembatan Siak IV Masalah Tekhnis Saja Lagi

Kamis, 09 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

DWP Riau Gelar Pelatihan e-Reporting Di Inhil

Rabu, 08 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+