Simak, Dua hal ini yang Bikin Was-was Investor Saat ini
Riaupunya.com -- Kondisi perekonomian Indonesia masih dihadapkan oleh ketidakpastian baik dari sisi global maupun dalam negeri.
Dalam acara Seminar yang mengusung tema Unlocking Opportunities in The Daring Market, Direktur Utama PT Mandiri Manajemen Investasi Muhammad Hanif mengatakan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yang mempengaruhi pasar keuangan dalam negeri.
Faktor yang harus diwaspadai adalah baik dari makro ekonomi global serta situasi politiknya.
"Sebagaimana diketahui perkembangan ekonomi makro dan politik secara global dalam 1 tahun ini telah berkembang dan mempengaruhi perkembangan pasar keuangan, baik secara global maupun nasional, saat ini para analisis pasar keuangan mengamati perkembangan dan langkah-langkah yang akan dilakukan pemerintah atau administrasi baru di AS yang dipimpin oleh Donald Trump yang baru saja dilantik," kata Hanif dalam sambutannya di Jakarta, Selasa 7 Maret 2017.
Hanif menyebutkan, pasar keuangan dalam negeri juga akan dihadapkan oleh kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat yang akan menaikan Fed Fund Rate dalam waktu dekat.
"Kita melihat pertumbuhan ekonomi di 2016 4,9% dan merupakan pertumbuhan tertinggi di dunia setelah India dan Cina, Indonesia sebagai emerging market dipengaruhi perkembangan dari ekonomi negara-negara maju baik AS dan negara lain serta China," tambahnya.
Sedangkan faktor yang mesti diwaspadai oleh pelaku pasar keuangan, lanjut Hanif, adalah situasi politik dalam negeri. Di mana, pada awal 2017 telah dilaksanakannya pemilihan kepala daerah (pilkada) yang dilakukan serentak.
Dengan kondisi yang seperti itu, dalam acara ini Mandiri Manajamen Investasi mengundang beberapa narasumber yang akan menjelaskan mengenai peluang-peluang atau potensi di pasar keuangan.
Hanif berharap, paparan dari narasumber memberikan informasi dan referensi mengenai potensi usaha di sektor pasar keuangan di 2017.
"Kami berharap acara ini bermanfaat bagi yang hadir, sebagai informasi dan referensi dalam kegiatan masing-masing institusi," tandasnya.
Sumber: Detik.com



























































