Ray Rangkuti : Jokowi dan Prabowo Sehati
Riaupunya.com -- Pengamat politik Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti menilai, Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus mengevaluasi partai-partai yang tergabung di Kabinet Kerja.
Menurutnya, beberapa partai kerap berbeda suara dalam menyikapi berbagai permasalahan kenegaraan. Hal inilah yang menguatkan desas-desus Partai Gerindra masuk dalam kabinet di era Jokowi.
"Karena harus ada evaluasi dari posisi PKB dan PAN misalnya ya," ujar Ray, Sabtu 11 Februari 2017.
Sebab, kedua partai tersebut dinilainya tak begitu berperan membantu Jokowi saat ada peristiwa aksi besar-besaran oleh umat Islam beberapa waktu lalu. Sikap yang diambil oleh petinggi kedua partai juga kerap berseberangan dengan Jokowi.
"Yang meredam aksi justru Prabowo bersama Jokowi. Bukan Jokowi bersama Muhaimin Iskandar atau Jokowi bersama Ketua MPR Zulkifli Hasan," tukasnya.
Dengan demikian, sebutan oposisi bagi Partai Gerindra dipandangnya kurang tepat lantaran partai besutan Prabowo Subianto tersebut seringkali membantu Presiden Jokowi dalam menjalankan pemerintahannya.
"Oposisi itu sebenarnya enggak ada, hanya pada aspek bahwa Gerindra tidak masuk pemerintahan Jokowi saja, tapi pada dasarnya enggak ada yang membuat mereka berbeda," lanjutnya.
"Pada aksi 411 dan 212 tensinya mereda ketika Jokowi bertemu Prabowo, jadi yang dinamakan oposisi enggak ada, apalagi berbicara pembuatan Rancangan Undang-Undang, mulus-mulus aja," terangnya.
Hal ini menurutnya berbeda dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno yang sewaktu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjabat sebagai presiden mengambil sikap tegas sebagai oposisi.
Sumber: Okezone.com





















































