Resmi Dikukuhkan, Tim Saber Pungli Pemko Pekanbaru Siap Action
Mengantisipasi pungli, Tim Saber Pungli Pekanbaru dikukuhkan. Tim akan bekerja demi kenyamanan warga.
PEKANBARU - Untuk mengantisipasi praktik pugnutan liar (pungli) di
Kota Pokanbaru, Selasa (24/12017) siang Tim Sapu Bersih (Saber) Pungli dikukuhan.
Tim ini merupakan gabungan dari beberapa Forkopimda seperti Pemerintah Kota (Pemko)
Kepolisian Resor Kota (Polresta) Kejaksaan Negeri (Kejari), Komando Distrik Militer
(Kodim) 0301 , Pengadilan Negeri Pekanbaru. Pengukuhan itu sesuai dengan keputusan
Walikota Pekanbaru Nomor 104 tahun 2017.
"Dengan pengukuhan ini tim saber pungli harus bekerja memberikan kenyamanan dan
keamanan kepada masyarakat di tiap pelayanan yang ada di Pekanbaru," kata Pelaksana
Tugas (Plt) Walikota Pekanbaru, Edwar Sanger.
Ia juga mengajak satuan kerja (Satker) bidang pelayanan untuk memberikan pelayanan
kepada masyarakat. Ia juga menekankan agar tidak ada lagi pungli di Satker Pemko
Pekanbaru.
"Kalau bisa pekerjaan tim ini tidak berat. Tidak ada yang ditangkap. Mari kita sama
sama menjaga dan berbuat yang terbaik dalam pelayanan agar masyarakat nyaman," kata
dia.
Pada agenda pengukuhan itu, Pemko Pekanbaru juga menandatangani MoU kerjasama dengan
Kejaksaan Negeri Kota Pekanbaru untuk tindak hukum pelaku pungli.
"Ada dua MoU yang kita tandatangani. Semoga dengan MoU ini Satker dapat jalankan
kinerja dengan baik sesuai yang telah disusun di APBD," imbuhnya.
Ditempat yang sama Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto mengatakan tugas sebagai
Satgas Saber Pungli ini merupakan kewajiban bersama untuk mengawasi dan saling
introspeksi. Tujuannya agar satuan maisng-masing bisa bekerja dengan lebih baik dan
bersih lagi. "Ini penekanan paling penting, mari sama-sama bekerja," ujarnya.
Susanto juga mengatakan tugas pihaknya sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan
pengukuhan ini.
Demikian juga dengan Kajari Pekanbaru Idianto yang mengatakan sangat mendukung
Satgas ini. Ia mengimbau kepada seluruh aparat pemerintah untuk saling mengingatkan
agar tidak keluar dari koridor. "Terutama untuk keluarga, kerabat dekat, dan
lainnya, karena ini jadi pengawasan kita," sebutnya.
Idianto juga mengatakan Satgas ini juga bisa memberikan nilai kejut untuk mencegah
munculnya praktik-praktik pungli ini. Kejari juga akan menyiapkan pengawasan dan
pendampingan terhadap kegiatan-kegiatan aparat. "Seperti kegiatan pengadaan
proyek-proyek yang dianggap rawan, supaya bisa tetap beralan sesuai dengan
jalurnya," sebut Idioanto. (rp/riauterkini)

























