Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:22:19 WIB

Pengajian Bulanan UMRI, Ustadz Mawardi Ajak Civitas Akademika Teladani Rasulullah

PEKANBARU -- Sebagai bagian dari agenda bulanan yang rutin, Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) menyelenggarakan pengajian untuk memperkuat nilai-nilai keislaman sekaligus membentuk civitas akademika menjadi individu yang beriman, berilmu, dan berakhlak baik.

Acara ini dilaksanakan di Masjid Baitul Hikmah yang terletak di Kampus Umri, Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru, pada Jumat, 28 Agustus 2026 pagi, dengan menghadirkan Ustadz Dr. H. Mawardi M. Saleh, M.A. sebagai penceramah.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Mawardi mengangkat tema tentang makna bulan Rabiul Awal, teladan Rasulullah Muhammad SAW., serta signifikansi menciptakan individu yang seimbang dalam kecerdasan intelektual, spiritual, dan akhlak.

Menurut Ustadz Mawardi, Rabiul Awal adalah bulan yang penting dalam sejarah Islam yang mengingatkan umat tentang berbagai peristiwa besar dalam kehidupan Rasulullah.

“Tiga peristiwa utama yang semestinya kita renungkan adalah kelahiran Nabi Muhammad SAW., hijrah Rasulullah ke Madinah, dan wafatnya Rasulullah,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kelahiran Rasulullah adalah momen penting yang melahirkan seseorang yang membawa risalah untuk mengantar manusia dari kehidupan jahiliah ke suatu kehidupan yang didasari tauhid, ilmu pengetahuan, dan akhlak.

Sementara itu, hijrah Rasulullah ke Madinah bukanlah sekadar perpindahan lokasi, tetapi merupakan tonggak penting dalam membangun peradaban Islam dan mengajarkan nilai-nilai perjuangan, pengorbanan, persaudaraan, perencanaan, serta perubahan menuju hidup yang lebih baik.

Adapun wafatnya Rasulullah, menjadi pengingat bahwa kehidupan manusia memiliki batas. Karena itu, perjuangan dan keteladanan Rasulullah harus terus diwariskan serta diwujudkan dalam kehidupan umat.

Lebih lanjut, Ustadz Mawardi menekankan pentingnya tiga pilar dalam membentuk manusia unggul dan insan cendekia, yakni Tilawah, Tazkiyah dan Ta'lim.

Pertama, Tilawah, yaitu membaca, memahami dan menghayati ayat-ayat Allah SWT. Tilawah tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas membaca Al-Qur'an, tetapi juga sebagai dorongan bagi manusia untuk membaca dan memahami tanda-tanda kebesaran Allah SWT. yang terdapat dalam kehidupan dan alam semesta.

Kedua, Tazkiyah, yakni proses penyucian jiwa dan pembentukan akhlak. Menurutnya, kecerdasan intelektual harus berjalan seiring dengan kebersihan hati dan akhlak yang baik. Ilmu yang tinggi semestinya mampu melahirkan pribadi yang jujur, amanah, rendah hati dan bertanggung jawab.

Ketiga, Ta'lim, yaitu proses pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan. Seorang insan cendekia dituntut memiliki semangat belajar, memperluas wawasan dan mengembangkan ilmu pengetahuan agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ketiga pilar tersebut, lanjutnya, sejalan dengan tugas Rasulullah sebagaimana digambarkan dalam QS. Al-Jumu'ah ayat 2, yaitu membacakan ayat-ayat Allah, menyucikan jiwa, serta mengajarkan Kitab dan hikmah.

“Insan cendekia bukan hanya orang yang pintar. Ia harus mampu membaca, memiliki jiwa yang bersih dan terus belajar. Karena itu, tilawah, tazkiyah dan ta'lim harus menjadi bagian dari proses pembentukan manusia,” ungkapnya.

Ia menegaskan, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keimanan, integritas dan kepedulian sosial.

Dalam konteks UMRI, nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang mampu mengintegrasikan iman, ilmu dan amal. Mahasiswa dan seluruh civitas akademika diharapkan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga mampu menjadikan ilmu sebagai sarana untuk memberikan manfaat bagi umat, bangsa dan kemanusiaan.

Ustadz Mawardi juga mengajak seluruh civitas akademika Umri menjadikan Rasulullah sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam hal kejujuran, amanah, kecintaan terhadap ilmu, kesabaran, tanggung jawab dan kepedulian terhadap sesama.

Pengajian bulanan tersebut diikuti civitas akademika dan keluarga besar UMRI. Kegiatan berlangsung khidmat dan menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan pemahaman keislaman di lingkungan kampus.

Melalui pengajian rutin ini, Umri terus berkomitmen membangun lingkungan pendidikan yang mampu melahirkan insan cendekia yang unggul secara intelektual, kuat secara spiritual, berakhlak mulia serta memiliki kepedulian terhadap umat dan bangsa.

Momentum Rabiul Awal diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi refleksi bagi seluruh keluarga besar Umri untuk semakin mencintai Rasulullah, meneladani akhlak beliau, serta menghidupkan nilai Tilawah, Tazkiyah dan Ta'lim dalam kehidupan sehari-hari.**

Berita terkini

Unilak Tujuan Favorit Pelajar Thailand Selatan

Jumat, 12 Juni 2020 - 17:45:41 WIB

Hebat, Unilak Peringkat Dua PTS di Riau

Jumat, 05 Juni 2020 - 14:10:40 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+