Paket 5G Belum Aktif, Sudah Dijual di Aplikasi IM3: Pelanggan Merada Ditipu dan Pertanyakan Kejelasan Informasi
PEKANBARU — Seorang pelanggan Indosat Ooredoo Hutchison (IM3) di Riau mempertanyakan kejelasan penjualan paket internet yang mencantumkan kuota 5G melalui aplikasi resmi IM3.
Persoalan muncul setelah pelanggan membeli paket internet seharga Rp70.000 yang dalam aplikasi tercantum memiliki total kuota 80 GB, terdiri atas 40 GB kuota utama dan 40 GB kuota 5G.
Namun, ketika kuota utama telah habis digunakan, kuota 5G yang tercantum dalam paket tersebut ternyata tidak dapat digunakan. Padahal, berdasarkan informasi paket di aplikasi, masa aktif paket masih tersisa sekitar 11 hari.
Pelanggan dengan nomor 08580044xxxx tersebut mengaku kecewa karena kuota 40 GB yang seharusnya menjadi bagian dari paket yang telah dibelinya tidak dapat dimanfaatkan.
*Kuota 5G Disebut Belum "On Air"*
Pelanggan kemudian menghubungi pihak IM3 untuk menanyakan persoalan tersebut.
Dalam komunikasi dengan pelanggan, pihak IM3 menyebutkan bahwa kuota 5G pada paket tersebut memang belum on air atau belum aktif di wilayah pelanggan.
Pihak IM3 juga menyampaikan bahwa layanan kuota 5G tersebut sudah aktif di sejumlah kota lainnya.
Keterangan tersebut justru memunculkan pertanyaan baru. Jika layanan kuota 5G belum tersedia atau belum aktif di wilayah tertentu, mengapa paket yang mencantumkan kuota 5G tersebut tetap ditawarkan dan dapat dibeli secara resmi melalui aplikasi IM3?
Pertanyaan itu dinilai penting karena konsumen membeli paket berdasarkan informasi yang tercantum dalam aplikasi resmi milik provider.
*Pelanggan Pertanyakan Transparansi Penawaran*
Pelanggan kemudian mempertanyakan kepada pihak IM3 mengenai alasan paket dengan kuota 5G tetap dijual apabila layanan tersebut belum aktif di wilayahnya.
Pihak IM3 menyatakan akan melakukan pengecekan melalui sistem dan meminta nomor pelanggan untuk ditindaklanjuti.
Namun, hingga berita ini dibuat, pelanggan mengaku belum memperoleh jawaban pasti mengenai status kuota 5G yang tercantum dalam paket tersebut maupun solusi atas kuota yang tidak dapat digunakan.
Kondisi ini menimbulkan kekecewaan karena pelanggan merasa telah membeli paket berdasarkan rincian kuota yang ditampilkan secara resmi dalam aplikasi.
*Bukan Sekadar Soal Kuota, tetapi Informasi kepada Konsumen*
Persoalan tersebut bukan hanya menyangkut tidak dapat digunakannya kuota 5G, tetapi juga menyentuh aspek kejelasan informasi dan transparansi penawaran kepada konsumen.
Jika suatu paket mencantumkan total kuota 80 GB, tetapi sebagian kuota ternyata belum dapat digunakan di wilayah pelanggan, informasi mengenai keterbatasan tersebut semestinya diketahui konsumen sebelum melakukan transaksi.
Terlebih, paket tersebut ditawarkan melalui aplikasi resmi provider sehingga konsumen memiliki alasan untuk menganggap seluruh komponen paket dapat digunakan sesuai ketentuan yang tercantum.
Meski demikian, dugaan adanya penipuan tersebut masih merupakan keluhan dan persepsi pelanggan dan belum dapat disimpulkan sebagai tindak pidana penipuan. Pihak IM3 masih perlu memberikan penjelasan resmi mengenai mekanisme paket, cakupan layanan 5G, serta alasan paket tersebut tetap dapat dibeli di wilayah yang layanan 5G-nya belum aktif.
*Pelanggan Riau Diminta Cermat*
Kasus ini menjadi perhatian bagi pelanggan IM3 lainnya di Riau agar lebih cermat sebelum membeli paket internet, khususnya paket yang menggabungkan kuota utama dengan kuota khusus 5G.
Pelanggan disarankan memastikan terlebih dahulu ketersediaan jaringan 5G di wilayah masing-masing serta membaca secara teliti syarat dan ketentuan paket sebelum melakukan pembelian.
Sementara itu, pihak IM3 diharapkan segera memberikan penjelasan terbuka dan solusi kepada pelanggan terkait paket 80 GB tersebut agar tidak menimbulkan persepsi bahwa konsumen dirugikan oleh informasi penawaran yang belum sesuai dengan kondisi layanan di lapangan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh penjelasan lebih lanjut dari pihak IM3 mengenai alasan paket kuota 5G tersebut ditawarkan kepada pelanggan di wilayah yang layanan 5G-nya disebut belum aktif. **




























































