Rabu, 22 April 2026 - 19:20:47 WIB

Ida Yulita :  Seleksi Direktur PT SPR oleh Panitia Seleksi [Pansel] Pemprov Riau Tidak Sah dan Melawan Hukum

Ida Yulita Susanti

PEKANBARU-- Direktur BUMD PT Sarana Pembangunan Riau (SPR), sesuai SK MenkumHAM yang sah dan tercatat sampai saat ini masih atas nama Ida Yulita Susanti. Ini tertuang jelas dalam SK Nomor AHU-0059473.AH.01.02 Tahun 2025 tanggal 03 September 2025.

Karena itu, seleksi yang dilakukan oleh Panitia Seleksi (Pansel) Pemprov Riau yang diketuai oleh M Job Kurniawan saat ini, jelas-jelas tidak sah dan melawan hukum.

Ketegasan itu disampaikan Ida Yulita Susanti, Rabu 22 April 2026. "Sampai saat ini, secara sah di SK MenkumHAM itu tercatat Direktur PT SPR Ida Yulita Susanti. Belum ada diganti. Makanya, kalau sekarang Pansel melakukan seleksi direktur, itu artinya jelas-jelas tidak sah dan melawan hukum," kata Ida Yulita, sambil memperlihat SK yang sah.

Disebutkan Ida, seleksi direktur itu baru bisa dilaksnakan pada saat jabatan tersebut sudah kosong. "Lah, sekarang jabatan Direktur PT SPR tidak kosong, kok dibentuk Pansel. Makanya, ada yang bertanya ke saya, Ibuk kok tidak ikut seleksi? Kan, saya masih Direktur. Kenapa pula ikut daftar," ujar Ida, sambil bertanya dan menjelaskan.

Sebab, lanjut Ida, RUPS PT SPR yang dilaksanakan pada 23 Januari 2026, sekaligus pencopotan dirinya dari jabatan direktur, statusnya cacat demi hukum. Buktinya, sampai saat ini namanya masih resmi tercatat dan belum berganti.

Ida juga menyayangkan, Pansel yang dibentuk dan sudah berjalan sekarang diisi oleh orang yang paham administrasi dan hukum. Tetapi, kenapa ketua dan angggota pansel ini tidak ada yang berani meluruskan langkah-langkah yang keliru seperti ini.

"Ketua Pansel ini M Job Kurniawan yang juga Asisten III Setdaprov Riau. Ada juga nama akademisi, Saiman Pakpahan di dalamnya. Kenapa orang yang kita anggap paham ini, tidak bisa meluruskan kerja-kerja keliru seperti ini," sebut Ida, dengan nada kecewa.

Karenya, Ida menegaskan, dirinya tidak akan tinggal diam dengan situasi seperti ini. "Kita tidak akan tinggal diam. Ini cara-cara yang salah dan keliru, tak bisa dibiarkan," ujarnya. **

Berita terkini

Tersebab hal ini, Ketua PPS Dibui 3 Tahun

Kamis, 23 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Demo di KPK, ini Tuntutan Aktivis Lingkungan

Kamis, 23 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

12 Tahun Bui Vonis Untuk Dua Pengeroyok Guru YAS Bandung

Selasa, 21 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Ketahuan, Penculik Anak Pura-Pura Zikir di Masjid

Selasa, 14 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Operasi Antik 2017, 237 Penyalahgunaan Narkoba Terjaring

Selasa, 14 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Ketua KPK Sebut akan ada Tersangka Baru Kasus e-KTP

Senin, 13 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

KPK Kembali Periksa Politikus PKB Sebagai Tersangka

Senin, 13 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Banding Ditolak, Jessica Tetap Dibui 20 Tahun

Senin, 13 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Polsek Kempes Polres Inhil Amankan 10 Kg Ganja

Senin, 13 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Maluku Diguncang Gempa 5,3 SR, Tak Berpotensi Tsunami

Sabtu, 11 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Disebut Terima Dana Proyek e-KTP, ini Penjelasan Ganjar

Jumat, 10 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Kasus E-KTP, Novanto Minta Kader Golkar Tetap Solid

Kamis, 09 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+