Rabu, 23 Oktober 2024 - 19:50:37 WIB

Kerugian Negara Capai 5, 2 Miliar Rupiah

Kejari Bengkalis Tahan Lima Tersangka, Satu Diantaranya Pimpinan BRK Duri 

BENGKALIS -- Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis melakukan penahanan terhadap lima tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pada penyimpanan pemberiaan kredit disektor pertanian, dan kehutanan pada Bank Pembangunan Daerah Riau Kepri Syariah Cabang Bengkalis, Rabu 23 Oktober 2024.

Kelima tersangka berinisial S, DM, FM, WZH, dan US setelah dilakukan pemeriksaan selama tiga bulan mendalami terkait dugaan perkara tindak pidana korupsi penyimpanan dalam pemberian kredit. Sektor pertanian, perburuan dan kehutanan pada Bank Pembangunan Daerah Riau Kepri Syariah Cabang Bengkalis tahun 2021. Kelima tersangka ini memiliki peran masing-masing.

" S selaku mantan pimpinan cabang BRK Duri. Sedangkan DM selaku pimpinan seksi bisnis BRK. FM selaku official kredit produktif, WZH selaku account Officer kredit produktif. Dan US selaku Ketua KUD Koperasi Makmur Sejahtera. US ini merupakan ASN dikecamatan Rokan Hulu, kelima tersangka ini sudah ditahan 20 hari kedepan di Lembaga Pemasyarakatan Bengkalis untuk pemeriksaan lebih lanjut," ungkap Kajari Bengkalis Sri Odit Megonondo.

Odit menjelaskan berawal pada tahun 2021 BRK Cabang Duri menyalurkan kredit produktif secara kolektif kepada 33 orang nasabah atau anggota KUD Koperasi Makmur Sejahtera senilai Rp 4.950.000.000 dengan nilai plafon Rp 150.000.000 setiap nasabah. Untuk pengajuan tersebut diajukan melalui tersangka US selaku Ketua KUD. Kemudian tersangka US memalsukan dokumen kredit dan hasil penjualan TBS milik nasabah.

"Dana kredit sebesar Rp149.850.00 yang masuk ke rekening debitur ditarik dan disetorkan ke rekening tersangka US tanpa sepengetahuan debitur. Tersangka US juga menggunakan dana kredit 33 nasabah debitur untuk membeli lahan dan keperluan pribadi," terang Odit.

Sementara itu, kata Odit untuk mengenai tanah yang dijadikan agunan dan menjadi objek kredit merupakan tanah negara dalam kawasan hutan produksi terbatas (HPT).

"Berdasarkan hasil laporan audit, perhitungan kerugian negara dalam perkara ini berjumlah sebesar Rp 5 miliar lebih," ungkap Odit.

Kelima tersangka telah disangka oleh penyidik melanggar Pasal 2 ayat (1) junta pasal 3 jo, pasal 18 undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan undang-undang nomor 31 tahun 1999Tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KHUP. (AP)

Berita terkini

Ridho Rhoma Ditangkap Polisi, ini Penyebabnya

Sabtu, 25 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Dua Warga Malaysia Dituntut Hukuman Mati, ini Kasusnya

Jumat, 24 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Ribuan Polisi Siaga Disejumlah Titik di Bogor

Kamis, 23 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Kades dan Bendahara Desa Tanjung Punak Bengkalis Ditahan

Kamis, 23 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Polisi Periksa CCTV MK, Ada Apa?

Kamis, 23 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Tersebab hal ini, Ketua PPS Dibui 3 Tahun

Kamis, 23 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Demo di KPK, ini Tuntutan Aktivis Lingkungan

Kamis, 23 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

12 Tahun Bui Vonis Untuk Dua Pengeroyok Guru YAS Bandung

Selasa, 21 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Ketahuan, Penculik Anak Pura-Pura Zikir di Masjid

Selasa, 14 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Operasi Antik 2017, 237 Penyalahgunaan Narkoba Terjaring

Selasa, 14 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Ketua KPK Sebut akan ada Tersangka Baru Kasus e-KTP

Senin, 13 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

KPK Kembali Periksa Politikus PKB Sebagai Tersangka

Senin, 13 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Banding Ditolak, Jessica Tetap Dibui 20 Tahun

Senin, 13 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Polsek Kempes Polres Inhil Amankan 10 Kg Ganja

Senin, 13 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+