Rabu, 26 Juli 2023 - 10:33:30 WIB

DEKLARASI BURUH MIGRAN

Sepakat Hentikan Pengiriman PMI secara Ilegal

Peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum acara dialog dimulai di Gedung Sri Bunga Tanjung, Dumai, Selasa (18/7/2023).

DUMAI, riaupunya.com– Tindak pidana perdagangan orang (TPPO) kini menjadi perhatian serius pihak kepolisian. Kejahatan ini telah menimbulkan banyak kerugian bahkan korban jiwa sebab itu harus dihentikan.

Riau yang punya garis pantai cukup panjang dan berhadapan langsung dengan negara tetangga juga tidak luput dari tindak kejahatan TPPO berkedok pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI), tapi pemberangkatannya tidak melalui jalur resmi atau ilegal. Ada beberapa daerah di Riau yang kerap dijadikan tempat pengiriman PMI secara ilegal ke luar negeri terutama ke Malaysia. Dumai termasuk di antaranya, sebab itulah bersama stakeholder, Polda Riau mendeklarasikan ‘’Hentikan Pengiriman PMI Ilegal’’.

Deklarasi itu terwujud bersamaan dengan Sosialisasi Penanganan CPMI dan PMI Nonprosedural dalam memberantas Sindikat TPPO di Wilayah Kota Dumai, Selasa (18/7/2023) di Gedung Sri Bunga Tanjung, Dumai. Program ini sesuai dengan UU RI No. 21 Tahun 2007 Pasal 2 ayat (1) dan ayat (2) tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang.

Kanit 3 Subdit Kamneg Dit Intelkam Polda Riau AKP P. Banjarnahor, S.Sos., M.H mengatakan sosialisasi ini sengaja dilaksanakan di Kota Dumai, sebab posisi yang langsung berhadapan dengan negeri jiran memungkinkan terjadinya praktek pengiriman PMI secara ilegal, hal tersebut diatur dalam UU RI No. 18 Tahun 2017 pasal 68 jo pasal 69 jo pasal 81 jo 83 tentang perlindungan pejerja migran indonesia. Dengan melibatkan semua unsur diharapkan bisa lebih efektif mencegah penyelundupan PMI ke luar negeri, khususnya Malaysia.

Banjarnahor menjelaskan periode bulan Juli 2023 tercatat telah beberapa kali terjadi kasus TPPO dengan modus pengiriman PMI ke luar negeri. Ini terjadi karena letak wilayah pesisir Kota Dumai yang sangat strategis, sebab itu perlu peran serta semua kalangan. ‘’Perlu kesadaran kolektif dari seluruh pemangku kepentingan dan elemen masyarakat,’’ tuturnya.

Wali Kota Dumai yang diwakili Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik Hermanto Usman, S.Sos., MSi juga mengajak semua unsur bersama-sama menjaga agar Kota Dumai tidak dijadikan tempat pengiriman PMI ke luar negeri secara ilegal sebab sangat merugikan, terutama pekerja. PMI yang berangkat tidak melewati prosedur yang benar tidak mendapat kepastian pekerjaan yang akan dijalankan. Tidak ada perlindungan hukum yang memayungi. Bahkan ketika sudah bekerja pun tidak ada jaminan upahnya akan dibayar dengan lancar.

Pertemuan ini juga diikuti seluruh stakeholder, seperti pihak Dinas Ketenagakerjaan Dumai, Imigrasi, P4MI, Camat, dan unsur lainnya yang jumlahnya mencapai 150 orang. Perwakilan nelayan dan Jasa angkutan juga hadir. (***/A/Wal)

Berita terkini

Ini Pesan Babinsa Saat Penyekatan Jalan 

Minggu, 08 Agustus 2021 - 11:51:06 WIB

Babinsa Dampingi Nakes Tracing Warga 

Jumat, 16 Juli 2021 - 09:34:28 WIB

Monitoring Vaksinasi, Babinsa: Tetap Jaga Prokes!

Rabu, 07 Juli 2021 - 11:28:38 WIB

Monitoring Vaksinasi, Babinsa: Tetap Jaga Prokes!

Rabu, 07 Juli 2021 - 11:28:38 WIB

Babinsa Garda Terdepan Lakukan Imbauan Disiplin Prokes

Rabu, 24 Maret 2021 - 10:10:41 WIB

Alasan Pemerintah Gratiskan Pajak Mobil Baru 

Senin, 15 Februari 2021 - 06:53:26 WIB

Babinsa Siap Dukung  Tim Satgas Covid-19 Kelurahan 

Minggu, 14 Februari 2021 - 10:41:09 WIB

Kode Keras Mbappe Tinggalkan PSG

Minggu, 24 Januari 2021 - 06:10:39 WIB

Komsos,Serda Sumarsono Imbau Warga Taati 4 M

Jumat, 22 Januari 2021 - 11:17:55 WIB

Babinsa Sukaramai Apel Gabungan di Pos Ramayana

Senin, 04 Januari 2021 - 09:48:47 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+