Polisi Tangkap Delapan Penyebar Hoax Gempa
Riaupunya.com - Diduga menyebarkan berita bohong atau hoax terkait bencana alam, gempa bumi dan tsunami, Polisi telah mengamankan Delapan orang.
Dikutip dari cnnindonesia.com, Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Rachmad Wibowo menyebut kalau polisi telah mengidentifikasi 14 akun media sosial yang diduga telah menyebarkan berita bohong.
"Mengecek berita yang berlebihan atau berita yang tidak lengkap tentang bencana di Sulawesi Tengah dan di NTB, sehingga dapat menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat," kata Rachmad dalam keterangan tertulisnya, Kamis 4 Oktober 2018.
Rachmad menjelaskan, delapan tersangka yang telah ditangkap tersebut adalah, pertama Epi Wariani, ditangkap di Lotim, NTB. Ia mengunggah tulisan pada tanggal 28 September 2018 yang menyatakan kewaspadaan di NTB khususnya pulau Sumbawa.
Kedua atas nama Joni Afriadi, ditangkap di Batam, Dia mengunggah gambar hoax mengenai mayat yang meminta gempa. Yang ketiga atas nama Uril Unik Febrian, ditangkap di Sidoarjo karena mengunggah tulisan yang menyatakan kemungkinan gempa di Pulau Jawa khususnya Jakarta.
"Berikutnya yang keempat atas nama Bobby Kirojan, ditangkap di Manado karena mengunggah tulisan kemungkinan gempa di Pulau Jawa pada tanggal 24 Agustus 2018,"urainya.
Selanjutnya tersangka atas nama Ade Irma Suryani Nur, ditangkap di Jeneponto karena telah mengunggah tulisan tentang Bendungan Bili-bili yang retak karena gempa. Selanjutnya tersangka atas nama Dhany Ramdhany ditangkap di Cipinang Jawa Timur.
"Dia juga memposting seolah-olah sangat mungkin terjadi Gempa di Pulau Jawa khususnya Jakarta," ujarnya.
Tersangka ketujuh atas nama Martha Margaretha yang ditangkap di Surabaya. Ia mengunggah tulisan berisikan kemungkinan gempa di Pulau Jawa dan Jakarta.
"Ia telah memposting konten berita hoaks berisi berita gempa MEGATRUST pulau Jawa dan sangat mungkin terjadi di Jakarta diperkirakan berkekuatan 8,9 SR," kata dia.
Terakhir, polisi menangkap Malini di Pekanbaru. Ia juga mengunggah tulisan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan bahwa bakal ada gempa di Jakarta dan sekitarnya dengan kekuatan 8,6 SR.
Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengaku tak ragu menindak tegas penyebar hoaks terkait gempa serta tsunami di Palu dan Donggala.
"Jangan sampai muncul hoax, berita tidak benar yang meresahkan masyarakat, tidak enak, dan tidak elok," ujar Wiranto di Kantor Presiden, Selasa 2 Oktober 2018, usai mengikuti rapat terbatas menangani dampak gempa dan tsunami Palu-Donggala bersama Presiden Joko Widodo. ***




































