Kamis, 28 September 2017 - 00:00:00 WIB

Dugaan Korupsi Rp14 Miliar

Kejaksaan Negeri Bengkalis Dalami Keterlibatan Panitia Lelang

Riaupunya.com -- Kejaksaan Negeri kabupaten Bengkalis terus memperdalam proses penyelidikan pembangunan proyek pondok pesantren (Pompes) senilai Rp14 miliar di Desa Pergam, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau. Proyek yang bersumber dari APBD Bengkalis tahun 2014 pada dinas Pekerjaan Umum Bengkalis itu diduga terjadinya penyimpangan dalam pengerjaan.

“Iya, proses penyelidikan terus berjalan. Proyek yang dikerjakan terdiri dari Masjid dan sekolah itu saat ini penyidik sedang melakukan audit untuk kedua kalinya dengan melibatkan tenaga ahli dari professional untuk kedua kalinya,”ungkap Kajari kabupaten Bengkalis, Rahman Dwi Sahputra, Kamis 28 Mei 2017 di ruang kerjanya.

Selain itu. Dikatakanya, penyidik pidana khusus Kejaksaan Negeri Bengkalis sudah melakukan pemeriksaan terhadap 11 orang yang terlibat dalam pembangunan proyek pondok pesantren (Ponpes) di Desa Pergam, Kecamatan Rupat,Kabupaten Bengkalis, Riau.

“11 orang sudah diperiksa terdiri kuasa pengguna anggaran (KPA) proyek, Zulfahmi. Dan daftar 11 orang yang sudah dimintai keterangan dalam mega korupsi uang negara tersebut,”tegas Kajari.

Menurut Kajari, perkara dugaan korupsi pembangunan Ponpes di Desa Pergam untuk menaikan status perkaranya ke penyidikan, kita lihat nanti hasil audit dari tenaga ahli. Ia juga menambahkan, selain mendalami penyelidikan pihaknya juga mendalami proses dari perencanaan dan proses pelelangan dokumen proyek Pompes tersebut.

“Kalau pendalaman perencanaan dan proses dokumen proyek tentunya dari proses lelang perencanaan dan proses lelang. Panitia lelang tahun 2014 itu akan diperiksa dalam waktu dekat, kita lihat nanti hasil pemeriksaan nanti,”katanya.

Diketahui pembangunan pesantren tersebut digulirkan tahun 2012, 2013, 2014 semasa Bupati Bengkalis, Herliyan Saleh. Saat itu, Zulfahmi menjabat Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bengkalis. Sedangkan dari panitia yang melelangkan (Ardieansyah,red) saat itu menjabat Kepala bidang pemeliharaan jalan dinas Pekerjaan Umum Bengkalis pada saat itu sebagai Ketua Pokja (Pokja) I pada tahun 2013 dan 2014.

Selain sudah memeriksa 11 orang yang terlibat dalam proyek yang dikerjakan selama tigak tahap (tiga tahun anggaran) itu, penyidik Kejari sudah mengamankan beberapa dokumen sebagai barang bukti. (Ap)

Berita terkini

Polisi Dampingi Mahasiswi Swiss Korban Pemerkosaan di Bali

Selasa, 14 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Bupati Bengkalis Laporkan Kasus TTD Palsu Kepolisi

Senin, 13 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Gempa Bumi 5,2 SR Goncang Sumbawa

Senin, 13 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Seorang Bayi Perempuan Ditemukan di Jalintim Inhu

Minggu, 12 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

TNI AU Benarkan Anggotanya Terlibat Pemukulan di Ujunggenteng

Minggu, 12 Februari 2017 - 00:00:00 WIB
Soal Aksi 112

Kapolda Metro: Aman dan Damai, Suatu Kebanggaan

Sabtu, 11 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Gambar Palu Arit di Sekitar Masjid, Begini Ceritanya

Jumat, 10 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Kasus Pembakar 2 Unit Kapal, Kasi pidum Lupa Nama Terdakwa

Kamis, 09 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Banjir Sampang Meluas, Genangan Air Kian Tinggi

Kamis, 09 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Bacakan Pleidoi, Irman Gusman Sedih Atas Tuntutan JPU

Kamis, 09 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Awal Tahun, Inapektorat Terima 4 Pemohonan Cerai

Rabu, 08 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+