Senin, 11 September 2017 - 00:00:00 WIB

Pers Diminta Terus Menyuarakan Tentang Pentingnya Kerukunan

Riaupunya.com -- Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Pusat Dirjen Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia menunjuk Provinsi Riau, khususnya Pekanbaru sebagai rujukan kerukunan umat beragama. Ini terbukti, Riau dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggara Workshop Jurnalistik Kerukunan Umat Beragama (KUB) Tingkat Nasional.

"Alhamdulillah pada hari ini kita melaksanakan kegiatan workshop tentang peran serta para jurnalis untuk peningkatan kerukunan umat beragama. Bukan hanya di Provinsi Riau, tapi di seluruh Indonesia. Dan ini dibuktikan dengan hadirnya para jurnalis kita dari 34 provinsi di seluruh Indonesia," ujar Kepala Kantor Kementerian Agama Wilayah (Kakanwil) Provinsi Riau Ahmad Supardi kepada insan pers usai membuka kegiatan workshop Jurnalistik kerukunan Umat Beragama (KUB) di Ballroom Hotel Pangeran, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Riau, Senin 11 September 2017 sore.

Ahmad Supardi memastikan kalau kerukunan umat ini terganggu maka kerukunan nasional juga akan terganggu. Akibatnya, disintegrasi bangsa pasti akan terganggu.

"Karena itu saya berharap dengan adanya workshop ini, kawan-kawan dari pers lebih banyak menyuarakan masalah kerukunan. Karena kerukunan ini bagian dari kerukunan nasional,'' sebut Ahmad Supardi.

Mengenai terpilihnya Riau sebagai pusat pelaksanaan kegiatan workshop jurnalis KUB, Ahmad Supardi menjelaskan, Riau ini sangat heterogen, terutama dari sisi agama. Dimana semua pemeluk agama ada di Bumi Melayu Lancang Kuning ini. Kemudian dari segi suku, semua suku ada di Riau.

"Artinya, Pekanbaru terutama Riau ini semacam Indonesia mini bagi kita di Indonesia ini,'' ujar Ahmad Supardi seraya berharap Provinsi Riau bisa sebagai pusat percontohan tentang kerukunan umat beragama di Indonesia.

"Saya kira ini salah satu tujuan kenapa Forum Kerukunan Umat Beragama Pusat (FKUB) Pusat menempatkan Provinsi Riau sebagai tuan rumah untuk acara ini,'' sebut Ahmad Supardi.

Soal langkah yang akan dilakukan Kementerian Agama terkait penanganan isu kerukunan umat beragama, Supardi mengatakan, salah satu langkah yang dilakukan seperti kegiatan workshop jurnalis ini. Yang kedua; akan mempercepat tugas-tugas FKUB Provinsi, kabupaten dan kota yang ada di seluruh Indonesia.

"Kepada FKUB provinsi, kabupaten/kota nanti juga akan saya sampaikan bahwa sekarang dari pihak luar sudah melirik Provinsi Riau sebagai salah satu percontohan kerukunan umat beragama nasional,'' kata Ahmad Supardi.

Bicara soal fasilitas, Ahmad Supardi menyebutkan, pihaknya sudah coba membangun Kantor FKUB Provinsi, termasuk juga di beberapa Kabupaten/Kota. Kantor ini dibangun oleh Kementerian Agama.

"Seperti di Kota Pekanbaru kita juga kantornya. Mereka sendiri yang membangun kantornya. Kemudian Rokan Hulu kita juga sudah punya dan beberapa ada di kabupaten lain. Dan setiap tahun Insya Allah akan kita bangun minimal satu per kabupaten. Kemudian bantuan-bantuan juga Alhamdulillah Provinsi Riau, dari gubernur membantu FKUB provinsi dan juga kabupaten membantu FKUB kabupaten/kota. Termasuk Kanwil Agama untuk membantuk FKUB provinsi, kemudian juga membantu FKUB kabupaten/kota," beber Ahmad Supardi.

Terkait komunikasi dengan agama lain, kata Ahmad Supardi, berjalan dengan baik. Sebab di FKUB itu semua agama ada.

"Dan saya sendiri selaku Kepala Kantor Wilayah Kemenag Riau selalu berupaya untuk melakukan dialog dengan tokoh-tokoh agama lain. Itu juga bukan hanya Agama Islam, tapi juga agama-agama yang lain seperti Kristen, katholik, Hindu dan Buddha. Termasuk beberapa hari yang lalu saya ke Kepulauan Meranti bertemu dengan umat-umat Buddha. Dan termasuk kita bangunkan sekolah agama untuk Agama Buddha. Dengan demikian, umat-umat di luar Agama Islam punya sekolah-sekolah seperti madrasah dan pondok pesantren. Yang di luar ini diharapkan juga punya sarana pendidikan agama dan keagamaan," paparnya.

Karena itu, kata Ahmad Supardi, peran para jurnalis di Provinsi Riau cukup bagus. Dimana kawan-kawan jurnalis di Riau cukup banyak memberitakan kegiatan-kegiatan kultur dan agama.

"Dan ini selalu juga kita laporkan ke Jakarta. Mungkin atas dasar ini Riau menjadi rujukan oleh FKUB Pusat Direktorat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia,'' katanya.

Mengenai gejolak atau konflik agama di Riau, Ahmad Suardi mengatakan, alhamdulillah tidak ada. Sedangkan di daerah lain cukup banyak. Di antaranya masalah-masalah rumah ibadah.

"Alhamdulillah, walau di daerah kita ini ada tapi tidak signifikanlah dampaknya. Karena itu, sangat pantas Riau ini menjadi rujukan," katanya.(rls)

Berita terkini

Gubri: Cita-cita Pak Tenas Kita Lanjutkan

Selasa, 28 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Gubri Ajak Masyarakat Tingkatkan Ukhuwah Islamiyah

Minggu, 26 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Gubri Hadiri Peringatan Haul di Inhil

Kamis, 23 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Khasiat Buah Kurma dalam Penjelasan Alquran dan Sains

Selasa, 21 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Alquran dan Sains Jelaskan Hujan sebagai Sumber Kehidupan

Selasa, 14 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Begini Khasiat Air Zamzam dalam Pandangan Sains

Senin, 13 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Salawat Badar Menggema di Aksi 112

Sabtu, 11 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Keajaiban Tulang Sulbi Disebutkan Dalam Alquran dan Sains

Kamis, 09 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

502 JCH Rohul Jalani Pemeriksaan Kesehatan Awal di RSUD

Rabu, 08 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Kemampuan Burung Terbang Dalam Pandangan Alquran dan Sains

Selasa, 07 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Alquran dan Sains Jelaskan Siklus Air dan Hujan di Bumi

Jumat, 03 Februari 2017 - 00:00:00 WIB
Evaluasi Program

IPHI Kota Dumai Gelar Rapat Rutin Perdana

Minggu, 29 Januari 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+