Selasa, 25 April 2017 - 00:00:00 WIB

Inspektur Inspektorat Pekanbaru Ancam Laporkan Travel Umroh, ini Penyebabnya

Riaupunya.com -- Selasa 25 April 2017, sejumlah calon jemaah Umroh, termasuk Inspektur Inspektorat Kota Pekanbaru mendatangi kantor travel umroh Pentha Wisata yang beralamatkan di Jalan Pandan, Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru.

Kedatangan para calon jemaah umroh tersebut untuk menanyakan kepastian jadwal kebarangkatan umroh mereka yang terus ditunda-tunda dengan alasan yang tak jelas.

Inspektur Inspektorat Kota Pekanbaru, Azmi mengatakan bahwa dirinya sudah membayar lunas untuk biaya keberangkatan umroh pada bulan Februari lalu untuk 12 anggota keluarganya yang hendak pergi ke tanah suci. Namun sampai saat ini, belum ada kepastian keberangkatan dari pihak travel.

"Saya mestinya bersama keluarga sudah berangkat ke tanah suci di bulan Februari lalu, namun sampai sekarang masih belum jelas kapan berangkatnya. Awalnya dijanjikan Februari, mundur ke Maret terus April sekarang dijanjikan Mei lagi. Jadi sekarang ini, saya ingin ada penjelasan yang pasti dari pihak travel ini," ungkap Azmi.

Menurut Azmi, dirinya akan memberikan toleransi untuk terakhir kalinya. Namun jika pihal travel tetap tidak juga dipenuhi janji mereka yang terakhir. Maka persoalan ini akan dilanjutkan melalui jalur hukum.

"Saya sudah lunas membayar perjalan umroh selama 16 hari dengan harga Rp 23 juta/orang. Jika tidak bisa mengindahkan memberangkatkan kami, maka saya akan minta kembali uang yang sudah dibayarkan tersebut,"tegasnya.

Azmi juga beharap kepada Kemenag yang membawahi izin travel umroh dan haji ini hendaknya dapat melakukan pengawasan di llapangan. Pasakbya penipuan modus travel umroh dan hajji, sangat merugikan banyak orang.

Hal senada jugi diungkapkan Lusi, dimana sejak desember 2015 sudah dirinya sudah melunasi biaya perjalan umroh orang tua dan dijanji akan berangkat desember 2016 dengan paket hasanah dan perjalanan selama 16 hari dengan total 23,2 juta.

"Aneh memang travel ini. Pas dua hari setelah mendaftar, saya diminta melunasi biaya. Dan dijanjikan akan berangkat pada Desember 2016. Namun sampai saat ini belum ada tanda-tanda akan berangkat,"paparnya, seperti mengutip gaungriau.com.

Lusi warga Sukajadi ini pun mengaku jika dirinya sudah sering menanyakan hal tersebut kepadq pihak travel terkait dibatalkannya keberangkatan tersebut.

"Saya sudah cukup sabar, karena dijanjikan terus akan berangkat namun tidak jadi-jadi. Sementara keluarga sudah berkumpul untuk melepas keberangkatan umroh tersebut,"cetusnya dengan nada emosi.

Sebelumnya, Travel Umrah dan Haji Plus Pentha Wisata bernama JP Madani. Namun karena banyaknya kasus yang dilaporkan, pihak manajemen mengganti nama JP Madani. Hanya saja, manajemen Pentha Wisata ketika akan dimintai konfirmasinya terkesan menutup diri.

"Silahkan keluar. Managernya lagi ada pertemuan dengan calon jamaah umroh jadi belum bisa diganggu," ungkap salah seorang security yang mencoba untuk menghalangi para wartawan. Termasuk melarang mengambil foto kantor travel tersebut.***

Berita terkini

Incar Investasi, Rombongan Raja Salman akan Gerilya ke Daerah

Senin, 27 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Disperindag Sebut Peminat Daging Sapi di Pekanbaru Masih Tinggi

Minggu, 26 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Pemko Pekanbaru Targetkan Tanam 15 Hektare Cabai Keriting

Minggu, 26 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Gara-gara hal ini, Anggota DPRD Dumai Gaduh

Minggu, 26 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Tutup Tanwir Muhammadiyah, Ini yang Disampaikan JK

Minggu, 26 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Gubernur Riau Ajak Masyarakat Tanam Cabe di Pekarangan Rumah

Sabtu, 25 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Warga Sakai Tutup Akses ke Water Park Hutahaean Group di Duri

Sabtu, 25 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

DBD Capai 99 Kasus, DPRD Salahkan Pemko Pekanbaru

Kamis, 23 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Tengku Azwendi : Masyarakat Minta Pembangunan Jalan

Kamis, 23 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

BRK Dipercaya Pemkab Lingga Kelola PBB-P2

Kamis, 23 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Traffic Light Bundaran Jaya Mukti tak Berfungsi

Kamis, 23 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Sejumlah Desa Monopoli Biaya Pemasangan Kwh Lisdes

Kamis, 23 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Presiden Jokowi Serahkan Urusan Freeport ke Jonan

Selasa, 21 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Fitur Anyar WhatsApp: Pajang Status Foto Atau Video

Selasa, 21 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Siak Optimis Raih Adipura tahun ini

Senin, 20 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Kasus DBD di Pekanbaru tak Terkendali, Ini Saran DPRD

Senin, 20 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Pemuda Muhammadiyah Dorong Fatwa Haram untuk Pekerja Buzzer

Senin, 20 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+