Senin, 20 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Pemuda Muhammadiyah Dorong Fatwa Haram untuk Pekerja Buzzer

Riaupunya.com - Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah akan meminta fatwa haram kepada para ulama terkait maraknya aksi buzzer politik yang menyebar berita fitnah dan hoax lewat viral yang dilakukan di media sosial (medsos).

Ketua Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, fatwa tersebut akan dikeluarkan saat acara Tanwir Muhammadiyah yang akan dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Ambon, Maluku pada 24-26 Februari 2017 mendatang.

"Jadi kami nanti di Tanwir itu akan mendorong peserta Tanwir melalui ulama-ulama Muhammdiyah untuk mengeluarkan fatwa, bahwasanya buzzer politik, pekerjaan sebagai buzzer politik itu adalah pekerjaan yang haram," kata Dahnil di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Senin 20 Februari 2017.

Dahnil berharap, fatwa tersebut akan meminimalisir maraknya fitnah dan hoax yang ada di medsos. Sebab, praktek para buzzer politik tersebut akan sama halnya dengan kejahatan pengedaran narkoba di Indonesia.

"Jadi itu sama dengan pengedar narkoba, jadi mengedar fitnah, jadi kami juga mengimbau anak muda untuk tidak jadi buzzer politik. Kenapa, Karena itu adalah pekerjaan yang tidak produktif, dan itu adalah pekerjaan yang haram. Maka melalui media ini kami mengimbau anak muda jangan mau jadi buzzer poltik, jangan mau jadi tuyul sosmed, karena itu pekerjaan yang haram," imbuhnya.

Dahnil menganalogikan para buzzer politik serupa 'tuyul-tuyul' di medsos. Pasalnya, selain merugikan banyak orang, para buzzer juga kerap menebar ujaran kebencian yang dapat mengancam persatuan NKRI.

?"Kami berharap sih ada tim khusus yang memang ngurusin itu dengan cara-cara yang benar. Memang kan Pak Jokowi tadi sampaikan kami sedang mempertimbangkan bentuknya, namanya Lembaga Siber Nasional itu, salah satunya adalah mengontrol buzzer-buzzer politik ini. Kami sih berharap ada penegakan hukum yg lebih maju ya terkait praktek buzzer politik ini," lanjutnya.

"Karena sekarang ini kebisingan kita kemudian instabilitas itu justru episentrumnya asal atau pusat gempanya itu dari buzzer-buzzer politik, atau bahasa saya itu tuyul sosial media. Tuyul-tuyul sosmed diproduksi oleh pabrik sosmed itu ya haram karena mereka kerjaannya fitnah," tandasnya.


Sumber: Okezone.com

Berita terkini

Ketua MPR Sarankan Korban Berita Hoax Melapor

Minggu, 19 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Bupati Harris Resmikan Dua Proyek Dermaga di Kuala Kampar

Minggu, 19 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Begini Ruang Koruptor Melepas Rindu dengan Keluarga

Minggu, 19 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Dikabarkan Mundur dari Freeport, Ini Jawaban Chappy Hakim

Sabtu, 18 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Resmikan Jaringan Irigasi, Ketua MPR Harap Petani Makmur

Jumat, 17 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Riau Perkuat Ekonomi di Wilayah Perbatasan

Jumat, 17 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Satpol PP Pekanbaru Turunkan 79 Benner "Kadaluarsa"

Kamis, 16 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Rekrut Naker tak Melapor, Disnakertrans Dumai Panggil PT. ESM

Kamis, 16 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Waspada! Bendung Katulampa Siaga II

Rabu, 15 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Sukseskan Gerakan 1000 Pohon, UR Gandeng Empat Mitra

Selasa, 14 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Dishub Akui Pelayanan TMP Belum Maksimal

Senin, 13 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Doa Menkominfo Untuk Kelancaran Peluncuran Satelit Telkom 3S

Minggu, 12 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Wabup Inhil Ingatkan Bahaya Ngelem di Kalangan Anak

Minggu, 12 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Warga Rohil Dimnta Optimalkan Potensi Kelautan

Sabtu, 11 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Jelang Akhir Pekan, Harga Emas Melorot Tajam

Jumat, 10 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Sejak Dini Hari tadi, Sumut Diguncang Delapan Kali Gempa

Jumat, 10 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Tender Jembatan Siak IV Masalah Tekhnis Saja Lagi

Kamis, 09 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

DWP Riau Gelar Pelatihan e-Reporting Di Inhil

Rabu, 08 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Hadiri HPN 2017, Gubri Berharap Pers Lebih Profesional

Rabu, 08 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Pustu Desa Redang 3 Kali Diusulkan Tak Pernah Terealisasi

Rabu, 08 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

35 Unit Toko Modern di Bengkalis Tak Berizin

Rabu, 08 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Ketua Baleg Akui Kinerja Legislasi DPR Rendah

Selasa, 07 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+