Abdul Wahid Paparkan 3T Solusi Sukses di Hadapan Ratusan Mahasiswa UIN Suska Riau
Abdul Wahid saat menyampaikan materi dihadapa ratusan Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Suska Riau, Selasa 8 September 2026.
PEKANBARU — Sukses tidak cukup hanya dengan memiliki cita-cita. Mahasiswa juga membutuhkan tekad untuk memulai, ketekunan untuk menjalani proses, dan ketawakalan untuk menerima hasil.
Pesan tersebut disampaikan Kepala Seksi Pendidikan Islam Kementerian Agama Kabupaten Pelalawan, Abdul Wahid, S.Ag., M.I.Kom, saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pembinaan Basic Keislaman di Kalangan Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau, Selasa 8 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung PKM UIN Suska Riau tersebut diikuti ratusan mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Wahid memperkenalkan konsep 3T sebagai solusi meraih kesuksesan, yakni Tekad, Tekun, dan Tawakal.
Menurut Wahid, mahasiswa perlu memiliki prinsip hidup yang jelas agar tidak mudah kehilangan arah ketika menghadapi berbagai tantangan. Tekad menjadi titik awal, tekun menjadi kekuatan dalam menjalani proses, sedangkan tawakal menjadi sikap dalam menerima hasil setelah seluruh ikhtiar dilakukan.
“Tekad merupakan langkah awal berupa kemauan yang bulat sekaligus kompas untuk menentukan tujuan dan membuang keraguan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tekad dapat diterapkan dalam berbagai kehidupan mahasiswa, mulai dari menetapkan target belajar, menyelesaikan pendidikan, hingga berani mengambil keputusan penting untuk masa depan.
Namun, tekad saja tidak cukup. Setelah menentukan tujuan, mahasiswa harus memiliki ketekunan untuk menjalaninya.
Tekun, kata Wahid, berarti mampu konsisten, bekerja keras, dan bertahan dalam proses jangka panjang. Sikap tersebut diperlukan ketika mahasiswa menghadapi tugas kuliah yang menumpuk, mengejar target akademik, mengembangkan kemampuan diri, hingga menghadapi berbagai proses yang tidak selalu berjalan sesuai harapan.
“Sedangkan tawakal menjadi sikap setelah ikhtiar maksimal, yakni menyerahkan hasil kepada ketetapan Allah SWT demi memperoleh ketenangan dan kedamaian mental,” jelasnya.
Dengan tawakal, mahasiswa diharapkan tidak mudah larut dalam kecemasan maupun kekecewaan ketika hasil yang diperoleh belum sesuai dengan harapan.
“Melalui prinsip 3T tersebut, mahasiswa diharapkan memiliki bekal yang tidak hanya berguna dalam lingkungan kampus, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Tekad untuk menentukan arah, tekun untuk menjalani proses, dan tawakal untuk menjaga ketenangan dalam menerima hasil,” tegas Wahid.
3T dan Tiga Pilar Utama Islam
Wahid kemudian mengaitkan konsep 3T dengan tiga pilar utama ajaran Islam, yakni Akidah, Ibadah, dan Akhlak.
Ia menjelaskan, akidah merupakan fondasi keyakinan dan keimanan yang mantap di dalam hati terhadap Allah SWT dan seluruh ajaran Islam tanpa keraguan.
Sementara itu, ibadah merupakan bentuk ketundukan, kepatuhan, serta perwujudan rasa cinta dan pengabdian kepada Allah SWT, baik dalam bentuk ibadah mahdhah maupun ghairu mahdhah.
Adapun akhlak merupakan sistem moral dan perilaku terpuji yang tertanam dalam jiwa dan terpancar secara spontan dalam hubungan dengan Allah, manusia, dan alam.
“Jadi 3T tersebut adalah, Tekad merupakan awal—Akidah, Tekun bagian dari proses—Ibadah, dan Tawakal merupakan hasil—Akhlak,” paparnya.
Menurut Wahid, pemahaman tersebut penting agar pembinaan keislaman yang diterima mahasiswa tidak berhenti sebatas pengetahuan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kehidupan.
Dengan demikian, nilai-nilai keislaman yang diperoleh melalui kegiatan pembinaan diharapkan dapat menjadi bekal mahasiswa dalam bersikap, mengambil keputusan, dan berperilaku di tengah kehidupan bermasyarakat.
"Pada akhirnya, tekad memberi arah, tekun menjaga langkah, dan tawakal memberikan ketenangan dalam perjalanan menuju kesuksesan, " imbuhnya. (NR)































































