Selasa, 09 September 2025 - 16:10:05 WIB

Angkat Kabut Asap Riau, Mahasiswa FIKOM UMRI Raih Juara 2 Kompetisi Jurnalistik TV Nasional

JAKARTA -- Tim mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Riau (FIKOM UMRI) berhasil meraih Juara 2 dalam Citizen TV Journalist Competition 2025, kompetisi jurnalistik televisi tingkat nasional yang diselenggarakan Avilkom.id bekerja sama dengan Televisi Muhammadiyah (TVMu).

Tim FIKOM UMRI yang terdiri atas Alifa Wahdini, Hidayat, dan Syahruddin Ilham meraih prestasi tersebut melalui karya reportase bertema “Kabut Asap” yang mengangkat persoalan lingkungan dan kemanusiaan di Riau.

Rangkaian Citizen TV Journalist Competition 2025 dimulai sejak 8 Juli 2025, meliputi pendaftaran, produksi video reportase, penyuntingan, hingga pengumpulan karya secara daring. Para pemenang kemudian diundang ke Studio TVMu di Menteng, Jakarta, pada 8 September 2025 untuk menerima penghargaan.

Dalam kompetisi tersebut, Juara 1 diraih tim Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) melalui reportase mengenai pembuangan sampah ilegal di Brown Canyon, Semarang. Sementara Juara 3 juga diraih tim FIKOM Unissula yang mengangkat persoalan banjir rob di Sayung, Demak.

Perwakilan tim FIKOM UMRI, Alifa Wahdini, mengatakan pemilihan kabut asap sebagai tema reportase dilakukan dengan sejumlah pertimbangan jurnalistik. Ketika proses produksi berlangsung, persoalan kabut asap tengah terjadi sehingga memiliki aktualitas dan nilai berita yang kuat.

“Kabut asap bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga persoalan kemanusiaan karena dampaknya menyentuh berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, ekonomi, hingga hubungan dengan negara tetangga ketika asap melintasi batas wilayah dan mencapai Malaysia maupun Singapura,” ujar Alifa.

Menurutnya, melalui reportase tersebut tim berupaya menghadirkan persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat Riau sekaligus menunjukkan bahwa isu lokal dapat diangkat menjadi karya jurnalistik yang memiliki relevansi lebih luas.

Dekan FIKOM UMRI, Jayus, S.Sos., M.I.Kom., mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, prestasi mahasiswa tidak terlepas dari proses pembelajaran dan pendampingan yang dilakukan, mulai dari pemilihan tema, penentuan sudut pandang pemberitaan, hingga proses penyuntingan karya sebelum diikutsertakan dalam kompetisi.

“Kami mendorong mahasiswa untuk tidak berhenti pada pemahaman teori jurnalistik di ruang kuliah. Mereka harus berani turun ke lapangan, membaca persoalan di tengah masyarakat, mengolahnya menjadi karya jurnalistik, kemudian mengujinya melalui berbagai kompetisi. Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa kita mampu bersaing di tingkat nasional,” ujar Jayus.

Ia menilai pemilihan kabut asap sebagai tema juga menunjukkan kepekaan mahasiswa terhadap persoalan yang terjadi di lingkungan sekitarnya. Isu lokal, menurutnya, dapat memiliki nilai dan daya tarik secara nasional apabila diliput secara serius dengan perspektif jurnalistik yang tepat.

“Riau memiliki banyak isu yang dapat diangkat menjadi karya jurnalistik berkualitas. Karena itu, kami terus mendorong mahasiswa agar semakin peka terhadap lingkungan, berani turun ke lapangan, dan menghasilkan karya yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga memiliki manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Prestasi tersebut sekaligus menambah capaian mahasiswa FIKOM UMRI dalam kompetisi tingkat nasional. Fakultas berharap keberhasilan Alifa Wahdini, Hidayat, dan Syahruddin Ilham dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus menghasilkan karya serta mengembangkan kompetensi jurnalistik melalui pengalaman langsung di luar ruang perkuliahan.**

Berita terkini

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+