Jumat, 04 September 2026 - 09:00:30 WIB

Oleh: Prof. Dr.Taufiqurokhman, S.H, A. Ks, S.Sos, M.Si

Di Balik Tirai Newsroom Jaga Desa

Prof. Dr.Taufiqurokhman, S.H, A. Ks, S.Sos, M.Si

DINAMIKA politik Indonesia tak pernah lelah bersolek. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, genderang tantangan bertalu-talu bagai ombak yang enggan menepi.

Realitas hari ini menyajikan paradoks yang menarik: di satu sisi, ruang demokrasi tampak menganga lebar memberikan jalan bagi ekspresi publik; namun di sisi lain, ada jaring tak kasat mata yang perlahan mereduksi ruang gerak masyarakat sipil itu sendiri.

Simak saja kegaduhan sepekan menjelang aksi massa 27 Agustus 2026 lalu. Jagat maya mendadak riuh oleh orkestrasi para pendengung (buzzer) bayaran dan media pembuat narasi instan.

Mereka mengamplifikasi isu secara masif, melukiskan potret Jakarta yang bakal lumpuh total. Narasi panas membakar persepsi domestik hingga internasional, menempatkan Gedung DPR RI sebagai episentrum ketegangan akibat desakan pengesahan RUU Perampasan Aset. Efeknya instan: sehari menjelang tanggal keramat itu, jalanan ibu kota justru sunyi, tersandera oleh kecemasan yang diproduksi secara digital.

Namun, di tengah simulakra dan hiruk-pikuk hoaks tersebut, sebuah gerakan tandingan yang waras lahir dari rahim pers nasional.

Ketika dunia maya dihujani disinformasi, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI)—sebagai salah satu konstituen penting Dewan Pers di bawah nakhoda Prof. Dr. Komaruddin Hidayat—mengambil peran sebagai jangkar kewarasan publik.

Di bawah komando Ketua Umum Firdaus, SMSI justru mengalihkan perhatian publik ke sebuah agenda subtansial di Gedung Dewan Pers, Jakarta: pelantikan Kelompok Kerja (Pokja) Newsroom Jaga Desa untuk lima provinsi, yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Bengkulu, dan Sumatera Selatan.

Kehadiran para pegiat pers daerah di Jakarta pada momentum krusial tersebut memunculkan dialektika demokrasi yang apik. Saat jalanan ibu kota dipenuhi desakan reformasi hukum yang merupakan keniscayaan dalam alam demokrasi, institusi pers justru sedang memperkuat benteng stabilitas nasional dari unit yang paling elementer: pedesaan.

Disaat kondisi paling genting tersebut, Prof. Harris Arthur Hedar ketua Dewan Pembinaan SMSI yang selalu membersamai pergerakan SMSI dirawat di rumah sakit. Dari rumah sakit Prof. Harris Arthur Hedar terus memompa semangat para pengurus SMSI untuk bergerak.

Sehingga suasana kebatinan tersebut tidak mengurangi semangat pengurus dan anggota dari berbagai daerah hadir ke Jakarta. Mengingat misi kehadiran mereka mengirimkan pesan kuat kepada dunia bahwa Jakarta tetap tegar dan aman.

Agenda strategis yang turut dihadiri oleh tokoh nasional seperti Hashim Djojohadikusumo ini membawa dua misi institusional yang profetik.

Pertama, melawan disinformasi.
Pers nasional berkomitmen menjadi penyedia informasi yang jernih dan berimbang, memastikan publik tidak terseret ke dalam pusaran polarisasi ekstrem yang destruktif.

Kedua, menempatkan desa sebagai garda depan. Melalui Newsroom Jaga Desa, fokus pengawasan jurnalisme digeser ke akar rumput guna mengawal transparansi anggaran, edukasi hukum, dan pencegahan korupsi di tingkat basis.

Langkah ini berkelindan erat dengan salah satu poin Asta Cita Presiden Prabowo, yakni membangun Indonesia yang dimulai dari pinggiran dan desa. Pada akhirnya, ketika ruang digital kerap kali memproduksi kecemasan, jurnalisme desa hadir sebagai penyejuk—sebuah ikhtiar menjaga kewarasan bangsa dari beranda paling depan republik ini.

Penulis adalah Direktur Pusat Kajian Strategis Governansi Digital Inklusif

Berita terkini

Oleh : FIrdaus

Mengapa Harus Don Kancil?

Minggu, 07 Juni 2026 - 17:45:51 WIB
Oleh: Firdaus*

Geliat Bayang-Bayang Sang Mantan

Kamis, 04 Juni 2026 - 20:15:59 WIB
Oleh: Saidul Amin*

Quo Vadis Pendidikan Nasional?

Selasa, 05 Mei 2026 - 11:54:52 WIB
Oleh : Abdul Wahid*

1 Syawal; Aku, Kamu dan Kita

Kamis, 19 Maret 2026 - 22:17:12 WIB
Oleh : Abdul Wahid*

PUASA DAN ZONA INTEGRITAS

Minggu, 15 Februari 2026 - 18:35:37 WIB
Oleh: Abdul Wahid*

Ketika Manusia Lupa…

Senin, 26 Januari 2026 - 23:05:41 WIB
Oleh: Marah Sakti Siregar

Menikmati Puisi Kritis

Minggu, 04 Januari 2026 - 20:20:46 WIB
Oleh : Abdul  Wahid*

Bencana Alam Bukti Kiamat Itu Pasti

Sabtu, 20 Desember 2025 - 07:58:50 WIB
Oleh : Abdul Wahid*

Sempena HGN Ke-80 Tahun : Guru Sejati

Selasa, 25 November 2025 - 22:35:18 WIB

Inovasi Media Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SD

Kamis, 07 Maret 2024 - 12:35:07 WIB
Oleh: Ratna Yulita*

Model Pembelajaran Sekolah Dasar

Rabu, 30 Oktober 2019 - 17:40:45 WIB
0leh: Abdul Wahid*

“Apa Itu Merdeka Menurut Anda..?”

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 13:04:07 WIB
Oleh: Abdul Wahid*

Integritas Bukan Sekedar Kata 

Sabtu, 19 Juli 2025 - 16:35:39 WIB
Oleh : Abdul Wahid*

Menata Ulang Pembayaran DAM Haji

Minggu, 27 April 2025 - 03:50:57 WIB
Oleh : Abdul Wahid*

Syawal Bulan Menguji Predikat Takwa

Rabu, 02 April 2025 - 10:03:24 WIB

Kantin Kejujuran

Kamis, 25 April 2024 - 13:05:02 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+

Advertorial