Selasa, 05 Mei 2026 - 16:55:03 WIB

Arah Baru Pekanbaru: Pembangunan Lebih Terstruktur, Layanan Kian Mendekat

PEKANBARU -- Dalam satu tahun terakhir, Kota Pekanbaru menunjukkan satu hal yang cukup jelas, arah pembangunan mulai bergerak ke jalur yang lebih terstruktur. Jika sebelumnya berbagai program kerap berjalan tanpa benang merah yang kuat, kini wajah perencanaan kota terlihat lebih rapi, terukur, dan memiliki arah yang lebih pasti.

Perubahan ini tidak terjadi secara tiba-tiba. Ia merupakan hasil dari upaya pembenahan yang dilakukan secara bertahap, dengan fokus pada bagaimana pembangunan tidak hanya berjalan, tetapi juga memiliki dampak nyata bagi masyarakat. Pemerintah kota tampak mulai menata ulang prioritas, memastikan bahwa setiap program yang dijalankan memiliki keterkaitan dan tujuan yang jelas.

Salah satu perubahan yang paling terasa adalah pada sektor pelayanan publik. Dalam periode ini, layanan kepada masyarakat tidak lagi terasa jauh dan berbelit. Sebaliknya, pemerintah berupaya menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, lebih cepat, dan lebih mudah diakses. Pendekatan ini menunjukkan adanya pergeseran cara pandang dari yang sebelumnya birokratis, menjadi lebih responsif terhadap kebutuhan warga.

Langkah ini penting, karena kualitas pelayanan publik seringkali menjadi tolok ukur langsung yang dirasakan masyarakat. Ketika layanan semakin mudah dijangkau, kepercayaan publik pun perlahan ikut tumbuh. Warga tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi mulai ditempatkan sebagai pusat dari setiap kebijakan yang diambil.

Seperti pada keberdaan Mobil Administrasi Mudah, Amanah dan Nyaman (AMAN) yang berkeliling 15 kecamatan di Kota Pekanbaru. Mobil ini bakal jemput bola melayani warga di seluruh kecamatan sesuai permintaan yang diterima Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Pekanbaru.

"Kami bakal mendatangi warga yang ingin mengurus administrasi kependudukan," kata Kepala Disdukcapil Kota Pekanbaru, Irma Novrita

Menurutnya, dinas menyurati lurah dan camat agar bisa mengajukan lokasi kedatangan Mobil AMAN Keliling. Mereka bisa mengajukan setelah melihat antusiasnya warga hendak mengurus dokumen kependudukan.

Tim di lapangan bakal melayani sejumlah layanan administrasi dan kependudukan. Layanan itu tidak hanya cetak e KTP tapi juga perekaman e-KTP.

Masyarakat juga bisa melakukan cetak KIA dan cetak KK. Lalu mencetak akta kelahiran, perkawinan dan kematian serta cetak surat pindah.

"Warga bisa membawa persyaratan, sesuai dengan dokumen yang hendak mereka urus," paparnya.

Di sisi lain, pembenahan tata kelola kota juga mulai dilakukan secara menyeluruh. Pemerintah tidak lagi bergerak secara parsial, melainkan mencoba melihat persoalan kota sebagai satu kesatuan yang saling berkaitan. Penataan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari sistem birokrasi, pengelolaan program, hingga cara pengambilan keputusan yang lebih terukur.

https://riaupunya.com/gambar/foto/6187245902.jpeg


Dua Aplikasi yang Dapat Menambah Kemudahan Masyarakat

Dalam memberikan pelayanan terbaik dan optimal kepada masyarakat, Pemko Pekanbaru juga telah meluncurkan dua aplikasi yakni Aplikasi AMAN dan aplikasi Sip AMAN.

Aplikasi Multipelayanan Aman dan Nyaman atau AMAN. Aplikasi yang digagas Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho ini menjadi wadah digital yang mengintegrasikan layanan pemerintah dalam satu genggaman.

Wali Kota (Wako) Pekanbaru, Agung Nugroho mengatakan dalam aplikasi AMAN ini terintegrasi dengan sejumlah layanan instansi di Pemko Pekanbaru hingga kepolisian maupun instansi vertikal lainnya.

Selain layanan administrasi, warga juga dapat memanfaatkan fitur pengaduan publik, termasuk melaporkan berbagai permasalahan lingkungan atau kejadian darurat. Salah satu fitur yang mendapat perhatian khusus adalah panic button, yang memungkinkan warga segera meminta bantuan saat menghadapi kondisi genting.

Wako mencontohkan, misalnya ibu-ibu yang mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) bisa langsung menekan tombol ini untuk meminta pertolongan.

"Di dalam aplikasi ini, warga juga bisa melaporkan tentang jalan berlubang, lampu yang padam, dan kita lengkapi juga dengan psikolog nya," kata Agungp.

Menurutnya, layanan ini dilengkapi dengan psikologi yang dapat dimanfaatkan warga untuk mendapatkan bimbingan konseling. Warga bisa mengunduh aplikasi AMAN ini playstore.

"Di dalam aplikasi ini juga ada pojok curhat. Warga bisa mengutarakan curahan hatinya. Terutama untuk anak-anak muda bisa curhat," tambah Wako.

Ia menambahkan, Aplikasi AMAN ini juga terkoneksi nanti sampai ke tingkat RT/RW. Sehingga warga bisa langsung dapat pelayanan dari pemerintah.

Sementara Aplikasi Sip Aman, dirancang untuk memotong birokrasi dan mempercepat pelayanan kepada masyarakat.

Wako Agung Nugroho menyebut, aplikasi Sip Aman ini dapat digunakan masyarakat untuk mengurus Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

"Sip Aman itu, bagaimana memotong birokrasi tapi sesuai aturan yang baik dan benar. Khususnya pengurusan izin PBG atau dulu disebut IMB," kata Agung Nugroho.

Menurutnya, selama ini masyarakat cukup kesulitan untuk mendapatkan perizinan tersebut. Agung menyebut, sebelumnya untuk pengurusan PBG rumah pribadi saja bisa dalam kurun waktu 6 bulan paling cepat.

"Bahkan ada yang sampai 2 tahun. Apalagi untuk bangunan gedung, rumah sakit dan lain-lain. Dengan aplikasi ini bisa di pangkas dalam waktu 6 hari kerja," jelasnya.

Jika masyarakat menggunakan aplikasi Sip Aman ini nantinya, pengurusan PBG untuk rumah biasa hanya butuh waktu 1-2 jam saja, rumah sederhana 2 hari dan rumah dari pengembang maksimal 4 hari. Sangat jauh memotong birokrasi dan waktu pelayanan.

"Jadi aplikasi ini didesain supaya warga Pekanbaru punya akses cepat untuk pelayanan tersebut. Aplikasi Sip Aman ini juga kado kecil dari kami untuk masyarakat," kata Wako Agung.

Agung juga mengucapkan terimakasih kepada pihak yang terlibat dalam terciptanya aplikasi Sip Aman ini. Ia meyakini aplikasi ini sangat membantu masyarakat dalam pengurusan izin bangunan dan gedung.

Menunjang hal itu, Pemko Pekanbaru, terus mempercepat pemerataan akses internet bagi masyarakat melalui penyediaan WiFi publik di berbagai titik strategis.

Program ini dirancang Wako Agung agar tepat sasaran dan mampu menjangkau kebutuhan warga hingga tingkat rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW).

Wako menyampaikan, setiap titik WiFi dirancang mampu melayani sekitar 100 hingga 500 pengguna. Fasilitas ini akan ditempatkan di ruang terbuka, pojok baca, lingkungan permukiman, hingga sejumlah sekolah yang dinilai aman dan sesuai dengan ketentuan.

"Keberadaan WiFi publik tidak hanya berfungsi sebagai sarana akses internet. Tetapi, WiFi ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas literasi dan pelayanan publik," kata Wako Agung.

Namun demikian, pemko memastikan penggunaan jaringan tetap terkontrol dengan membatasi akses terhadap konten negatif, termasuk praktik judi daring dan aktivitas digital yang tidak produktif. Pemanfaatan jaringan akan diawasi dan difilter.

"Sehingga, masyarakat dapat menggunakan internet secara sehat dan bermanfaat," ulas Wako Agung.

Selain itu, Pemko Pekanbaru juga akan mengintegrasikan program WiFi publik dengan layanan pengaduan masyarakat melalui program “Lapor Pak Camat”. Program ini memungkinkan warga untuk berkomunikasi langsung dengan aparatur pemerintah, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD) hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.

https://riaupunya.com/gambar/foto/2502500848.jpeg

Nomor kontak pejabat terkait akan dipublikasikan secara terbuka. Agar, masyarakat dapat menyampaikan laporan, keluhan, maupun aspirasi dengan mudah dan cepat.

"Kami juga berencana melakukan survei berkala untuk memastikan efektivitas layanan tersebut," jelas Agung.

Pemko Pekanbaru menargetkan setiap lingkungan RT dan RW memiliki titik akses WiFi. Dengan demikian, masyarakat tidak lagi terkendala kuota internet saat membutuhkan akses informasi maupun layanan digital.

Perbaikan Infrastruktur Jalan dan Drainase Tetap Menjadi Prioritas

Tidak hanya sebatas memberikan pelayanan terbaik dan kemudahan bagi masyarakat, Wako Agung juga memastikan akan terus memprioritaskan perbaikan infrastruktur, khususnya jalan berlubang yang jumlahnya masih cukup banyak di berbagai wilayah Kota Pekanbaru.

Perbaikan jalan ini disebut melebihi kapasitas sumber daya manusia yang tersedia, sehingga penanganannya dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Kemudian pembenahan drainase juga menjadi pekerjaan prioritas tahun ini.

Wako menilai seluruh ruas jalan belum dapat diperbaiki hingga saat ini. Namun demikian, Pemko Pekanbaru tetap berkomitmen melanjutkan perbaikan fasilitas umum, terutama jalan-jalan yang setiap hari dilalui warga. Akses jalan merupakan kebutuhan utama yang sangat berpengaruh terhadap kenyamanan dan aktivitas warga.

"Perbaikan jalan menjadi prioritas karena menyangkut akses dan kenyamanan warga. Ini adalah kebutuhan mendasar yang harus terus kami benahi," tegas Wako Agung.

Selain infrastruktur jalan, Agung juga menyampaikan bahwa pemko secara bertahap akan melakukan pembenahan pada sektor lain, seperti fasilitas pendidikan dan layanan kesehatan. Kedua sektor tersebut dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup warga.

"Saya menekankan pentingnya tata kelola keuangan yang baik sebagai dasar pelaksanaan pembangunan. Pada tahun lalu, kami berhasil melampaui target perbaikan jalan sepanjang 20 kilometer menjadi 42 kilometer," terangnya.

Capaian ini menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan yang tepat dapat menghasilkan pembangunan yang nyata dan dirasakan langsung oleh warga.

Tahun ini, Agung menargetkan capaian pembangunan yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Diharapkan, pembangunan yang dilakukan tidak bersifat parsial, melainkan memberikan dampak signifikan dan berkelanjutan bagi warga.

"Pembangunan harus benar-benar terasa manfaatnya. Jika dilakukan sedikit demi sedikit tanpa dampak nyata, warga tidak akan merasakan hasilnya," pungkasnya.

Upaya ini tentu tidak lepas dari tantangan. Pembenahan sistem membutuhkan waktu, konsistensi, dan komitmen yang kuat. Namun, tanda-tanda awal dari perubahan tersebut mulai terlihat. Beberapa persoalan yang sebelumnya menjadi sorotan perlahan mulai tertangani, meski belum sepenuhnya tuntas.

Yang menarik, perubahan ini tidak hanya terlihat di atas kertas. Masyarakat mulai merasakan dampaknya, meskipun dalam skala yang masih bertahap. Ada kesan bahwa pemerintah kota kini bergerak dengan arah yang lebih jelas, tidak sekadar menjalankan rutinitas, tetapi benar-benar berupaya membangun fondasi kota yang lebih baik. (Adv)

Berita terkini

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+