Buka International Hifiz Qur'an Competition, Rektor Umri: Menghafal Al-Qur'an bukanlah Perjalanan yang Mudah
PEKANBARU -- Rektor Universitas Muhammadiyah Riau Dr Saidul Amin MA, Senin 2 Maret 2026 secara resmi membuka kegiatan International Hifiz Qur'an Competition 2026 Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) kategori 10 dan 30 juz, di aula lantai 3 gedung Ahmad Dahlan, kampus utama Umri, Jalan Tuanku Tambusai ujung Pekanbaru.
Dalam sambutannya Rektor menyebut bahwa menghafal Al-Qur'an bukanlah perjalanan yang mudah, ia membutuhkan kesungguhan, kedisiplinan, ketekunan, serta keikhlasan yang luar biasa.
"Kalian semua adalah insan-insan pilihan yang telah menjaga kalamullah di dalam dada," katanya Senin 2 Maret 2026.
Dia juga berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi menjadi sarana silaturahmi internasional, pertukaran budaya, serta penguatan ukhuwah Islamiyah antarbangsa. Semoga dari kampus ini lahir para hafiz dan hafizah yang tidak hanya kuat hafalannya, tetapi juga mampu mengamalkan dan mendakwahkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan nyata.
"Kepada para dewan juri, kami titipkan amanah besar untuk menilai dengan objektif, adil, dan profesional, sehingga hasil musabaqoh ini benar-benar mencerminkan kualitas hafalan dan ketepatan bacaan para peserta," pesannya.
Rektor menjelaskan bahwa Musabaqoh Hifz Qur'an Internasional tahun ini melombakan dua kategori, Kategori 10 Juz, yang diikuti oleh 55 peserta, serta kategori 30 Juz, yang diikuti 38 peserta. Dengan total keseluruhan sebanyak 93 peserta yang berasal dar negara di kawasan Asia, Eropa, dan Afrika.
Partisipasi internasional ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami, ini menunjukkan bahwa Al-Qur'an adalah pemersatu umat lintas bangsa, bahasa budaya. Kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya ke seluruh pimpinan perguruan tinggi serta peserta yang telah mempersiapka dengan sungguh-sungguh," jelasnya.
Setidaknya terdapat utusan dari 11 negara yang ikut ambil bagian pada tahun ini seperti Indonesia, Malaysia,Singapura, Thailand, Filipina, Brunai Darussalam, Turkiy, Somalia, Nigera Kamerun, dan Mali.
Untuk babak awal pelaksanaan musabaqoh ini dilaksanakan secara online, guna mendapatkan tiga orang untuk mengikuti babak final di kampus Umri. "Pemenang pertama akan kita beri hadiah Umroh, ini sama dengan tahun sebelumnya," imbuh Saidul. (NR)






























































