Isi Kuliah Umum di Umri, Menteri Siti Nurbaya Diminta Rektor Bangun Taman Kota di Lingkungan Kampus
PEKANBARU - Setelah beberapa kali tertunda atau tidkan bisa memenuhi undangan piahk Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) untuk bisa berkunjung ke kampus dengan beberapa agenda, pada Senin 30 September 2024 Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI Siti Nurbaya Bakar akhirnya bisa berkunjung ke kampus yang terletak dijalan Tuanku Tambusai Pekanbaru tersebut.
Siti Nurbaya didaulat memberikan kuliah umum dihadapan 2 ribuan Mahasiswa Umri. Saat itu Menteri Siti Nurbaya membawakan meteri kuliah umum dengan tema Strategi Pembangunan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Menuju Indonesia Emas 2045.
"Alhamdulillah akhirnya saya nbisa juga sampai ke kampus ini, setelah beberapa kali diundang dari pihak kampus, namun selalu gagal atau batal, kedatangan saya kesini juga setelah mendapat dorongan yang kuat dari PP Muhammadiyah," kata Siti Nurbaya mengawali.
Dipaparkan Siti Nurbaya, Indonesia emas 2045 diharapkan Indonesia menjadi negara yang paling hebat nomor lima di dunia. Saat ini posisi Indonesia saat ini berada pada posisi 16-19 karena setiap tahun berubah.
"Pada 2022 lalu masih berada di posisi 19 dan kemungkinan sekarang sudah berubah menjadi 16 atau 17. Kita mengharapkan pada 2045 mendatang kita menjadi negara paling hebat ke-5," kata Siti Nurbaya.
Ia menjelaskan bahwa adapun sasarannya yakni daya saing sumber daya manusia, kemiskinan nol persen, dan sebagainya. Adapun yang paling penting untuk mewujudkan Indonesia emas 2045 antara lain kesehatan untuk semua, pendidikan yang berkualitas dan merata, perlindungan sosial yang aspiratif, inovasi produktivitas, dan penerapan ekonomi hijau.
Selain itu, integrasi ekonomi domestik dan konektivitas global, transformasi digital, perkotaan sebagai pusat pertumbuhan, kepemimpinannya yang unggul, hukum berkeadilan, stabilitas ekonomi makro, keluarga berkualitas, agama dan kebudayaan yang maju, lingkungan hidup berkualitas, ketahanan energi air dan kemandirian pangan, ketahanan terhadap bencana dan perubahan iklim.
Di sisi lain, Menteri LHK Republik Indonesia menyampaikan bahwa ternyata dalam meluruskan kebijakan dan aksi-aksi lingkungan dan kehutanan membutuhkan keilmuan dan penuh dukungan sains dan teknologi.
"Oleh karena itu, peran mahasiswa dan akademisi menjadi sangat penting untuk menjaga lingkungan dan mewujudkan Indonesia emas 2045," pungkasnya.
Sementara Rektor Umri, Saidul Amin dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa kehadiran Siti Nurbaya ke Umri sama saja dengan kembali kerumahnya, karena Siti Nurbaya pada saat menempuh pendidikan Sekolah Dasar (SD) bersekolah di SD Muhammadiyah.
Dalam kesempatan itu, Rektor Siadul Amin juga berharap Menteri Siti Nurbaya bisa membuat taman kota berupa pohon magrove dilahan Umri yang masih ada di bagian belakang atau dekat Rusunawa. "Kalau ini bisa terwujud, kami berazam akan memberi taman kota dikampus ini dengan nama Siti Nurbaya," imbuh Rektor.
Menanggapi hal itu, Menteri Siti Nurbaya menyampaikan antusiasnya atau sangat mendukung, dia berharap sebelum masa jabatannya berakhir dipemerintahan Presiden Jokowi pada 20 Oktober mendatang, para Dirjen yang ikut bersama dengannya sat kunjungan bisa melakukan studi banding kesalah satu taman kota Magrove yang ada di Indramayu.
"Kita berharap apa yang menjadi keinginan pak Rektor bisa terwujud, sebelum masa kerja saya berakhir saya minta para Dirjen bisa mengatur waktu untuk melakukan studi banding disalah satu taman mangrove yang menurut pengamatan kami sangat bagus di Indramayu," pungkasnya.
Selain memeberi kuliah umum, kedatangan Menteri Siti Nurbaya ke Kampus Umri juga dalam rangka meresmikan ekoparian dikampus Umri. (NR)






























































