Senin, 18 Januari 2021 - 09:40:28 WIB

Pecah Rekor, Kawal Covid Desak Pemerintah Perketat Mobilitas 

RIAUPUNYA--Organisasi Kawal Covid-19 mendesak pemerintah memperketat mobilitas atau pergerakan di masyarakat seiring kasus positif covid-19 di Indonesia yang terus melonjak.

Rekor tertinggi penambahan kasus terjadi pada Sabtu (16/1) lalu mencapai 14.224.

Co-Founder Kawal Covid-19 Elina Ciptadi mengatakan, pemerintah harus membatasi pergerakan masyarakat terhadap kegiatan-kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan sehingga menjadi sumber penularan Covid-19.

"Kita harus belajar dari yang kemarin-kemarin itu, kami berharap juga pemerintah membuat kebijakan yang lebih membatasi mobilitas. Enggak ada cara lain," ucap Elina saat dihubungi CNNIndonesia.com, Ahad (17/1/2021).

Pemerintah sendiri telah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di sejumlah wilayah di Jawa-Bali pada 11-25 Januari 2021.

Sejumlah kebijakan diterapkan di antaranya 75 persen bekerja dari rumah atau Work From Home hingga pembatasan jam operasional tempat-tempat umum.

Namun Elina menilai, lonjakan kasus itu tak lepas dari beragam agenda besar seperti Pilkada Serentak 2020 hingga libur akhir tahun yang terjadi secara beruntun Desember lalu.

"Ada perhelatan, atau liburan, atau momen yang membuat orang itu berkumpul. Jadi ini seperti tidak ada habisnya, karena satu event kita baru mulai, beberapa minggu ada kenaikan kasus, baru sedikit bisa bernapas lega. Eh dihantam yang lain," katanya.

Menurut dia, kenaikan kasus di pertengahan Januari ini sudah dapat diprediksi dan seharusnya dapat diminimalisasi dengan pembuatan kebijakan.

Di sisi lain, lanjut Elina, salah satu hal yang perlu menjadi perhatian dari pemerintah saat ini adalah rasio jumlah orang yang dites dengan hasil positif atau positivity rate kasus Covid-19 di Indonesia.

Dalam beberapa hari terakhir, persentase positivity rate cukup mengkhawatirkan mencapai 32,83 persen pada 17 Januari.

"Kalau kita lihat, tren positivity rate-nya itu naik terus. Dari yang waktu Desember itu masih 20-an persen, dan kemudian akhir Desember sampai awal Januari ini naik," kata dia.

Elina juga mewanti-wanti keterisian rumah sakit di beberapa daerah yang sudah melebihi ambang batas.


Menurutnya, pemerintah harus tanggap merespons karena bukan tidak mungkin kepadatan rumah sakit berimplikasi pada lonjakan kasus meninggal akibat Covid-19.

"Kami semakin lama mendengar, istilahnya baru tiba di rumah sakit kemudian meninggal. Bahkan meninggal sambil menunggu, atau meninggal di rumah," terang Elina.

"Kemungkinan karena itu, mereka menunda ke rumah sakit, melihat kondisi 'yah gua ke rumah sakit juga kemungkinan akan ditolak dimana-mana'. Ini disayangkan banget," tambahnya.

Sebagai gambaran, sejumlah daerah memiliki tingkat keterisian tempat tidur di ruang isolasi maupun ICU pasien Covid-19 yang melebihi 70 persen.

Padahal, ambang batas Bed Occupancy Rate (BOR) atau rasio keterisian tempat tidur menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di angka 60 persen.

Hasil rangkuman sementara terdapat beberapa daerah yang tercatat melebihi standar WHO di antaranya DKI Jakarta, Kota Depok, Kota Kupang, Surabaya, Semarang dan Yogyakarta.

Hingga 17 Januari, jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 907.929 dengan 736.460 sembuh dan 25.987 meninggal dunia.

Selama tiga hari berturut-turut, penambahan kasus pecah rekor pada 16 Januari mencapai 14.224.

Sebelumnya, penambahan sebanyak 12.818 orang pada 15 Januari dan 11.557 orang pada 14 Januari.

Berita terkini

YLBHI Nilai Perpres Ekstremisme Berpotensi Salah Tafsir 

Senin, 18 Januari 2021 - 09:30:22 WIB

DPR Sial Bentrok : Desak Investigasi sampai Panggil Kapolri 

Selasa, 08 Desember 2020 - 07:33:08 WIB

KPU Sebut Distribusi APD Pilkada Sudah 83 Persen 

Selasa, 08 Desember 2020 - 06:47:45 WIB

Plt PUPR Bengkalis Tinjau Proyek Jalan Gajah Mada Pinggir

Senin, 16 November 2020 - 19:02:48 WIB

Investasi Pemerintah di BUMN Tembus Rp2, 397 T 

Sabtu, 07 November 2020 - 10:25:32 WIB

Kemendagri Sebut Ada Pjs Gubernur Bak Timses  Pilkada 

Rabu, 28 Oktober 2020 - 08:27:56 WIB

LIPI Bicara Soal Cairan yang Diduga  Bakar Kejagung

Minggu, 25 Oktober 2020 - 07:18:36 WIB

Sri Mulyani Bidik Wakaf Milenial Melek Investasi

Minggu, 25 Oktober 2020 - 07:16:40 WIB

Pemprov Riau Siapkan Penilaian Untuk ASN

Kamis, 22 Oktober 2020 - 12:55:32 WIB

Aktivis: Buzzer Kini tak Efektif, Pemerintah Kerahkan Aparat

Selasa, 20 Oktober 2020 - 08:18:40 WIB

BLT Pekerja Gelombang II Cair Paling Lama Awal November 

Senin, 19 Oktober 2020 - 08:43:08 WIB

Saat Utusan Istana Bawa Pesan Omnibus Law ke PBNU dan MUI

Senin, 19 Oktober 2020 - 08:42:15 WIB

Mandau Tak Lagi Aman, Dua Pasien Corona Meninggal Hari Ini

Jumat, 16 Oktober 2020 - 00:18:15 WIB

Besok, Bengkalis Tes Swab Massal Sasar ASN PUPR  

Senin, 14 September 2020 - 01:10:48 WIB

Di Unilak, BPS Riau Sosialisasi Sensus Penduduk

Jumat, 28 Februari 2020 - 06:30:14 WIB

Di Unilak, BPS Riau Sosialisasi Sensus Penduduk

Jumat, 28 Februari 2020 - 06:30:14 WIB

KPK akan Fasilitasi Penyelamatan Aset Milik Pemprov Riau

Selasa, 23 April 2019 - 16:55:08 WIB

Program Inovasi Desa Dorong Pembangunan Desa Berkualitas

Selasa, 23 April 2019 - 12:25:39 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+