Pemkab Bengkalis Berkomitmen Atasi Abrasi di Kabupaten Bengkalis
Riaupunya.com-Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkalis melalui Pelaksana Tugas (Plt) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bengkalis Ardiansyah mengatakan berkomitmen dalam penanganan abrasi khususnya diwilayah terdampak abrasi di kabupaten Bengkalis segara teratasi pada tahun 2021.
“Pemkab Bengkalis melalui PUPR Bengkalis sudah merencanakan untuk penanggulangan penanganan yang terkena abrasi khususnya di pulau Bengkalis dan kecamatan Rupat pada tahun 2021 nantinya, “ungkap Ardiansyah saat dihubungi Rabu, (09/09/2020).
Penanganan abrasi ini Ardiansyah menjelaskan, berkaitan dengan anggaran APBD Bengkalis tahun 2020 belum memadai dikarenakan adanya pergesaran anggaran dalam penanganan Pandemi covid.19 yang terjadi di Indonesia bahkan dunia. Sehingga untuk penangulangan abrasi belum dapat direalisasikan pada tahun ini.
“PUPR Bengkalis akan membuat suatu perencanaan untuk berupaya agar abrasi yang semakin mengancam daerah negeri junjungan segera teratasi. Tentu, sangat diperlukan dukungan dari DPRD Bengkalis untuk saling mendukung baik dalam anggaran pada tahun 2021 nantinya,” kata Ardiansyah.
Ia juga mengakui, pihaknya mendapatkan aspirasi maupun laporan dari tokoh masyarakat maupun masyarakat setempat bahwa abrasi yang terjadi di pulau Bengkalis maupun di kecamatan Rupat sudah semakin mengkwatirkan. PUPR Bengkalis juga sudah terjun langsung ke lokasi abrasi tersebut.
“Jika tidak ada hambatan, insa allah penangulangan abrasi di kabupaten Bengkalis dapat segera mungkin teratasi dengan kemampuan APBD Bengkalis,”ujar Ardiansyah.
Komitmen Tangani Abrasi
Dalam kesempatan itu, Pelaksana Harian (Plh) Bupati Bengkalis yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Heri Indra Putra mengatakan abrasi pantai merupakan salah satu permasalahan utama dalam upaya perlindungan pesisir pantai.
Hal demikian saat pemerintah kabupaten Bengkalis melalui Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) menggelar Diseminasi Penerapan Struktur Pelindung Pantai belum lama ini dengan menghadirkan narasumber dari ketua kajian studi penanggulangan bencana abrasi pantai Politeknik Negeri Bengkalis DR. Eng Noerdin Basir.
“Fenomena ini dapat berdampak pada tergerusnya garis pantai yang dapat mengganggu permukiman serta infrastruktur dan fasilitas-fasilitas umum. penanganan erosi pantai telah banyak dilakukan dengan menggunakan struktur keras(hard structure),seperti revetmen, pemecah gelombang, tembok laut, groin atau kombinasi dari jenis pelindung pantai,” kata Heri.
Heri menambahkan melalui survei yang telah dilakukan struktur keras terbukti berhasil mengatasi erosi pantai berpasir atau berkarang, tetapi kurang efektif dalam mengatasi erosi pada pantai berlumpur.
“Untuk itu tentunya kita harus terus berupaya dan berinovasi untuk mengatasi terjadi abrasi di pulau Bengkalis,” ungkap Heri.
Selanjutnya Heri menambahkan abrasi yang terjadi menyebabkan masyarakat pesisir menjadi resah, mengingat daratan yang menjadi penopang hidup, seperti lahan tempat tinggal dan lahan perkebunan serta persawahan hilang sia-sia digerus oleh ganasnya abrasi pantai.Rd



















































