Empat Penyandang Disabilitas Menerima Kaki Palsu dari Dinsos P3A Rohul
Riaupunya.com -- Empat warga Rohul penyandang disabilitas, menerima bantuan kaki palsu dari Dinas Sosial Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan dan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Rohul.
Diakui kepala Dinsos P3A Kabupaten Rohul Sri Mulyati, melalui Sekretaris Dinsos P3A Rohul April Liyadi SE, M.Si, mengatakan bantuan kaki palsu merupakan program dari dinasnya setiap tahunnya.
"Ditahun ini, ada empat penyandang disabilitas yang menerima bantuan kaki palsu ini," jelas April, Kabid Rehabilitasi dan Perlindungan Sosial Dinsos P3A Rohul Hadiyanto SE, Selasa 2 Juli 2019.
Sebut April, keempat penyandang disabilitas yang menerima bantuan kaki palsu di 2019 dari empat desa. Ke empat penerima sudah menyampaikan proposal bantuan ke dinasnya di tahun sebelumnya.
Dimana keempat penerima bantuan kaki palsu tahun ini, Idris Al Fahri warga Desa Kabun Kecamatan Kabun, Wagiman warga Desa Air Panas Kecamatan Pendalian IV Koto, Wahidin warga Surau Tinggi Desa Rambah Kecamatan Rambah Hilir, dan Nur Aini warga Desa Bangun Jaya Kecamatan Tambusai Utara.
Keempat penerima ini membutuhkan kaki palsu karena mereka merupakan tulang punggung keluarga. Para penerima ini merupakan korban kecelakaan kerja, kecelakaan saat olahraga, dan 2 penerima merupakan bawaan lahir.
April menyarankan, bagi warga yang membutuhkan kaki palsu untuk menyampaikan proposal ke dinasnya, atau bisa minta bantuan pihak pemerintah desa masing-masing untuk mengirimkan data lengkap ke Dinsos P3A Rohul.
"Sehingga kita bisa turun langsung dan mendatanya, sekaligus melihat kondisinya. Apa sebenarnya yang dibutuhkan mereka, apakah kaki palsu, kursi roda atau tongkat," sebut April.
Juga diakui April, pihaknya membatasi untuk menyalurkan bantuan kaki palsu, mengingat anggaran yang dikeluarkan tidak sedikit.
Selain itu bagi para penyandang disabilitas yang menerima bantuan kaki palsu, juga harus dibawa ke Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik Prof DR. Soeharso Surakarta di Solo, Jawa Tengah.
Kemudian, selama empat hari di Solo, para penyandang disabilitas ini akan diberi training dan latihan cara menggunakan, termasuk untuk memastikan ukuran kaki palsu.
"Tukang ukurnya sudah datang ke Rohul. Diperkirakan bulan Agustus ke empat penerima ini akan diterbangkan ke Solo," kata April.
Menurut Kabid Rehabilitasi dan Perlindungan Sosial Dinsos P3A Rokan Hulu, Hadiyanto SE, menambahkan penerima bantuan kaki palsu yang mengajukan proposal harus dilengkapi surat keterangan tidak mampu (SKTM) dari pemerintah desa setempat.
Hadi mengaku karena jumlah terbatas, sementara Dinsos P3A Rokan Hulu memprioritaskan bantuan kaki palsu baru untuk penyandang disabilitas yang merupakan tulang punggung keluarga, dan benar-benar dari keluarga tidak mampu.(lim)




























































